Wartawan Senior Herawati Diah Meninggal di Usia 99 Tahun

PT. Solid Gold Berjangka Cabang Semarang

Diah adalah istri seorang tokoh pers yang juga mantan Menteri Penerangan Republik Indonesia Burhanuddin Mohammad Diah. Ia lahir pada 3 April 1917 dan menghembuskan napas terakhir di usia 99 tahun. Basuki menuturkan saat ini jenazah Diah telah disemayamkan di rumah duka di Jalan Patra Kuningan 9 Nomor 10, Jakarta Selatan.

Diah meninggal di Rumah Sakit Medistra Jakarta | PT. Solid Gold Berjangka Cabang Semarang

Wartawan senior Herawati Diah hari ini tutup usia. Diah meninggal di Rumah Sakit Medistra Jakarta pukul 04.10 pagi tadi. “Beliau menderita sakit komplikasi,” kata kerabat dekat almarhumah, Basuki, saat dihubungi Tempo, Jumat, 30 September 2016.

Semasa hidupnya, Diah mendirikan Gerakan Perempuan Sadar Pemilu pada 1998. Tujuannya untuk memberikan pendidikan politik kepada perempuan untuk menggunakan hak pilih sesuai hari nurani. Namun akhirnya gerakan itu diubah menjadi Gerakan Pemberdayaan Swara Perempuan.

Belum ada informasi terkait waktu pemakaman jenazah almarhumah. Namun Basuki mengatakan bahwa jenazah akan dimakamkan setelah para kerabat berkumpul. Ia pun mengaku saat ini pihak keluarga masih menunggu para cucu almarhumah yang masih berada di Bandara.

Sebelum meninggal, Diah sempat dirawat di Rumah Sakit Medistra selama sekitar satu bulan. Teman-temannya menggambarkan Diah sebagai pribadi yang cerdas, sangat santun dan sabar.

Tokoh Pers Herawati Diah Wafat di Usia 99 Tahun | PT. Solid Gold Berjangka Cabang Semarang

Seperti dilansir Antara, Siti Latifah Herawati Diah lahir di Tanjung Pandan, Belitung, 1917, adalah adalah anak ketiga dari antara empat bersaudara. Ibunya Siti Alimah binti Djojodikromo dan ayah Raden Latip R Latip adalah lulusan sekolah dokter Stovia tahun 1908, membuka praktek di pulau tetangga Bangka itu sebagai ahli medis sebuah perusahaan tambang timah Belanda.

Satu lagi tokoh pers Indonesia berpulang. Siti Latifah Herawati Diah wafat pada usia 99 tahun di Rumah Sakit Medistra, Jakarta, Jumat (30/9/2016).

Khusus Herawati, mula-mula dikirim ke sekolah di Jepang. Berlanjut ke Amerika Serikat, di mana pada 1941, dia menjadi wanita pertama Indonesia yang berhasil meraih gelar sarjana dari luar negeri.

Saat penyusunan cetakan kedua Ensiklopedia Pers Indonesia (EPI) terbitan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) pada 2010, Herawati pernah menyatakan, tanpa melepas pendidikan agama Islam dan tradisi, Alimah mendorong anak-anaknya untuk merangkul gaya hidup Barat yang bertujuan mengimbangi kaum penjajah Belanda.

Mengapa belajar ke Amerika dan bukan Eropa? Karena ibunya yang dari lingkungan priyayi tersebut telah memutuskan Herawati harus menuntut ilmu ke negara yang tidak punya jajahan. Selesai studi, dia kembali ke Indonesia. Jepang menyerbu ke selatan dan menggulingkan semua pemerintahan jajahan Eropa di Asia Tenggara.

Dia lalu menjalani studi di Barnard College, Universitas Columbia, New York, AS. Pada musim panas, dia belajar jurnalistik di Universitas Berkeley, California.

Ternyata, latar pendidikan Amerika yang dimilikinya sangat diperlukan segera, guna menghadapi berbagai peristiwa-peristiwa genting yang melanda Indonesia. Maka, Herawati tergiring untuk menjalankan tugas-tugas jurnalisme.

Setelah Jepang menyerah kepada Sekutu dan Sukarno memproklamasikan kemerdekaan Indonesia, dia sempat menjadi sekretaris pribadi Menteri Luar Negeri pertama Republik Indonesia, Achmad Soebardjo, yang kebetulan pamannya.

Dia setengah dipaksa bekerja di stasiun radio penguasa militer Jepang yang membutuhkan penyiar berbahasa Inggris untuk keperluan propagandanya.

PT Solid Gold Berjangka

Advertisements
This entry was posted in PT Solid Gold Berjangka Cabang Semarang and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s