Trump Sangkal Lecehkan Perempuan, Hillary: Trump Tak Pantas Jadi Presiden

Debat di Universitas Washington, St Louis, Minggu (9/10/2016) malam atau Senin (10/10/2016) pagi WIB dimoderasi wartawan senior ABC, Martha Raddatz, dan Anderson Cooper dari CNN dan disiarkan langsung oleh CNN.

Setelah pemaparan program secara singkat, pada sesi kedua debat kedua dari Presiden AS, Hillary Clinton dan Donald Trump, memasukan area privat setelah dua moderator mengajukan pertanyaaan tentang isu-isu hangat tentang mereka.

Kandidat dari Partai Republik, Donald Trump, itu mengulangi lagi permintaan maaf atas komentar cabul terhadap perempuan yang dia sampaikan dalam video yang direkam pada 2005 lalu.

video yang berisi komentar agresifnya yang melecehkan perempuan | PT. Solid Gold Berjangka Pusat Jakarta

Kepada Trump ditanyakan tentang beredarnya video yang berisi komentar agresifnya yang melecehkan perempuan.

Trump mengatakan, “perbincangan itu berlangsung di ruang ganti” dan mengatakan telah meminta maaf atas sikapnya itu. Ia mengatakan sangat menghormati kaum perempuan atau wanita.

Solid Gold

Lalu Trump bergeser kepada masalah perbatasan antara AS dan Meksiko dan masalah imigran.

Menurut Hillary, kadidat dari Partai Republik, Trump telah berulangkali melecehkan perempuan, menyerang kaum imigran, Muslim, dan isu-isu senstif lainnya yang berpotensi merugikan AS.

Hillary kemudian menyambut Trump sebagai pecundang. Ia lalu menyoroti ucapan yang melecehkan perempuan di video yang beredar secara luas.

“Trump tidak pantas menjadi presiden,” kata Hillary sambil melempar pandangan kepada Trump.

Sejauh ini Trump sudah kehilangan dukungan dari lebih dari 20 tokoh partai Republik, termasuk mantan calon presiden John McCain dan mantan Menlu AS Condoleezza Rice.

Hillary lalu mengajak warga AS untuk menghargai satu sama lain dan berjanji akan melakukan banyak hal baik bagi bangsa yang besar seperti AS.

Trump Serang Bill Clinton Soal Skandal Seks, Ini Jawaban Hillary | PT. Solid Gold Berjangka Pusat Jakarta

Beberapa hari lalu dunia pemilihan presiden AS geger atas bocornya sebuah video pada tahun 2005 yang berhasil ditemukan oleh The Washington Post. Dalam rekaman itu terungkap kata-kata vulgar tentang perempuan yang diucapkan oleh Donald Trump.

Skandal pelecehan seksual yang dilakukan oleh Donald Trump dan suami Hillary Clinton, Bill Clinton, mewarnai debat Calon Presiden Amerika Serikat kedua yang digelar di Washington University, St. Louis, Missouri.

Trump juga menceritakan upayanya yang gagal untuk menggoda perempuan–yang namanya tak disebutkan dalam video. Namun, “ia sudah menikah,” kata miliarder nyentrik itu.

Video tersebut menguak obrolan Trump dengan Billy Bush soal hal-hal vulgar, seperti mencium, meraba, dan mencoba berhubungan seksual. Obrolan keduanya terdengar lewat mikrofon saat mereka berada dalam sebuah bus jelang penampilannya di opera sabun Days of Our Lives.

Skandal tersebut pun menjadi pertanyaan yang diangkat dalam debat capres kedua. “Apakah Anda berubah setelah berusia 59 tahun ketika obrolan panas itu terjadi? Atau kapan Anda berubah?”

“Itu adalah obrolan di ruang ganti. Saya tak bangga akan hal itu. Saya merupakan orang yang memiliki rasa hormat besar,” ujar Trump seperti dilansir The Guardian, Senin (10/10/2016). Pria kelahiran 14 Juni 1946 itu justru balik menyerang Hillary Clinton soal skandal seksual yang pernah dilakukan suaminya, Bill Clinton.

Menanggapi hal tersebut, Direktur Komunikasi Hillary for America, Jennifer Palmieri, meresponsnya dalam sebuah pernyataan. “Kami tak terkejut melihat Donald Trump melanjutkan upaya penghancurannya,” ujar Palmieri.

Trump menanggapi pertanyaan tersebut dan mengatakan bahwa dirinya tidak bangga atas hal itu.

“Jika kamu melihat Bill Cinton…tak ada seorangpun di sejarah politik bangsa ini yang begitu kasar kepada perempuan…Hillary Clinton menyerang wanita yang sama, dan menyerang mereka dengan kejam, empat dari mereka berada di sini malam ini,” kata Trump.

“Saya pikir itu memalukan, dan saya pikir ia harus malu kepada dirinya sendiri, jika Anda ingin tahu yang sebenarnya,” imbuh taipan bisnis asal New Yok itu.

Capres dari Partai Republik | PT. Solid Gold Berjangka Pusat Jakarta

“Ketika aku mendengar sesuatu semacam itu, aku teringat nasihat temanku Michelle Obama ‘Ketika mereka merendahkanmu, jangan ikut seperti mereka’,” kata Hillary.

Menanggapi serangan yang ditujukan kepada dirinya, Hillary Clinton menyebut bahwa Trump tak pernah meminta maaf atas apa yang pernah diperbuatnya.

Beberapa saat sebelum debat kedua dilakukan, capres dari Partai Republik, Donald Trump, mengadakan konferensi pers yang menghadirkan empat wanita yang telah menuduh Bill Clinton telah melakukan kekerasan seksual atau pemerkosaan.

“Lihat, ini hanya soal sebuah video…Namun ia tak pernah meminta maaf atas segala perbuatannya ke semua orang. Ia tak pernah meminta maaf kepada Mr dan Mrs Khan, keluarga muslim yang anaknya meninggal…Ia tak pernah meminta maaf ke hakim federal terkemuka yang lahir di Indiana, tapi Donald mengatakan ia tak bisa dipercaya karena orangtunya Meksiko,” imbuh Hillary.

Trump mem-posting video konferensi pers dalam laman Facebooknya kurang dari 90 menit sebelum debat capres kedua dilaksanakan.

Selain itu, hadir juga Kathly Shelton. Wanita tersebut menyebut bahwa Hillary membela pria yang telah memerkosa dirinya saat berusia 12 tahun pada 1975.

Pebisnis itu diapit oleh Paula Jones, Kathleen Willey, dan Juanita Broaddrick, yang masing-masing menuduh Bill Clinton telah melakukan kekerasan seksual. Ketiga wanita itu juga menuduh bahwa Hillary Clinton pernah mengintimidasi mereka.

Solid Gold

Advertisements
This entry was posted in PT. Solid Gold Berjangka Pusat Jakarta, Solid Gold and tagged , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s