Duplik Jessica I: Otto Sebut Penyebab Kematian Mirna Menggantung

Mayatnya diperiksa tidak ditemukan sianida di dalam tubuhnya setelah 70 menit,” kata Otto membacakan dupliknya di persidangan, Kamis (20/12/2016).

PT. Solid Gold Berjangka

Tim kuasa hukum Jessica Kumala Wongso telah selesai membacakan dupliknya sebagai tanggapan dari replik yang disampaikan Jaksa Penuntut Umum (JPU) di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Ketua tim kuasa hukum Jessica, Otto Hasibuan masih kukuh dengan pernyataannya sejak semula bahwa ak ada sianida dalam tubuh Mirna. “Berdasarkan hasil labfor Polri kopi yang berisi sianida ini katanya diminum Mirna kemudian Mirna mati.

‎”Kita tidak bisa mengabaikan ada sianida di dalam kopi dan kita juga tidak bisa mengabaikan tidak ada sianida di dalam lambung Mirna. Sianida di dalam kopi dimasukan setelah Mirna maninggal, hanya alasan itu yang logis.‎ Kalau sianida sebelum diminum berarti ada sianida di lambung korban,” jelas Otto.

Maka tidak mungkin pengadilan memutuskan penyebab kematian korban. Tidak membuat visum et repertum dan tidak pernah dibaca membuat penyebab kematian korban menggantung karena apa,” pungkas Otto.

Karena tidak ada sianida di dalam tubuh Mirna, maka tidak dapat dipastikan kematian sahabat kleinnya sesama alumnus Billy Blue College, Australia itu. “Adapun setelah tiga hari kemudian ditemukan 0,2 gram, para ahli menyatakan itu bukan berasal dari mulut korban.

Semua ahli yang diajukan penuntut umum dan pengacara, termaksud juga polisi mengatakan no autoption no crime karena autopsi adalah satu-satunya alat yang bisa digunakan di pengadilan untuk mengetahui matinya korban,” imbuh Otto. Menurut Otto, tidak dilakukannya visum membuat penyebab kematian Mirna tak jelas. “‎Tidaklah pasti optimal apabila memutuskan sendiri kematian korban.

Karena pertama kali diperiksa di lambung Mirna terjadi karena makanan atau sianida alami,” imbuhnya. Ia menerangkan, kandungan sianida di lambung Mirna tidak dapat langsung disimpulkan sebagai penyebab kematian. Bisa jadi kematian Mirna disebabknya penyakit stroke. “‎Karena itu harus dipastikan dengan cara autopsi.

Arief dan Rangga Akan Laporkan Penyebar Fitnah tentang Kematian Mirna | PT. Solid Gold Berjangka

“Itu ngomong sama GRO (guest relation officer), dari GRO pun saya disuruh untuk ngumpet dulu lima menit. Kemudian Bu Devi sama Pak Tedi (staf di Olivier) datang untuk mutasi ke rekening. Nggak ada buktinya,” kata Rangga.

Arief dan Rangga baru berkonsultasi dengan pihak penyidik dari Unit 1 Subdit Jatanras Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (20/10/2016). Arief mengatakan, fitnah itu terjadi berulang kali dan disampaikan di muka persidangan.

“Jadi, kan kami kesal juga dengarnya. Kalau sekali-kali ya sudahlah kami lewatin, tetapi ini kan berkali-kali enggak masuk akal,” kata Arief di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis.

Suami dari Wayan Mirna, Arief Sumarko, dan barista Kafe Olivier, Rangga Dwi Saputra, berencana untuk melaporkan penyebar fitnah yang menyebut bahwa mereka berdua bertemu sebelum Mirna meninggal setelah meminum es kopi vietnam di kafe itu pada 6 Januari 2016.

“Nah, dia bilang tanggal 5 Januari 2016. Tanggal 5 itu seharian saya sama saudara saya. Saudara saya bisa bersaksi bagaimana, orang siapa yang dilihat dia,” katanya.

Arief mengatakan, saat ini ia sudah menyiapkan beberapa bukti untuk melaporkan A, salah seorang yang diduga menebarkan fitnah itu. Namun, ia baru akan melaporkan setelah hakim memberikan putusan terhadap Jessica.

Rangga yang ikut menemani Arief di Polda Metro menceritakan, saat itu A datang ke kafe untuk mencari dia. Rangga melanjutkan, A kemudian menuding pernah melihat dia bersama Arief.

Dalam pertemuan itu, A menuduh Rangga telah dikirimi uang Rp 140 juta.

Sementara itu, Arief heran terhadap duplik Jessica yang dibacakan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat hari ini. Dalam duplik disebutkan Amir melihat Arief memberikan bungkusan hitam kepada Rangga di parkiran Sarinah, Jakarta, sehari sebelum Mirna meninggal.

Mirna meninggal setelah minum es kopi vietnam yang dipesan Jessica Kumala Wongso di Kafe Olivier itu pada hari yang sama. Berdasarkan hasil penyelidikan polisi, Mirna meninggal karena terpapar racun sianida. Jessica menjadi satu-satunya terdakwa dalam kasus itu dan telah dituntut 20 tahun penjara oleh jaksa penuntut umum.

PT Solid Gold Berjangka

Advertisements
This entry was posted in PT Solid Gold Berjangka and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s