Pengunjuk Rasa Paksa Dekati Lokasi Ahok Resmikan RPTRA | PT. Solid Gold Berjangka

“Sesuai perintah pimpinan diberikan tempat di sini saja, begitu,” kata Kepala Satuan Bimbingan Masyarakat Kepolisian Resor Jakarta Selatan Ajun Komisaris Besar Dri Wastuti.

Aksi ini dijaga ketat oleh ratusan aparat kepolisian dari Polsek Tebet, dan Polres Jakarta Selatan. Ahok, sapaan Basuki, rencananya hari ini, Jumat, 21 Oktober 2016, akan meresmikan Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) di daerah tersebut.

Ratusan polisi telah membuat pagar betis sekitar 100 meter dari lokasi acara. Namun puluhan orang memaksa mendekat ke lokasi Ahok berada. Sempat terjadi perdebatan alot antara perwakilan pengunjuk rasa dengan polisi.

Puluhan pengunjuk rasa yang menolak kedatangan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama di Tebet, Jakarta Selatan, memaksa mendekati lokasi.
Tidak bisa mendekat, warga tetap menggelar aksi unjuk rasa, sambil sesekali berteriak “Allahu Akbar”.

Pengunjuk rasa meminta agar Ahok segera diproses hukum atas dugaan penistaan agama Islam terkait pidatonya soal tafsiran surat Al-Maidah di Kepulauan Seribu beberapa waktu lalu.

Dalam orasinya, mereka membawa berbagai poster yang bertuliskan ‘Hukum Ahok Secepatnya’, ‘Jokowi Salah Jika Lindungi Ahok’ dan berbagai kalimat penolakan terhadap mantan Bupati Belitung Timur itu.

Ahok Diprotes Warga saat Hendak Resmikan Ruang Publik Terpadu Ramah Anak di Tebet | PT. Solid Gold Berjangka

Ahok dinilai tidak memihak kepada rakyat kecil. Terutama, karena melakukan penggusuran yang tidak manusiawi. Sekitar tiga puluhan warga melakukan aksi demonstrasi saat Ahok hendak meresmikan RPTRA.
Warga juga meminta pihak kepolisian mempercepat proses hukum terhadap Ahok terkait, Ahok yang mengutip Surat Al Maidah di Kepulauan Seribu 27 September lalu. Ahok diduga melakukan penistaan agama.

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama diprotes warga saat hendak meresmikan Ruang Publik Terpadu Ramah Anak Akasia, Tebet, Jakarta Selatan, Jumat (21/10/2016) “Kita bangsa Indonesia harus ngerti, menodai agama kita jangan sampai negara kita dirampas,” kata Mimi.

Seorang demonstran bernama Mimi (45) merasa kecewa dengan kepemimpinan Ahok. Mimi, yang merupakan korban penggusuran ini, menganggap Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tak memperhitungkan secara matang, merelokasi warga.

“Saya korban penggusuran di bantaran Kali Ciliwung. Kami mendapatkan uang kerahiman. Kami membeli rumah susun Rp 6 juta, tapi jadi hak milik kita, sekarang tidak. (korban penggusuran) Dikasih gratis enam bulan, sisanya harus bayar,” ujar Mimi.

“Hukum jangan tajam ke bawah dan tumpul ke atas,” ucap Mimi.
Mimi berpandangan Ahok hanya berpihak kepada pengusaha, pengembang, atau kalangan atas. Karenanya Mimi ingin Ahok tidak lagi menjabat sebagai orang nomor satu di DKI Jakarta.

Selain mengkritisi cara merelokasi warga, Mimi juga meminta pihak kepolisian serius melakukan proses hukum kepada Ahok terkait penistaan agama.

PT Solid Gold Berjangka

Advertisements
This entry was posted in PT Solid Gold Berjangka and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s