Nidji Produksi Ulang Album “Breakthru” dalam Bentuk Piringan Hitam

Nidji meluncurkan piringan hitam album Breakthru | PT Solid Gold Berjangka Cabang Jakarta

 

PT Solid Gold Berjangka Cabang Jakarta

Piringan hitam album Breakthru diproduksi di Perancis. Untuk aransemen, diputuskan untuk tidak ada perubahan demi membawa suasana nostalgia. “Enggak ada yang diubah, benar-benar orisinil,” Rama menambahkan.

Ide pembuatan piringan hitam sudah ada sejak 2014. Pembuatan ulang album ini didedisikan untuk para penggemar Nidji, Nidjiholic, yang tersebar di seluruh Indonesia dan luar negeri.

Pada tahap awal, album tersebut akan diproduksi sebanyak 225 piringan hitam dan didistribusikan secara bertahap. Masing-masing dibandrol 350 ribu rupiah.

“Ini sebuah energi baru bagi kami. Pas banget momentumnya 10 tahun lalu rilis album Breakthru,” ujar Rama dalam jumpa pers di Kinosaurus, Kemang Raya, Jakarta Selatan, Senin (28/11).

Laju grup band Nidji di industri musik Tanah Air kian kencang usai merilis album perdana, Breakthru. Tak terasa, album bersejarah yang memuat sederet tembang hits itu sudah berusia 10 tahun. Untuk merayakannya, Giring, Ariel, Randy, Andro, dan Adri, dan Rama merilis ulang album Breakthru dalam bentuk piringan hitam atau vinyl.

Nidji Rilis Ulang Album Perdana dalam Bentuk Piringan Hitam | PT Solid Gold Berjangka Cabang Jakarta

 

PT Solid Gold Berjangka Cabang Jakarta
Meski dijual dengan harga yang cukup mahal, Nidji tetap yakin piringan hitam itu akan laku di pasaran. “Biasanya memang piringan hitam itu untuk dikoleksi saja, dan ini bisa bernilai. Sekarang (harganya) Rp350 ribu, tapi lima tahun lagi bisa jutaan,” ujar Giring, sang vokalis.

“Tapi memang album ini adalah awal dari yang terbentuk hari ini. Breakthru bisa dibilang sebagai blueprint Nidji,” ujar Adri, drummer Nidji saat jumpa pers peluncuran Piringan Hitam Album Nidji Breakthru di Kemang, Jakarta Selatan, Senin (28/12/2016).

Tidak diproduksi secara massal, piringan hitam itu hanya tersedia sebanyak 225 keping dan dijual dengan harga Rp350 ribu melalui salah satu toko online. Penjualannya pun dibagi menjadi beberapa tahap.

“Tahapnya kita pertama akan ngeluarin 100 dulu dengan tanda tangan, part kedua 100 dengan pizza box, dan yang terakhir dengan doodle kami,” tutur Rama, gitaris Nidji saat ditemui dalam kesempatan yang sama.

Band Nidji kembali menciptakan trobosan dalam bermusik. Band yang terbentuk pada 2002 itu merilis kembali album perdana mereka yang bertajuk Breakthru dalam bentuk piringan hitam.

Langkah itu diakukan untuk merayakan sepuluh tahun album yang mereka sebut sebagai album terbaik Nidji. Lagu-lagu terbaik Nidji dalam album yang rilis pada tahun 2006 itu dapat kembali dinikmati melalui sajian yang lebih eksklusif.

NIDJI RILIS PIRINGAN HITAM ALBUM “BREAKTHRU” EDISI TERBATAS | PT Solid Gold Berjangka Cabang Jakarta

PT Solid Gold Berjangka Cabang Jakarta
Kenapa kita merilis ini mau mengabadikan Breakthru karena vinyl itu fancy (dan) keren, dan harganya enggak murah,” tambah Giring.

Lewat perilisan album Breakthru ini, NIDJI menyiapkan tiga tahap kreatif. Mulai dari perilisan piringan hitam bertandatangan hingga rencana konser.

“Untuk tahap-tahapnya sih. Kita akan ngeluarin 100 dulu dengan tanda tangan. Kedua kita akan ngeluarin pizza box 225 CD dan doodle, terakhir akan kita bikin konser,” tutup Rama.

“10 tahun album ini rilis. Ini diabadikan ke piringan hitam untuk mengembalikan enerjinya kalau kita pernah rilis album Breakthru. Pas banget momennya kita bikin kalau enggak salah November juga 2006,” kata Rama di Kemang, Jakarta Selatan pada Senin (28/11/2016).

Piringan hitam tersebut dijual terbatas dengan jumlah hanya 225 keping, yang khusus ditujukan untuk kolektor. Mereka mematok harga album tersebut dengan harga Rp 350.000,-.

Nidji membuat terobosan baru lewat perilisan album lawas mereka “Breakthru” dalam bentuk piringan hitam. Hal Itu dilakukan sebagai bentuk perayaan 10 tahun album perdana tersebut dan momen mengambalikan energi lama.

 

Solid Gold

Advertisements
This entry was posted in Uncategorized and tagged , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s