Polisi Telusuri Pengibaran Bendera Bulan Bintang Saat Milad GAM

Polisi sedang menelusuri pengibaran bendera bulan bintang saat peringatan milad | PT Solid Gold Berjangka Pusat

PT Solid Gold Berjangka Pusat
“Kami dari Polda Aceh menilai kelompok masyarakat itu hanya sekadar euforia sesaat karena memperingati Milad GAM ke-40. Bukan mengobarkan semangat perjuangan bersenjata dan ingin lepas dari NKRI,” imbuhnya

Goenawan menyebut, peringatan Milad GAM dilakukan terbuka dan legal. Sementara pengibaran bendera dilakukan secara sembunyi dan melanggar hukum.

“Jadi kita tidak perlu menanggapi pengibaran itu secara berlebihan. Tapi tetap itu kita anggap melangar hukum dan tindak pidana. Kita tegakkan hukum dan kita tindak. Namun kita lakukan dengan persuasif dan bijak,” kata Goenawan.

Goenawan menegaskan, polisi sebagai aparat penegak hukum melakukan upaya persuasif dan mengimbau masyarakat untuk tidak mengibarkan bendera tersebut.

Sedangkan Ketua Komite Peralihan Aceh (KPA) Pusat, Muzakir Manaf juga mengeluarkan instruksi agar tidak ada pengibaran bendera saat milad GAM.

“Kita sudah melakukan upaya persuasif mengimbau dan melarang masyarakat Aceh untuk tidak mengibarkan bendera bulan bintang karena itu masih secara hukum belum resmi. Belum disetujui oleh pemerintah pusat,” jelas Goenawan.

Polisi sambung Goenawan mendeteksi beberapa lokasi yang terdeteksi menjadi wilayah pengibaran bendera seperti di Gunung Seulawah Aceh Besar, Aceh Jaya, Lhokseumawe, Aceh Timur, dan Bener Meriah.

“Semua barang bukti bendera dan baliho kita amankan sebagai barang bukti untuk tindak lanjut penyelidikan selanjutnya,” kata Goenawan.

Di Aceh, bendera bulan bintang sudah disahkan menjadi bendera Aceh oleh Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) beberapa waktu lalu. Hal itu tertuang dalam Qanun tentang Bendera dan Lambang Aceh.

Namun pembahasan soal bendera ini hingga kini belum ada titik temu antara Pemerintah Aceh dengan pemerintah pusat. Selama belum ada persetujuan pemerintah pusat, bendera bulan bintang tetap belum boleh dikibarkan.

Polisi sedang menelusuri pengibaran bendera bulan bintang saat peringatan milad Gerakan Aceh Merdeka (GAM) pada Minggu (4/12). Polisi sudah mendeteksi lokasi pengibaran bendera tersebut.

“Kita identifikasi di daerah terpencil dan tersembunyi. Tapi lokasi persisnya masih kita selidiki,” ujar Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Goenawan saat dihubungi wartawan, Senin (5/12/2016).

Peringatan Milad GAM ke-40 pada Minggu (4/12) digelar mantan kombatan di Aceh dengan menggelar doa bersama dan menyantuni anak. Pihak TNI dan Polri sudah mengantisipasi pengibaran bendera bulan bintang.

Bintang Bulan Berkibar pada Milad GAM di Aceh Jaya | PT Solid Gold Berjangka Pusat

PT Solid Gold Berjangka Pusat
4 Desember adalah hari deklarasi Gerakan Aceh Merdeka, ini bukan berarti membangkitkan kembali pemberontakan, tetapi untuk mengenang dan berdoa untuk para syuhada yang telah berjasa berjuang menuntut keadilan. PA dan KPA di setiap Sagoe di wilayah Meureuhom Daya memperingati milad GAM,” jelasnya.

Dikatakannya, milad GAM itu merupakan kegiatan tahunan yang selalu dilaksanakan di Aceh Jaya dipusatkan di makam al syahid di setiap kecamatan. Kegiatannya antara lain doa bersama untuk para syuhada, tausiah, dan memberikan santunan kepada anak yatim. Di setiap Sagoe juga mengundang camat, kapolsek, Danramil, dan tokoh-tokoh masyarakat, termasuk anak yatim dan janda korban konflik

Dikatakannya, peringatam milad ke-40 GAM dilakukan secara sederhana di kawasan kaki gunung Kemukiman Pante Cermin, Lamno dalam kondisi aman dan nyaman, karena lokasinya agak jauh dari pemukiman penduduk.

Juru Bicara PA Aceh Jaya, Azis Muhajir yang dikonfirmasi Serambi secara terpisah mengatakan, dalam hal pengibaran bendera Bintang Bulan pihaknya tidak mengetahui sebab tak ada instruksi dari pimpinan. Namun jika pun ada, itu hanya keinginan masyarakat sendiri bukan perintah.

Sedangkan peringatan milad GAM di kecamatan lainnya di Aceh Jaya hanya dilangsungkan dengan tausiah dan doa bersama dipusatkan secara terbuka di Krueng Sabe dihadiri tokoh-tokoh mantan kombatan dan masyarakat tanpa upacara dan pengibaran bendera.

“Pengibaran bendera Bintang Bulan yang kita laksanakan di kawasan Lamno untuk mengenang kembali arwah dan jasa para syuhada yang telah mendahului kita semasa perjuangan GAM dulu. Sebab mereka telah banyak bekorban, baik harta, tenaga, pikiran bahkan nyawa, sehingga kita laksanakan upacara tersebut,” kata Zulkifli, seorang mantan kombatan yang bertindak sebagai juru bicara sekaligus peserta upacara kepada Serambi Minggu (4/12).

Ratusan eks kombatan GAM di Kecamatan Jaya (Lamno), Kabupaten Aceh Jaya, Minggu (4/12) memperingati milad ke-40 yang dilaksanakan dalam satu upacara di kaki gunung pinggir sungai, Kemukiman Pante Cermin, Kecamatan Jaya. Upacara tesrebut ditandai dengan pengibaran Bendera Bintang Bulan diiringi kumandang azan pada saat pengibaran dan shalawat saat penurunan.

Bertindak sebagai inspektur upacara pada peringatan milad ke-40 GAM di Kecamatan Jaya, Sofyan alias Lampoh diikuti peserta dari kalangan mantan kombatan lengkap dengan seragam loreng dan baret.

Milad GAM di Tamiang Diisi Tausiah dan Santunan Anak Yatim | PT Solid Gold Berjangka Pusat

PT Solid Gold Berjangka Pusat

Dikatakan, upaya perubahan Aceh Tamiang yang lebih baik sepenuhnya adalah kepentingan masyarakat umum, bukan kepentingan KPA semata-mata.

Yusuf Jali juga mengajak warga untuk terus menjaga perdamaian, sebab tanpa dukungan rakyat, KPA tidak dapat berbuat apa-apa.
Hal senada juga diungkapkan Ketua PA, Sahar. Ia mengajak warga Tamiang untuk memenangkan kandidat yang diusung PA dalam Pilkada Aceh 2017, karena pembangunan di Aceh Tamiang masih tertinggal dibandingkan kabupaten/kota lain.

Abu Paya Pasi dalam tausyiahnya menekankan akan pentingnya keselarasan antara umara dan ulama dalam membangun Aceh, dan keduanya harus saling mendukung. “Memang saat ini ulama belum memimpin Aceh, namun kita butuh pemimpin yang dekat dan mau mendengar para ulama saat dikritik, demi kemajuan umat dan daerah,” ujarnya.
Sementara Ketua KPA Yusuf Jali, mengajak warga Aceh Tamiang untuk bersama-sama menjaga keberadaan Partai Aceh (PA), karena partai ini lahir dari tonggak sejarah kedamaian Aceh.

“Bantu dan dukung Partai Aceh dalam mewujudkan kemakmuran untuk semua lapisan masyarakat, dan mari bergerak bersama-sama mendukung calon Gubernur-Wakil Gubernur Aceh, Muzakir Manaf-TA Khalid serta calon bupati-wakil bupati Aceh Tamiang, Ir Rusman-HM Ichsan,” pintanya.

Turut hadir, mantan Panglima GAM wilayah Teuming, Tgk Mustafa Kamal alias Cek Mus, mantan Panglima KPA wilayah Teuming, Tgk Helmi, jajaran pengurus KPA dan PA Aceh Tamiang, anggota DPRK, serta tokoh masyarakat Tamiang.

Selain itu juga hadir masyarakat yang sangking ramainya banyak yang sebagian tempat duduk. Panitia bahkan sempat kewalahan, karena persediaan nasi kotak sebanyak 5.000 nyaris tak mencukupi.

Sedangkan penyerahan santunan dilakukan secara simbolis oleh Ketua KPA wilayah Teuming Yusuf Jali, Ketua PA, Dilza Fatia alias Sahar, calon bupati Aceh Tamiang Ir Rusman, dan cawabup H M Ichsan Ibnu Zakwan. Santunan diberikan kepada 300 anak yatim yang sebagiannya merupakan anak korban konflik.

Komite Peralihan Aceh (KPA) wilayah Aceh Tamiang, Minggu (4/2) memperingati milad ke-40 Gerakan Aceh Merdeka (GAM) di lapangan bola kaki Desa Raja Tuha, Kecamatan Manyak Payed, Kabupaten Aceh Tamiang. Peringatan dilakukan dengan cara sederhana, diisi dengan doa bersama, tausyiah, dan santunan kepada ratusan anak yatim.

Dalam acara itu juga dilakukan peusijuk oleh pimpinan Pesantren Dayah Bustanul Huda Aceh, Desa Alue Cek Doi, Kecamatan Julok, Tgk H M Ali atau yang akrab disapa Abu Paya Pasi, kepada calon bupati/wakil bupati Aceh Tamiang, Ir Rusmana dan H M Ichsan Ibnu Zakwan.

Solid Gold

Advertisements
This entry was posted in Uncategorized and tagged , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s