Ikuti arahan Presiden Jokowi, LPEI fokus biayai UKM orientasi ekspor

Indonesia Eximbank menyelenggarakan acara investor gathering | PT Solid Gold Berjangka Cabang Palembang

PT Solid Gold Berjangka Cabang Palembang

Dalam penyaluran kredit ini, LPEI membutuhkan pendanaan. Berdasarkan UU LPEI, LPEI dapat memperoleh pendanaan melalui penerbitan surat berharga, pinjaman termasuk dari pemerintah, hibah dan penempatan dana oleh Bank Indonesia.

“Mendukung pendanaan ini, LPEI akan menerbitkan surat berharga sebesar Rp 14 triliun dalam bentuk Rupiah dan equivalen USD 500 juta dalam bentuk valas,” sambungnya.

Sumber pendanaan LPEI di 2016 mencapai total outstanding senilai Rp 78,4 triliun. Angka ini terdiri dari obligasi Rp 39,9 triliun dan pinjaman yang diterima Rp 38,5 triliun.

Di 2017 ini, LPEI akan menjalankan amanat dan cita-cita Presiden Jokowi yaitu memajukan pengusaha kecil atau UMKM berorientasi ekspor. Dalam hal ini, pihaknya akan bersinergi dengan kementerian dan lembaga terkait.

“Sebagaimana permintaan Jokowi, kita di 2017 akan fokus pada pengembangan dan pembiayaan UKM berorientasi ekspor. Selain itu, kita juga akan fokus pada penyaluran ke komoditas unggulan, penetrasi pasar non-tradisional,” katanya.

Dalam acara ini, Plt Direktur Eksekutif Indonesia Eximbank, Susiwijono Moegarso membanggakan kinerja LPEI yang terus tumbuh dari 2009-2016 lalu. Pertumbuhan aset rata-rata mencapai 37,22 persen per tahun. Pembiayaan tumbuh 42,23 persen per tahun.

“Total aset mencapai Rp 99,01 triliun di 2016 atau naik 16,51 persen dari 2015 yang hanya Rp 84,97 triliun,” katanya saat membuka acara di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Selasa (7/2).

Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Indonesia Eximbank menyelenggarakan acara investor gathering di Jakarta. Hadir dalam acara ini Menteri Keuangan Sri Mulyani, mantan menteri keuangan Chatib Basri, dan lainnya.

 

Baca Juga : LPEI Tahun Ini Fokus Pengembangan Ekspor UKM | PT Solid Gold Berjangka Cabang Palembang

Sepanjang 2016, Eximbank Himpun Dana Hingga Rp78,4 Triliun | PT Solid Gold Berjangka Cabang Palembang

PT Solid Gold Berjangka Cabang Palembang

Pada 2017, Raharjo menambahkan, Indonesia Eximbank berencana menerbitkan surat berharga sebesar Rp14 triliun dalam bentuk rupiah dan US$500 juta dalam bentuk valas.

Sementara itu, penjaminan yang dilakukan Indonesia Eximbank sepanjang 2016, mencapai Rp8,13 triliun dan asuransi ekspor sebesar Rp9,43 triliun. Tahun ini, pihaknya menargetkan keduanya naik 7,9 persen.

Sedangkan total aset Indonesia Eximbank pada 2016 mencapai Rp99,01 triliun, atau naik 16,51 persen dari tahun sebelumnya sebesar Rp84,97 triliun. Sementara itu, pembiayaan yang disalurkan di 2016 mencapai Rp88,48 triliun, atau naik 18,2 persen dari 2015 sebesar Rp74,83 triliun.

Raharjo menjabarkan, untuk total penerbitan obligasi terdiri dari Rp32,67 triliun merupakan surat berharga dalam bentuk rupiah, dan Rp7,2 triliun berbentuk surat berharga valuta asing.

“Indonesia Eximbank sudah masuk obligasi rupiah sejak 2010 secara berkesinambungan. Dalam enam tahun terakhir, kami tercatat sebagai penerbit obligasi rupiah terbesar,” tuturnya.

Raharjo merincikan, dari total outstanding pembiayaan tersebut Rp39,9 triliun berasal dari obligasi, sementara sisanya atau Rp38,5 triliun berasal dari pinjaman.

“Dengan total outstanding itu, kami berhasil me-leverage (meningkatkan) 7,33 kali modal yang disetor pemerintah,” ujarnya dalam acara Investor Gathering Indonesia EximBank di Ritz Carlton, SCBD, Jakarta, Selasa 7 Februari 2017.

Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia, atau Indonesia Eximbank mencatat, sepanjang 2016, telah mengumpulkan pendanaan dengan total outstanding sebesar Rp78,4 triliun.

Direktur Pelaksana III Indonesia Eximbank, Raharjo Adisusanto menjelaskan, pendanaan tersebut berasal dari penerbitan obligasi maupun pinjaman.

Sri Mulyani Gembira Ekspor Indonesia Masuk Zona Hijau di 2016 | PT Solid Gold Berjangka Cabang Palembang

PT Solid Gold Berjangka Cabang Palembang

Sehingga, perekonomian di Indonesia memiliki ketahanan yang kuat dalam menghadapi tantangan-tantangan perekonomian global.

“LPEI bisa penetrasi pembiayaan dan akomodasi UMKM dapat support pembiayaan dan penetrasi pasar ekspor. Ini penting bagi kita ciptakan daya tahan ekonomi Indonesia yang enggak boleh tergantung sedikit pasar dan sedikit pelaku,” katanya.

Ia pun mengimbau kepada LPEI untuk terus bekerja keras dan memberikan dukungan kepada para pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di Indonesia dalam meningkatkan produksi ekspornya.

Pasalnya, UMKM memiliki peran yang sangat penting untuk menggerakkan perekonomian nasional.

mendengar kabar ekspor Indonesia saat ini sudah masuk dalam zona hijau di tahun 2016 lalu.

Menurut Ani, hal ini tak terlepas dari kerja keras Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) sebagai agen yang didirikan pemerintah untuk menyukseskan program ekspor nasional.

“LPEI berusia tujuh tahun didirikan 2009, ini satu lembaga diharapkan beri berbagai fungsi dan dukungan yang sulit diperoleh dari mekanisme market biasa. Masuk ke hal yang tidak bisa dimasuki sebelumnya ke ekspor,” kata Ani dalam acara investor gathering LPEI di Hotel Ritz carlton, SCBD, Jakarta Selatan, Selasa (7/2/2017).

 

Advertisements
This entry was posted in PT Solid Gold Berjangka Cabang Palembang and tagged , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s