Cerita Getirnya Rapat Pansel Pimpinan OJK Hingga Setengah Lima Subuh

Sebanyak 21 nama calon pimpinan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah sampai di tangan Presiden | PT Solid Gold Berjangka Pusat

 

PT Solid Gold Berjangka Pusat

Ketua Pansel sekaligus Menteri Keuangan Sri Mulyani mengapresiasi kerja tim yang ia pimpin. Ia juga berterimakasih kepada jajaran staf yang membantu tim sehingga bisa menyerahkan 21 nama calon pimpinan OJK ke Presiden Jokowi.

Nantinya Presiden akan memilih 14 nama untuk diserahkan kepada DPR. Selanjutnya, DPR akan melakukan uji kelayakan dan kepatutan.

Presiden memilik 12 hari kerja untuk menyerahkan 14 nama ke DPR. Sementara DPR memiliki waktu 45 hari kerja untuk melakukan uji kelayakan dan kepatutan dan memilih tujuh nama.

Kemudian, tujuh nama itu akan diserahkan kepada Presiden untuk dilantik. Pelantikan pimpinan OJK periode 2017-2022 sendiri akan dilakukan pada 20 Juli 2017.

Anggota Pansel lainnya sekaligus Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo juga mengungkapkan getirnya mengemban tugas memilih pimpinan OJK.

Pada seleksi tahap ke-4, 9 Anggota Pansel harus mewawancarai 30 nama yang lolos seleksi tahap ke-3. Wawancara itu harus berjalan hingga tiga hari berturut-turut pada 9-11 Maret 2017.

“Pada 3 hari itu (wawancara) dari jam 9 sampai lebih dari jam 12 malam. Itu agar kami bisa menggali informasi,” kata Agus.

Meski begitu, ia menegaskan bahwa sensus proses seleksi dilakukan secara terbuka dan tidak ada anggota Pansel yang dominan.

“Selama proses tahap 1 hingga tahap 4 itu tidak ada perbedaan pendapat dan itu aklamasi untuk memilih 21 nama itu,” ucap Agus.

Pada seleksi tahap ke-2, selain memeriksa makalah dari peserta, panita juga menggandeng KPK, PPATK, hingga Mahkamah Agung untuk menelusuri rekam jejak 107 nama peserta yang lolos seleksi tahap pertama.

Tak cuma itu, masyarakat juga dilibatkan untuk memberikan informasi langung kepada panitia seleksi melalui email. Akhirnya, dari 107 nama, hanya 35 nama yang dinyatakan lolos ke tahap kedua.

Padahal kata Toni, Pansel dan masyakarat sudah memiliki ekspektasi tinggi kepada para calon pimpinan OJK sejak awal.

( Baca : Jokowi akan Pilih 14 Nama Calon Anggota DK OJK )

“Itu lah menurut saya bagian tersulit dari proses penjaringan ini. Itu yang menimbulkan kontroversi yang hangat di masyarakat,” kata dia.

Di luar itu, banyak cerita yang membumbui proses seleksinya. Getirnya tak hanya dirasakan peserta, tetapi juga bagi anggota panitia seleksi. Anggota Pansel yang juga Ekonom Universitas Gajah Mada, Toni Prasetiantono bahkan mengungkapan, harus ikut rapat hingga 04.30 WIB untuk menentukan nama-nama yang lolos seleksi tahap ke-2.

“Tentu saja susah (menentukan nama yang lolos). Bahkan kami sempat mencatat rekor rapat sampai setengah lima pagi. Itu terjadi pada 25 Februari dini hari,” ujarnya di Jakarta, Senin (13/3/2017).

Rapat hingga dini itu teramat getir bagi Toni. Sebab, banyak nama-nama yang memiliki kapasitas dan pengalaman harus tersingkir lantaran aspek non-teknis.

Sebanyak 21 nama calon pimpinan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah sampai di tangan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Nama-nama itu telah lolos sekali tahap 1-4 yang dilaksanakan sejak Januari 2017 lalu.

 

Akan Diseleksi Jokowi, Agus Santoso: Saya Bersyukur Saja | PT Solid Gold Berjangka Pusat

Sementara itu, nama yang lolos dan berada diurutan pertama sebagai Calon Anggota yang membidangi Edukasi dan Perlindungan Konsumen yaitu Tirta Segara. Ia mengaku senang telah berhasil melalui tahap wawancara dengan pansel. Ia juga mengatakan kini lebih semangat menghadapi tahap berikutnya.

“Terima kasih atas perhatian dan doanya. Menambah semangat saya,” kata Tirta.
Sebelumnya, Ketua Pansel yang juga Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, dari 21 nama tersebut, lima orang berasal dari Bank Indonesia, lima berasal dari OJK, lima berasal dari industri, tiga dari Kementerian Keuangan, dua dari akademisi, dan satu dari pemerintahan non Kementerian Keuangan.

Panitia seleksi (pansel) Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (DK OJK) telah mengumumkan 21 nama yang lolos seleksi wawancara. Selain itu, pansel juga telah menyerahkan nama-nama tersebut ke Presiden Jokowi (Jokowi) untuk dipilih menjadi hanya 14 peserta. Dari 14 tersebut akan diserahkan ke DPR untuk dipilih lagi menjadi tujuh DK OJK periode 2017-2022.

Salah satu nama yang lolos dan berada diurutan kedua Calon Wakil Ketua sebagai Ketua Komite Etik merangkap Anggota adalah Agus Santoso. Ia bersyukur dengan hasil yang ada saat ini, namun ia enggan memberikan komentar lebih lanjut.

“Terimakasih, saya bersyukur saja. Untuk komentar lebih jauh nanti ya, sabar,” ujar Agus saat dihubungi kumparan (kumparan.com), Selasa (14/3).

Sri Mulyani: Akibat Krisis ’98, Pemerintah Masih Utang Rp 244 Triliun | PT Solid Gold Berjangka Pusat

Selanjutnya, Presiden akan memilih 14 nama dan akan disampaikan kepada DPR untuk uji kelayakan dan kepatutan.

Nantinya DPR hanya memilih 7 nama yang akan menduduki kursi pimpinan OJK selama 5 tahun ke depan.

Pada Juli 2017 nanti, masa jabatan pimpinan OJK akan selesai. Presiden Joko Widodo sudah membangun panitia seleksi untuk mencari calon pimpinan baru otoritas pengawas sektor keuangan itu.

Sejak Januari 2017, seleksi sudah dimulai. Hari ini Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah menerima 21 nama calon pimpinan OJK periode 2017-2022.

Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo menilai, krisis 20 tahun silam itu harus dijadikan pelajaran berharga bagi bangsa untuk menjaga stabilitas sektor keuangan termasuk perbankan di dalamnya.

Apalagi saat ini, 71 persen ekonomi nasional masih dibiayai oleh perbankan. Bahkan kata Agus, total aset industri jasa keuangan nasional sudah mencapai Rp 16.000 triliun.

Salah satu upaya untuk menjaga sektor keuangan adalah memastikan otoritas yang mengawasinya yakni Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dipimpin oleh orang-orang yang memiliki kemampuan dan integritas tinggi.

Menurut perempuan yang kerap disapa Ani itu, beban utang tersebut hanya sebagian dari total biaya yang ditanggung pemerintah akibat rusaknya sektor keuangan nasional pasca krisis 1997-1998.

“Saat krisis, sebagaian Anda pasti masih balita. Tapi 97-98 itu krisis ekonomi dimana biaya untuk membenahi sektor keuangan itu mencapai 75 persen dari GDP kita,” kata Sri Mulyani.

Dua puluh tahun pasca krisis ekonomi 1997-1998, pemerintah masih memiliki banyak kewajiban. Salah satunya yakni membayar utang akibat krisis tersebut.

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengungkapkan, total sisa utang yang masih harus ditanggung pemerintah mencapai Rp 195 triliun ditambah Rp 49 triliun. “Itu surat utangnya masih ada sampai sekarang. Masih harus kami bayar,” ujar Sri Mulyani saat menggelar konferensi pers di Jakarta, Senin (13/3/2017).

 

 

Solid Gold Berjangka

Advertisements
This entry was posted in PT. Solid Gold Berjangka Pusat and tagged , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s