Ignasius Jonan segera wajibkan SPBU sediakan dispenser gas

Ignasius Jonan, segera mewajibkan SPBU menyediakan dispenser untuk BBG | PT Solid Gold Berjangka Pusat

PT Solid Gold Berjangka Pusat

Ia mengatakan setidaknya dalam satu SPBU, nanti akan ada satu selang pengisian untuk bahan bakar gas di seluruh Indonesia. Seluruh SPBU di Indonesia setidaknya berjumlah 5.000 titik.

Setelah semua peraturan menteri keluar, ia menargetkan setidaknya paling lama sekitar 12 bulan penyediaan dispenser gas dan satu selang gas setiap SPBU bisa diimplementasikan.

“Saya sudah bicarakan hal ini kepada Hiswana Migas, langkah ini akan mendorong konversi BBM menjadi BBG. Konversi dianggap berhasil apabila pengguna mobil pribadi sudah berganti menjadi BBG semua,” katanya.

Menteri ESDM, Ignasius Jonan, segera mewajibkan SPBU menyediakan dispenser untuk BBG.

“Secepatnya kami keluarkan peraturan menteri, cepat ukuran saya itu sekitar satu sampai dua Minggu ke depan untuk aturan penyediaan dispenser gas di SPBU,” kata Jonan, ketika membuka acara diskusi konversi BBG, di Jakarta Selatan, Selasa.

Jonan Akan Wajibkan Setiap SPBU Jualan BBG | PT Solid Gold Berjangka Pusat

“SPBU di Indonesia ada sekitar 5.000-an. Nanti ditentukan per wilayah dalam enam bulan harus pasang dispenser gas, atau 18 bulan. Kalau itu bisa, nanti mungkin dalam 1-2 tahun akan ada 5.000 dispenser gas di setiap SPBU. Minimal satu, atau mungkin dari empat nozzle, atau delapan nozzle di dispenser, ada satu nozzle-nya itu untuk gas,” kata Jonan.

Dia mengatakan, telah memperhatikan penggunaan BBG sejak menjabat menteri perhubungan, bahkan saat menjadi Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia. Ke depannya, ujarnya, pihaknya juga akan menggandeng Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) untuk mendorong kebijakan ini.

“Saya kira, Gaikindo, atau auto industry akan mendukung. Saya masih ingat dua tahun lalu, pak Sudirman Said (mantan Menteri ESDM) mengajak pertemuan dengan Gaikindo dengan Astra Internasional. Waktu saya di perhubungan, ajak diskusi bagaimana bisa jalan.

Gaikindo bilang, kalau ada pompa gas nya akan kita push,” tutur dia.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan mengatakan, pihaknya akan menerbitkan aturan berbentuk Peraturan Menteri (Permen) dalam waktu satu sampai dua minggu ke depan.

Hal itu diyakini, akan mendorong konversi penggunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) ke Bahan Bakar Gas (BBG).

“Karena kewenangannya di saya, jadi itu nanti akan diterbitkan Permen. Kalau ‘nanti’, bagi saya itu sekitar seminggu, atau dua minggu,” kata Jonan dalam acara ’11th Natural Gas Vehicles and Infrastructure Indonesia Forum and Exhibition’ di Darmawangsa Hotel, Jakarta, Selasa 14 Maret 2017.

Dengan adanya kewajiban ini, menurut Jonan, pasokan gas bagi masyarakat akan semakin gampang. Penentuan kewajiban ini akan ditentukan per wilayah.
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral bakal mewajibkan setiap stasiun pengisian bahan bakar umum, atau SPBU menjual Bahan Bakar Gas. Dalam kajian pemerintah, minimal dalam setiap SPBU, ada satu dispenser gas, atau satu nozzle gas.

Aturan SPBU Wajib Punya Unit Pengisian BBG Rampung 2 Minggu | PT Solid Gold Berjangka Pusat

Jonan melanjutkan, gagasan tersebut bakal memudahkan penyediaan BBG untuk kendaraan. Sebab, kata dia, pembangunan SPBG selama ini banyak terkendala pembebasan lahan. Dengan diwajibkannya SPBU menyediakan BBG, maka masalah itu menjadi solusi.

“Saya sendiri lebih cenderung mengambil inisiatif gini aja, dari dulu bikin SPBG setengah mati lahan nggak ada, terus kalau izin sih mestinya nggak terlalu sulit. lahan enggak ada, kalau pun lahan ada tempatnya jauh, suplai gas enggak ada,” tuturnya.

“Selama ini orang bilang chicken and egg, the gas station or auto industry or government or who else? siapa saja gitu?,” kata Jonan.

( Baca : Dukung Energi Bersih, Kendaraan Umum Dipasang Konverter Kit )

Oleh sebab itu, Jonan mengatakan, dengan membangun setidaknya satu dispenser BBG di setiap SPBU, dinilai bisa menjadi solusi yang tepat untuk menangani kondisi tersebut.

Dengan begitu, jumlah infrastruktur pengisian BBG akan meningkat dan dapat melayani kendaraan yang menggunakan BBG.

“Mudah-mudahan akan ada Permen (Peraturan Menteri), kewajiban bahwa setiap SPBU harus punya satu dispenser gas jadi gampang,” kata Jonan.

Jonan mengatakan, selama ini pengembangan BBG di Indonesia bagaikan telur dan ayam. Keberadaan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG) masih minim. Di sisi lain, pembangunan SPBG belum menarik karena kendaraan yang menggunakan BBG yang saat ini jumlahnya masih sedikit.

Jonan mengatakan, selama ini pengembangan BBG di Indonesia bagaikan telur dan ayam. Keberadaan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG) masih minim. Di sisi lain, pembangunan SPBG belum menarik karena kendaraan yang menggunakan BBG yang saat ini jumlahnya masih sedikit.

 

 

Solid Gold 

 

Advertisements
This entry was posted in PT. Solid Gold Berjangka Pusat and tagged , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s