Menteri Rini: Pertamina Harus Top Tiga Penguasa Migas Dunia

Target ini harus dicapai dalam lima tahun ke depan | PT Solid Gold Berjangka Cabang Semarang

PT Solid Gold Berjangka Cabang Semarang

“Jadi, targetnya minimal top tiga, lima tahunlah, yah masa enggak sampai sih. Insya Allah, saya yakin dengan semangat betul-betul menerapkan strategi untuk Pertamina itu, saya yakin dengan inovasi akan terus menegakkan good goverment akan tercapai,” jelasnya.

Ia pun berharap, prestasi Pertamina dalam melakukan program quality management dapat menjadi role model untuk perusahaan BUMN lainnya.

“Tentu, knowladge ini dapat di share dengan BUMN lain, sehingga BUMN yang belum punya standar sama dengan Pertamina bisa mencapai apa yang dicapai pertamina.

( Baca : Sahkan Dirut Baru, Pertamina Gelar RUPS Kamis Besok )

Bahkan, agar BUMN kita dapat menjadi kebanggaan untuk anak cucu kita,” ungkapnya.

Pertamina bisa menghasilkan apa yah saving (penghematan) sebesar Rp26 triliun dan keuntungannya itu jadi sangat besar.

Satya Lencana oleh Presiden jokowi itu menunjukkan kemampuan Pertamina di tingkat nasional,” ujarnya dalam acara Annual Pertamina Quality Award di Kantor Pertamina, Jakarta, Rabu 15 Maret 2017.

Kemudian, ia menargetkan, Pertamina dalam lima tahun ini dapat mencapai peringkat tiga besar dalam ranking perusahaan dunia yang eksis di bidang migas.

Menteri Badan Usaha Milik Negara Rini Soemarno mengungkapkan, kebanggaannya terhadap kinerja PT Pertamina, sebagai BUMN yang bergerak di bidang minyak dan gas bumi.

Rini bangga, karena di tengah tantangan ekonomi, Pertamina dapat berinovasi, sehingga dapat melakukan penghematan Rp26 triliun. Pertamina juga diungkapkannya, memiliki manajemen yang baik hingga mendapatkan Satya Lencana dari Presiden Joko Widodo.

Mafia Minyak Bermanuver Incar Posisi Dirut Pertamina | PT Solid Gold Berjangka Cabang Semarang

Menurut dia, siapapun yang menjadi Dirut Pertamina maka dia punya kewajiban membuat Pertamina mampu terbukti meningkatkan laba besar dan mampu melayani ketersediaan minyak dan gas bagi rakyat. Dan yang tak lupa, kata Arief, Dirut harus mampu mewujudkan satu harga BBM dan elpiji di seluruh wilayah indonesia.

Dan diharapkan juga, katanya, orang tersebut tetap fokus dalam mencegah timbulnya pratek mafia di Pertamina yang bisa merugikan negara, juga menjaga agar program transformasi di Pertamina bisa selesai dengan baik. “Menurut info yang saya dapat, orang yang akan ditempatkan Pak Joko Widodo di Pertamina sangat independent dan tidak punya kepentingan dengan parpol dan elit elit politik serta mafia impor minyak,” imbuhnya.

Saat ini, menurut dia, pilihan Presiden Joko Widodo sudah ditangan Menteri BUMN, karena itu FSP BUMN Bersatu meminta pihak parpol dan elit politik yang dibeking mafia migas serta kelompok “papa minta saham Freeport” untuk tidak bermanuver dan memaksakan kehendak yang bisa nanti ditolak karyawan Pertamina dengan aksi mogok nasional. “Biarkan Kementerian BUMN yang diberi tugas untuk mensupervisi Pertamina dan mencari orang yang pantas memilih Dirut Pertamina yang professional yang nantinya disampaikan ke Presiden Jokowi,” pungkasnya.

Arief yang juga Wakil Ketua Umum Gerindra mengatakan posisi Dirut Pertamina boleh saja diisi oleh orang luar pertamina sepanjang orang tersebut punya leadership yang kuat, mampu memotivasi seluruh pekerja untuk bisa bekerjakeras bersama sama, mampu mempersatukan Direksi yang ada, terbukti handal dalam menjalankan BUMN yang ada, mampu membuat terobosan bisnis yang bisa membuat Pertamina menghasilkan laba besar tanpa mengandalkan kepada harga minyak dunia yang terpuruk saat ini.

“Sebagai info A1 dari orang yang paling dekat dan paling bisa dipercaya oleh Presiden Joko Widodo selama ini yang tinggal di Solo, sebenarnya saya sudah dapat info kalau Pak Joko Widodo itu menginginkan Pertamina dipimpin oleh orang yang berasal dari Legacy Pertamina sendiri yang memiliki prestasi tinggi dalam menejemen Pertamina disaat pasar minyak dan gas mengalami krisis dengan banyaknya perusahana minyak dunia yang tutup dan mengarah pada chapter eleven (bangkrut),” tukasnya.

Ketua umum Federasi Serikat Pekerja BUMN Bersatu Arief Poyuono menilai perebutan penempatan posisi Dirketur Utama PT Pertamina selalu menjadi hal yang saling tarik ulur antara kepentingan partai politik yang dibackup habis oleh “para mafia migas” maupun elite elit politik yang selama ini usahanya selalu menjadi benalu di Pertamina atau lintah migas yang meyedot kekayaan negara.

“Saat ini muncul lagi isu kalau yang akan ditempatkan sebagai Dirut Pertamina adalah Dirut Krakatau Steel yang masih aktif, tentu saja ini akan jadi blunder lagi karena secara filosofi jenis bisnis yang dipimpin Dirut PT KS dengan jenis bisnis Pertamina itu beda sekali,” ungkap Arief di Jakarta, Selasa (14/3).

Makanya, menurut dia menempatkan orang sebagai Dirut BUMN seperti Pertamina yang bisnis minyaknya terpuruk karena turunnya harga minyak dunia, harus dipertimbangkan benar oleh pemerintah. “Karena jika ternyata perolehan laba pertamina anjlok dibanding tahun sebelumnya maka yang akan menanggung beban disesalkan oleh rakyat adalah pemerintah itu sendiri,” jelasnya.

Disebut Jadi Bos Pertamina, Ini Gebrakan Elia Massa Manik di PTPN | PT Solid Gold Berjangka Cabang Semarang

Elia Massa Manik belum bisa dimintai konfirmasi soal penunjukan dirinya sebagai Direktur Utama Pertamina. Panggilan telepon Tempo tidak dijawab.

Sebelum memimpin induk BUMN perkebunan, Elia pernah menjadi Direktur Utama Elnusa, anak usaha Pertamina di bidang jasa pengeboran minyak periode 2011-2014. Dalam beberapa kesempatan, ia mengatakan BUMN di Indonesia masih bersifat sentralistik dan birokratis. “Banyaknya regulasi dan stakeholder memperlambat dalam pengambilan keputusan,” kata dia, seperti dikutip Swa.co.id.

Elia mengatakan arah kebijakan politik pemerintah terhadap BUMN juga sangat berpengaruh terhadap rencana jangka panjang perusahaan negara. Tak aneh bila banyak perencanaan jangka panjang BUMN yang tak konsisten.

Direktur Utama PT Perkebunan Nusantara (Holding), Elia Massa Manik, disebut-sebut telah ditunjuk sebagai Direktur Utama PT Pertamina (Persero) menggantikan Dwi Sutjipto, yang diberhentikan pada akhir Januari lalu. Pelantikan sebagai orang nomor satu di perusahaan minyak milik negara itu akan dilakukan dalam beberapa hari ke depan.

Sumber Tempo di Istana dan Kementerian Badan Usaha Milik Negara membenarkan penunjukan Elia. “Pelantikan cukup dengan surat Menteri BUMN,” ujar sumber itu, Selasa, 14 Maret 2017. Menurut dia, pelantikan Direktur Utama Pertamina yang baru dilakukan tanpa melalui rapat umum pemegang saham. “Karena bukan perusahaan terbuka.” Adapun sumber lain menyebutkan, Elia dipilih karena tidak mewakili dua kubu yang berseberangan di Pertamina. “Dia orang luar Pertamina dan netral.”

Menteri Rini justru memperpanjang masa jabatan Yenni dengan alasan belum mendapatkan nama-nama calon terbaik untuk menjadi Direktur Utama Pertamina. Menurut Rini, pencopotan Dwi Soetjipto dan Ahmad Bambang terkait dengan masalah kepemimpinan. “Kalau saya melihat, masalahnya adalah personality,” kata dia, beberapa waktu lalu.

Kemampuan pemimpin, ujar Rini, sangat penting untuk menjalankan organisasi. Pemimpin yang baik bisa bekerja dalam bentuk struktur apa pun. Rini mengkritik kepemimpinan Dwi dan Ahmad Bambang dalam mengelola perusahaan. “Jangan akhirnya perusahaan dipakai untuk ajang kepentingan perorangan.”

 

Solid Gold

Advertisements
This entry was posted in PT Solid Gold Berjangka Cabang Semarang and tagged , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s