Jokowi Instruksikan Percepat Sertifikasi Lahan

(Jokowi) menginstruksikan agar proses sertifikasi lahan segera dipercepat | PT Solid Gold Berjangka Cabang Makassar

PT Solid Gold Berjangka Cabang Makassar

Di samping itu yang berkaitan dengan ini dalam rangka pemerataan ekonomi juga penting adalah pendampingan setelah diberi itu apa yang akan dilakukan menurut saya kita bisa meniru felda (federal land development authority),” kata Jokowi.

Ia menjelaskan, pendampingan yang diberikan dapat dilakukan oleh perusahaan-perusahaan BUMN terkait, seperti oleh PT BRI, dan lain-lain. Jokowi pun optimistis apabila kebijakan ini dapat segera diselesaikan maka masyarakat akan segera mendapatkan manfaatnya.

Menteri ATR/Kepala BPN, Sofyan Djalil menyampaikan sertifikasi lahan yang dilakukan saat ini telah berjalan sesuai target yang ditetapkan. Pada tahun ini, kementeriannya menargetkan lima juta hektare lahan telah tersertifikat.

Yang pertama yang berkaitan dengan kecepatan sertifikasi lahan. Agar ini dimatangkan oleh kementerian agraria dan BPN, oleh kementerian LHK, kembali lagi kecepatan sertifikasi lahan,” kata Jokowi dalam sidang kabinet paripurna, di Istana Negara, Jakarta, Rabu (15/3).

Tak hanya itu, Jokowi juga meminta agar format kebijakan pembagian lahan segera diputuskan. Sehingga kebijakan redistribusi aset dan reforma agraria dapat segera dijalankan. Selain itu, skema pendampingan terhadap masyarakat yang menerima lahan yang dibagikan juga harus dimatangkan.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menginstruksikan agar proses sertifikasi lahan segera dipercepat, sesuai dengan kebijakan pemerataan ekonomi masyarakat.

Ia pun meminta Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk mempercepat proses itu.

Reforma Agraria, Sofyan Djalil Masih Tunggu 2 Aturan Presiden | PT Solid Gold Berjangka Cabang Makassar

Seperti diketahui, dalam proses redistribusi aset, Presiden Joko Widodo sebelumnya mengungkapkan bahwa Indonesia dapat belajar dari Malaysia. Pasalnya program ini telah dijalankan sebelumnya oleh Federal Land Development Authority (Felda) di Malaysia. Hal ini pun menjadi bahan pelajaran bagi pemerintah.

“Polanya itu artinya penggunaan bagaimana redistribusi aset ini menggunakan pola bantuan korporasi, jadi bukan dikasih tanah, orang beri tanah itu bisa enggak ada arti.

Nanti bisa dijual lagi oleh mereka, harus diberikan pendampingan,” tutur Sofyan Djalil. Pendampingan pun dapat dilakukan oleh berbagai pihak. Salah satunya antaranya adalah perusahaan BUMN yang utamanya bergerak pada sektor perkebunan.

“Kalau pola Felda itu nanti BUMN , atau salah satu BUMN itu, PTP misalnya salah satu menjadi Bapak angkat. Jadi program diberikan, nanti diberikan dukungan perusahaan,” tukasnya.

ahan ini nantinya juga akan disertifikasi. Menurut Sofyan Djalil, pihaknya saat ini tengah menanti Peraturan Presiden (Perpres) untuk melaksanakan berbagai program dalam reforma agraria.
( Baca : Pagi Ini, Jajaran Komisaris Pertamina Datangi Kementerian BUMN )

“Perpres pertama tentang pelepasan kawasan hutan karena kawasan hutan itu yang bisa di redistribusi. Untuk dilepaskan dari kawasan hutan perlu perpres. Itu yang sedang kita selesaikan,” jelasnya. Adapun proses kedua adalah tentang proses redistribusi.

Draf Perpres tersebut, lanjutnya, saat ini telah berada di Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution.

Target kita selesai tahun ini 5 juta hektare. Ini sampai bulan kedua mungkin sudah hampir seluruh Indonesia proses pemetaannya sudah oke sampai 2 juta hektare. Tapi kita kan kemarin kekurangan anggaran, jadi 3 juta hektare lagi,” tutur Menteri Agraria dan Tata Ruang Sofyan Djalil di Kompleks Istana Negara, Rabu malam.

Pemerintah tengah menerapkan program redistribusi aset.

Pada program ini, kelompok masyarakat kecil akan menerima sejumlah lahan yang digunakan pada sektor produktif. Program ini masuk ke dalam reforma agraria. Melalui program ini, diharapkan ekonomi Indonesia dapat tumbuh secara merata.

 

RI akan Adopsi Cara Malaysia Pasok Lahan ke Masyarakat | PT Solid Gold Berjangka Cabang Makassar

“Nanti kita lihat mekanismenya, itu mekanismenya membikin, menugaskan perusahaan apakah BUMN-nya ada PTPN misalnya, atau bikin BUMN baru khusus untuk itu,” tambahnya.

Tidak hanya itu, Sofyan juga menyebutkan, sampai 2019 akan memberikan sertifikat sebanyak 5 juta hingga 2019.

“Ini sampai bulan kedua mungkin sudah hampir seluruh Indonesia proses pemetaannya udah oke sampai 2 juta. tapi kita kan kemarin kekurangan anggaran, jadi 3 juta lagi,” jelasnya.

Dalam merealisasikan hal tersebut, kata Sofyan, dirinya tengah menyelesaikan Peraturan Presiden (Perpres) mengenai pelepasan kawasan hutan dan redistribusi lahan, yang saat ini masih berada di Kemenko Perekonomian.

Polanya itu artinya penggunaan bagaimana redistribusi aset ini menggunakan pola bantuan korporasi. Jadi bukan dikasih tanah, orang diberi tanah itu bisa enggak ada arti, nanti bisa dijual lagi oleh mereka. Harus diberikan pendampingan oleh Presiden,” kata Sofyan di Komplek Istana, Jakarta, Rabu (15/3/2017).

Penerapan pendampingan di Indonesia, kata Sofyan, akan dilakukan oleh BUMN seperti PTPN yang merupakan perusahaan pelat merah dengan memiliki lahan yang banyak.

Menurut dia, dalam memberikan pendampingan juga nantinya pemerintah memberikan penugasan.

Pemerintah akan melakukan redistribusi lahan kepada kepada masyarakat yang membutuhkan. Menurut Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR) Sofyan Djalil, pemerintah mengadopsi cara yang diterapkan lembaga pengembangan lahan asal Malaysia yakni The Federal Land Development Authority.

Lembaga asal negeri jiran itu memberikan pendampingan kepada kelompok masyarakat yang mendapatkan jatah lahan dari pemerintah.

 

 

Solid Gold Berjangka 

Advertisements
This entry was posted in PT Solid Gold Berjangka Cabang Makassar and tagged , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s