Diah Anggraini Ungkap Pertemuan dengan Setnov Bahas E-KTP

Diah menjabat sebagai Sekjen Kemendagri | PT Solid Gold Berjangka Cabang Lampung

 PT Solid Gold Berjangka Cabang Lampung

Saat masuk, lanjut Irman, Diah memintanya untuk duduk di sebelah kanannya. Tak lupa, Irman sempat menyalami semuanya.
“Setelah duduk, Setya Novanto menyampaikan yang intinya, ‘bu Diah, Pak Irman, saya hari ini banyak acara, sehingga saya enggak bisa lama-lama, hanya bisa ketemu sebentar. Pokoknya masalah e-KTP, saya mendukung sepenuhnya’. setelah itu Pak Setya Novanto pamit,” kata Irman mengutip perkataan Setya Novanto.
Beberapa hari berikutnya, kata Irman, dia dan Sugiharto kembali diundang Andi Narogong di ruang Ketua Fraksi Partai Gokar Setya Novanto.

Pertemuan kedua itu untuk mematangkan pemulusan anggaran proyek e-KTP senilai Rp5,9 triliun.
Masih dalam keterangan Irman di KPK, bahwa pertemuan ketiga antara dirinya dengan Setya Novanto terjadi Jambi. Ketika itu, selain Setya Novanto juga ada mantan Menko Politik, Hukum dan Keamanan, Luhut Binsar Panjaitan.

Dalam perkara ini, Irman dan Sugiharto didakwa jaksa KPK telah memperkaya diri sendiri, orang lain dan korporasi yang merugikan keuangan negara mencapai Rp2,3 triliun terkait proyek e-KTP.

( Baca : Terdakwa Kasus E-KTP Ungkap Pesan Mendesak Setya Novanto

Mendapat pesan itu, Irman kemudian membalasnya akan hadir bersama Sugiharto. Setelah membalas pesan, Irman langsung memanggil Sugiharto dan menceritakannya.
Sugiharto, ujar Irman sempat heran atas undangan Andi Narogong. Sebab sebelumnya, mantan Ketua Komisi II DPR RI Burhanudin Napitupulu sudah menggaransi akan membantu untuk memuluskan penganggaran proyek e-KTP.

Namun, sebagaimana penjelasan Andi kepada Irman, ia lantas mencerikatannya lagi kepada Sugiharto.
“Kan Andi sudah ngomong. Kuncinya bukan di Pak Burnap (Burhanuddin Napitupulu).

Tapi di Pak Setya Novanto. Dia Ketua Fraksi Partai Golkar, Pak Burnap di bawah kendali Pak Setya Novanto,” kata Irman kepada Sugiharto saat itu.

Akhirnya, keduanya sepakat untuk datang besok harinya ke Grand Melia, Kuningan. Setelah sampai di lobby hotel, keduanya diarahkan menuju ruang rapat kecil di dalam hotel.

Pernyataan Diah Anggraini mengenai pertemuan dengan Setya Novanto ini bertolak belakang dengan keterangan Irman saat diperiksa penyidik KPK.

Irman menceritakan bahwa pertemuan itu justru karena dirinya dan Sugiharto yang ketika itu menjabat Direktur Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kemendagri, diundang Andi Agustinus alias Andi Narogong melalui Blackberry Messenger pada bulan Maret 2010.

“Pak Irman, besok Pak Nov (maksudnya Setya Novanto) berkenan untuk bertemu di Grand Melia. Kalau bisa Pak Irman hadir bersama Pak Sugiharto, jam 6 pagi,” ujarnya, mengutip pesan BBM dari Andi Narogong, sebagaimana data yang dimiliki VIVA.co.id.

Waktu di Hotel Melia, kami itu kalau ada acara Pak Irman selalu libatkan kami.

Dengan Pak Setya Novanto, Irman, Sugiharto, dan Andi Agustinus (Andi Narogong),” kata Diah saat bersaksi untuk dua mentan pejabat Kemendagri yang jadi terdawak, Irman dan Sugiharto, dalam sidang kasus korupsi e-KTP di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis 16 Maret 2017.
Diah mengatakan, pertemuan tersebut dilakukan pada pagi hari. Namun Diah tidak menyebut kapan tanggal rincinya.

Meski begitu, Diah berdalih, dalam pertemuan itu Setya Novanto hanya berpesan untuk menjaga pelaksanaan proyek e-KTP.
“Kami disampaikan di Depdagri ada program e-KTP yang juga program strategi nasional. Ayo kita jaga sama-sama. Hanya itu,” kata Diah.

Mendengar hal itu, majelis hakim menegur Diah agar tak berbohong. Kemudian hakim menyinggung tindaklanjut pertemuan itu.

“Saya tidak tahu. Karena saya hanya ikut (Irman) saja. Mungkin karena saya Sekjen,” kata Diah.

Mantan Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri, Diah Anggraini, mengaku pernah menemui politisi di DPR, Setya Novanto, untuk membahas anggaran proyek kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP). Ketika itu, Novanto menjabat Ketua Fraksi Golkar di DPR.

Kepada Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi di Jakarta hari ini, Diah mengaku diajak oleh salah satu terdakwa yang saat itu Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kemendagri, Irman, untuk bertemu Novanto di Hotel Grand Melia Kuningan, Jakarta.

Reses, Komisi II DPR Minta Uang Jajan ke Pejabat Kemendagri | PT Solid Gold Berjangka Cabang Lampung

“Saudara Miryam juga pernah datang ke ruang kerja saya di lantai tiga. Di mana pada saat itu saudara Miryam menyampaikan Bu Diah kok Irman susah dicari. Saya pusing saya dikejar-kejar anggota komisi II yang mau reses. Apa maksudnya?” Tanya Hakim Franky.

Awalnya, Diah enggan menjelaskan maksud pernyataannya di BAP terkait dikejar-kejar DPR yang mau reses. Karena itu, Hakim kembali membaca BAP lanjutan milik Diah.

“Adapun yang dimaksud Bu Miryam adalah bahwa anggota DPR komisi II melalui saudari Miryam meminta bantuan reses berupa uang kepada saudara Irman selaku dirjen. Bagaimana?” tanya Hakim.

“Baik, waktu itu pak dirjen (Irman) menyampaikan reses itu minta bantuan berupa jajan atau uang ya, Bu. Kalau anak kecil ya jajan, kalau orang dewasa ya bukan jajan,” ujar Diah.

Hal itu diakui mantan Sekjen Kementerian Dalam Negeri Diah Anggraini, saat menjadi saksi dalam sidang perkara korupsi e-KTP dengan terdakwa Irman dan Sugiharto di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (16/3).

Diah mengaku pernah ditelpon Miryam menanyakan keberadaan Irman. Diah lantas menyarankan politikus Hanura itu untuk langsung menemui Irman di kantornya di Kalibata, Jakarta Selatan.

“Tentunya itu bukan tugas kami untuk menyampaikan. Kami katakan langsung aja ke Kalibata. Kalibata itu kantornya Pak Irman,” kata Diah menjawab pertanyaan Hakim Franky Tambuwun.

Tak hanya itu, Hakim Franky mengkonfirmasi keterangan Diah dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP)-nya pada proses penyidikan.

Mantan Anggota Komisi II DPR Miryam S Haryani terungkap pernah meminta bantuan uang reses kepada mantan Dirjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Kemendagri) Irman. Permintaan itu dilakukan di sela-sela pembahasan anggaran proyek e-KTP.c

Jaksa KPK akan Panggil Lagi Diah Anggraini ke Sidang | PT Solid Gold Berjangka Cabang Lampung

“Atas temuan itu, saya seijin dari Gamawan Fauzi selaku Mendagri, minta kepada Sugiharto untuk memerintahkan konsorsium PNRI untuk mengembalikan ke kas negara, dengan jumlah yang disebutkan oleh BPK tersebut,” kata Irman. Tidak lama dari itu, konsorsium mengembalikan kepada Rp 30 miliar kepada kas negara.
“Setelah mendapat laporan dari Andi Narogong, Ibu Diah menghubungi saya dengan nada tinggi mengatakan, ‘Pak Irman, Pak Irman, tahu enggak itu kalau Sugiharto tanpa sepengetahuan kita berani menyetor uang ke Kas negara’, lalu saya jawab ‘bu itu sudah perintah tim BPK, itu sudah benar bu’. Bu Diah jawab, ‘Ya tapi kan jangan dulu, jangan cepat-cepat. BPK kan juga tidak menentukan waktunya kapan harus disetor.’

Lalu saya jawab lagi, ‘Iya bu, saya yang suruh, sudah ijin pak Menteri kerena kan ini sudah perintah BPK,’” kata Irman menirukan perbincangannya dengan Diah.

Beberapa hari dari pembicaraan itu, kata Irman, Sugiharto dipanggil ke ruangan Sekjen Kemendagri, Diah Anggraini. “Belakangan saya tahu, karena Sugiharto lapor juga kan kepada saya, dimarahi habis oleh Diah Anggraini karena meminta konsorsium kembalikan uang ke kas negara,” kata Irman.

Dalam perkara e-KTP, Sugiharto dan Irman didakwa memperkaya diri sendiri, orang lain, dan korporasi yang membuat negara mengalami kerugian sekitar Rp2,3 triliun.

Karena itu, ujar Jaksa Irene Putri, Diah berpotensi besar dipanggil lagi, untuk mengorek peristiwa-peristiwa lain yang diduga melibatkanya. “Bila diperlukan, saksi ini akan dipanggil lagi,” tegas Irene.

Seperti dikutip VIVA.co.id, dari keterangan Irman di KPK, bahwa Diah pernah marah-marah kepada Sugiharto yang ketika itu selaku pejabat pembuat komitmen proyek e-KTP, memerintahkan anggota konsorsium PNRI, untuk mengembalikan uang ke kas negara.

Irman mengungkapkan, pada sekitar tahun 2012, BPK menemukan adanya kelebihan pembayaran sekitar Rp 30 miliar.

Temuan BPK itu karena ada beberapa pengiriman barang (hardware) yang tak dilengkapi dengan dokumen-dokumen pendukung, seperti berita acara serah terima dan ada barang yang menurut BPK tidak ditemukan.

“Iya nanti itu digali lagi. Hari ini kita tahu lah, keterangan ibu Diah, ada yang benar atau enggak. Bisa dipanggil lagi nanti,” kata Jaksa Irene di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jl. Bungur Raya, Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis 16 Maret 2017.

Dalam sidang hari ini, Diah baru dikorek jaksa dan hakim terkait pertemuan giring anggaran proyek e-KTP bersama Andi Narogong, Irman, Sugiharto, Chairumman Harahap, dan Ketua DPR RI Setya Novanto yang saat proyek e-KTP tahun 2011-2013 terjadi menjabat sebagai Ketua Fraksi Partai Golkar.

Namun, Diah Anggraini dalam persidangan sering ditegur ?hakim karena dicurigai berbohong mengeni uang-uang hasil korupsi e-KTP yang diterimanya.

Masih banyak keterangan para saksi dan terdakwa yang belum dikonfirmasi jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi kepada mantan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Dalam Negeri, Diah Anggraini terkait kasus korupsi proyek e-KTP senilai Rp5,9 triliun. Satu di antaranya soal kelakuan Diah saat mengetahui konsorsium PNRI selaku pemegang proyek e-KTP, mengembalikan uang markup sebesar Rp 30 miliar ke kas negara.

Dikonfirmasi hal tersebut, Jaksa KPK, Irene Putri, mengakui bahwa peristiwa itu belum dibongkar rinci oleh pihaknya di Persidangan. Namun menurut Irene, meski Diah sudah bersaksi hari ini, masih bisa dipanggil lagi dalam sidang, ataupun diminta keterangannya guna dikonfrontasi oleh saksi lainnya, pada sidang berikutnya.

 

 PT Solid Gold Berjangka

Advertisements
This entry was posted in PT. Solid Gold Berjangka Cabang Lampung and tagged , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s