Pemerintah Akan Keluarkan Sukuk Global Lebih dari USD2 Miliar

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) bulan ini akan mengeluarkan surat utang berbasis syariah | PT Solid Gold Berjangka Cabang Lampung

 

PT Solid Gold Berjangka Cabang Lampung

Diversifikasi ini dilakukan karena Arab Saudi sebagai salah satu pembeli sukuk global Indonesia sedang mengalami defisit anggaran tinggi, karena terkena dampak dari turunnya harga minyak dunia dan harus menerbitkan surat utang untuk menutup pembiayaan.

Penerbitan sukuk global ini juga sebetulnya sudah digaungkan sejak Januari dan memang pada bulan ini akan dikeluarkan. Sri Mulyani mengatakan, Dirjen Pengelolaan Pembiayaan dan Resiko Robert Pakpahan sedang mengurus untuk sukuk global tersebut bisa rilis bulan ini.

“Ini dari Pak Robert sedang melakukan transaksi dan close mungkin kita akan lebih besar dari USD2 miliar,” pungkasnya.

Pemerintah dalam hal ini Kementerian Keuangan (Kemenkeu) bulan ini akan mengeluarkan surat utang berbasis syariah dalam bentuk mata uang USD. Rencananya, angka yang akan dikeluarkan senilai lebih dari USD2 miliar dan disebut global sukuk.

“Kami akan keluarkan, nilainya lebih besar daripada USD2 miliar,” kata Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani dia di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Kamis (23/3/2017).

Seperti diketahui, penerbitan sukuk global akan dilakukan untuk mendukung pembiayaan pemerintah dalam APBN 2017, dengan mempertimbangkan adanya diversifikasi pasar pembeli obligasi syariah Indonesia.

( Baca : Pembatasan Tarif Taksi Online Diklaim Hasil Kesepakatan )

Sri Mulyani Pastikan Jual Sukuk Global Lebih dari 2 Miliar Dollar AS | PT Solid Gold Berjangka Cabang Lampung

Tahun lalu, pemerintah menerbitkan sukuk senilai 2,5 miliar dollar AS, yang terdiri atas sukuk lima tahun sebesar 750 juta dollar AS dan sukuk 10 tahun sebesar 1,75 miliar dollar AS.

Investor terbesar sukuk berjangka lima tahun dan sepuluh tahun berasal dari negara-negara Timur Tengah, Singapura, Hong Kong, dan Korea Selatan.

Penjualan sukuk merupakan salah satu opsi agar pemerintah mendapatkan dana segar untuk keperluan pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Menurut Menteri Keuangan Sri Mulyani, pemerintah kini tengah mempersiapkan segala keperluannya. Adapun terkait besarannya, tak jauh berbeda dengan tahun lalu.

“Mungkin akan lebih besar dari 2 miliar dollar AS,” ujar perempuan yang kerap disapa Ani itu di Jakarta Convention Center, Kamis (23/2/2017).

Pemerintah melalui Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memastikan akan kembali menjual obligasi syariah atau sukuk ke pasar global tahun ini. Rencananya sukuk global itu akan dirilis Maret ini.

Usai Terpilihnya Trump, G20 tak Sepaham Soal Arah Perdagangan Dunia | PT Solid Gold Berjangka Cabang Lampung

Meski ada satu kemunduran pandangan soal aktivitas dagang di antara negara-negara G20, Sri menegaskan Indonesia tetap menjalankan prinsip hubungan dagang yang terbuka dengan negara mitra. Apalagi, ia memandang bahwa perdagangan menyumbangkan kontribusi cukup besar untuk pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB).

Ia meminta timnya untuk melakukan kajian mendalam terkait dengan poin-poin yang dibawa pulang dari pertemuan G20 level Menkeu, untuk kemudian diajukan kepada Presiden Jokowi. Pertemuan G20 level kepala negara dijadwalkan akan dilakukan pada Juli 2017 di Hamburg, Jerman. “Masih ada harapan, pimpinan negara akan lebih sepakat dibandingkan yang kemarin,” katanya.

Sri menambahkan, sebetulnya dalam pertemuan pimpinan negara anggota G20 pada 2016 lalu di Hangzhou, Cina, disepakati bahwa setiap negara anggota harus berupapaya untuk tidak melakukan hambatan kebijakan perdagangan yang mengarah kepada proteksionisme. “Yang bisa ciptakan halangan bagi hubungan ekonomi antar-negara baik dari sisi perdagangan atau investasi,” katanya.

Sri mengungkapkan, salah satu kemunduran yang terjadi adalah tidak adanya ketegasan arah perdagangan oleh negara-negara anggota G20. Alasannya, Amerika Serikat (AS) di bawah pemerintahan Presiden Donald Trump memiliki pandangan sendiri soal kebijakan perdagangan.

AS, lanjut Sri, menginginkan adanya kegiatan perdagangan yang fair bagi kepentingan negaranya sendiri. Namun di sisi lain, negara lain termasuk angota G20 memiliki definisi fair yang berbeda dengan AS.

“Jadi ini menimbulkan sesuatu yang kemudian tidak muncul suatu kesepakatan kuat dan komitmen bersama dari G20. Ini merupakan suatu pandangan yang dianggap setback dari G20 dan Indonesia harus betul-betul waspadai perkembangan yang terjadi,” jelas Sri.

Negara-negara anggota G20, 20 negara pemilik volume ekonomi terbesar dunia, usai melakukan pertemuan tingkat Menteri Keuangan di Baden-baden, Jerman. Perwakilan Indonesia dalam pertemuan tersebut, Menteri Keuangan Sri Mulyani, menjelaskan pertemuan G20 yang berlangsung sejak pekan lalu justru menunjukkan adanya kemunduran kesepakatan di beberapa poin, meski ada juga optimisme yang dihasilkan.

“Hasilnya campuran, antara optimistik dan hasil yang sifatnya kemunduran. Indonesia akan terus monitor kerja sama ini karena negara G20 adalah negara terbesar dunia dan apapun yang terjadi akan pengaruhi perekonomian dunia,” ujar Sri di Kementerian Keuangan, Rabu (22/3).

 

 

Solid Gold

Advertisements
This entry was posted in PT. Solid Gold Berjangka Cabang Lampung and tagged , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s