Alasan Suzuki Bangkitkan Kembali Bebek Smash

PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) memperbarui dan menjual kembali Smash | PT Solid Gold Berjangka Cabang Palembang

PT Solid Gold Berjangka Cabang Palembang

Menurut Yohan, di daerah-daerah luar Jawa, motor bebek akan lebih diperhatikan secara fungsi yang lebih baik dari motor matik. Bukan juga sport, karena bebek juga bisa dipakai wanita.

”Contoh, perangkat desa yang daerah operasionalnya belum ditunjang infrasturktur yang baik. Lebih baik pakai (motor) bebek yang secara operasional jauh lebih mudah dan murah. Buat ngangkut penumpang dan barang tidak masalah,” kata Yohan.

( Baca : Meski Terlambat, Skutik Baru Suzuki Bakal Jadi Perhatian )

SIS pun siap jika memang permintaan menanjak. Kapasitas produksi pabrik di Pulogadung adalah 100.000 unit, dan sampai saat ini masih terpakai sekitar 10 persen saja.

PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) memperbarui dan menjual kembali Smash, bebek legendaris yang pernah mewarnai kisah sukses motor Suzuki di Indonesia. Ada harapanmerek Jepang ini merintis lagi kejayaan yang pernah dibawa Smash.

Yohan Yahya, Kepala Divisi Pemasaran dan Penjualan SIS R2 kepada KompasOtomotif, (23/3/2017), mengatakan bahwa masih ada celah di pasar bebek, khususnya daerah luar Jawa yang bisa digarap. Target memang sedikit, cuma 500 unit, tapi pasar bebek di Indonesia masih 50.000-an unit sebulan.

”Masih menarik sebetulnya (pasar bebek). Makanya Smash yang pernah sukses, di-launch lagi. Kami melihat masih ada pasar yang bisa diambil dari lain sisi. Fokus memang di daerah, tetapi semua diler Suzuki tetap menjualnya,” kata Yohan.

Selain pasar bebek masih dianggap seksi, dan nama Smash punya sejarah baik, SIS juga berusaha memenuhi permintaan yang datang dari daerah dan instansi pemerintahan di berbagai daerah di Indonesia.

 

Asa Suzuki di Pasar Bebek Lewat New Smash | PT Solid Gold Berjangka Cabang Palembang

Ada asa yang terpendam untuk kembali menggairahkan nama Smash yang pada awal kemunculannya sempat menjadi tulang punggung SIS. Perusahaan pernah mengusung nama baru, Shooter, mendampingi Smash, namun tidak terlalu ”ngangkat”.

Dari data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) tahun lalu, Suzuki terakhir menjual Shooter pada Januari dengan distribusi 267 unit. Lalu Smash juga terhenti penjualannya pada Maret, dengan total penjualan setahun cuma 176 unit.

Praktis pada 2016, SIS cuma menjual bebek entry level tak sampai 500 unit. Mungkinkah Smash bangkit kembali seperti masa jayanya?

”Sementara memang kami tidak (memproduksi) terlalu banyak, karena menyasar market yang agak spesifik. Artinya, fokus ke instansi pemerintah dan daerah luar Jawa. Kami mau tes dulu pasarnya. Kalau memang kebutuhan banyak, kami akan tambah,” kata Yohan Yahya, Kepala Divisi Pemasaran dan Penjualan SIS R2 kepada KompasOtomotif, (23/3/2017).

Target yang dipatok tidak besar, cuma 500 unit secara nasional per bulan, atau hanya 6.000-an unit setahun. SIS membidik daerah-daerah di luar Pulau Jawa untuk dijadikan pasar utama.

Bahkan kini arahnya digeser, tak lagi besar dari pembeli perorangan, tapi penjualan fleet dengan menyasar perusahaan untuk kendaraan operasional.

Angka yang ”aman” untuk ukuran target produk baru. Coba tengok Honda Revo Series sebagai kompetitornya, yang masih bisa menjual 150.000 unit setahun dari tiga varian. Yamaha Vega Force juga masih bertahan dengan 30.000-an unit setahun.

Selalu menarik mengamati geliat motor Suzuki di Indonesia. Mereka kini sedang berusaha bangkit dengan duet GSX Series 150 cc. Termutakhir, PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) coba menghidupkan kembali segmen bebek 110 cc dengan Smash terbaru.

Setelah Smash FI, Suzuki Siapkan Nex FI! | PT Solid Gold Berjangka Cabang Palembang

Penyegaran kedua, skutik ini mendapat tampilan yang lebih menarik dari sebelumnya. Audi menerangkan, kemungkinan bodinya dibalut dengan warna-warna polos. Tampilannya pun lebih eksklusif. Ubahan ini sengaja dihadirkan, agar berbeda dengan skutik-skutik entry level yang menjadi kompetitornya.
Suzuki Nex FI dibekali mesin berkapasitas 113 cc SOHC. Mampu memuntahkan torsi puncak 8,7 Nm pada 6.500 rpm, dan tenaga maksimal 9,27 hp pada 8.000 rpm. Skutik entry level dari Suzuki ini telah dibekali sistem penyemprotan bahan bakar injeksi.
Tak sampai di sini saja usaha SIS dalam menghadirkan produk baru. Rencananya, ada dua motor lagi dengan penyegaran di tahun ini. Mereka adalah Suzuki Address dan Suzuki Satria F150. Kemungkinan penyegaran yang dilakukan adalah dalam hal tampilannya saja. Tanpa perubahan mesin sama sekali.

Nex diluncurkan bulan Agustus, mungkin ada perubahan untuk knalpot. Kini sudah menggunakan Euro 3. Tapi selebihnya sama,” papar Audi.

Sayangnya, motor bebek ini tidak ada beda dengan model sebelumnya. Mesinnya masih berkapasitas 113 cc. Dibekali teknologi pendingin udara dan sistem fuel injeksi. Setelah Smash FI, SIS dipastikan masih berencana menghidupkan motor lainnya yaitu Nex FI. Kehadirannya tentu menemani Suzuki Address, sebagai tambahan lini produk skutik yang dipasarkan Suzuki di tanah air.
Alasan SIS menghidupkan kembali Suzuki Nex FI, justru berbanding terbalik dengan Smash FI. Permintaan atas skutik ini datang dari kota-kota besar di Pulau Jawa. Menariknya lagi, ada beberapa penyegaran untuk skutik ini dibanding generasi sebelumnya. Penyegaran pertama, sistem pembuangan emisinya dibuat menjadi lebih ramah lingkungan. Kini sudah menggunakan standar Euro 3.

Hidupnya kembali Suzuki Smash FI dari mati suri, merupakan langkah PT Suzuki Indomobil Sales (SIS), untuk memenuhi permintaan konsumen di luar Pulau Jawa.
“Sempat kosong (tidak produksi) sekitar 2015, terus ada permintaan lagi dari diler-diler untuk tipe Smash ini, terutama di daerah,” ujar Product Planning 2W Section Head SIS, Audi Tarantini saat dihubungi oto.com via telepon.

 

Solid Gold

Advertisements
This entry was posted in PT Solid Gold Berjangka Cabang Palembang and tagged , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s