Utang Capai Rp 3.467 Triliun, Pemerintah Klaim Rasio Membaik

Pemerintah Indonesia masih percaya diri dengan rasio utang | PT Solid Gold Berjangka Cabang Lampung

 

 

PT Solid Gold Berjangka Cabang Lampung
Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani menegaskan bahwa pemerintah tetap mewaspadai faktor eksternal, terutama gejolak ekonomi global meski rasio utang Indonesia masih di dalam batas aman. Menteri Keuangan Sri Mulyani menyebutkan, rasio utang tahun lalu sebesar 27 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia. Angka ini masih di bawah batas wajar yakni 30 persen dari PDB.

Catatan pemerintah, posisi utang Indonesia 2016 sebesar Rp 3.466,9 triliun. Sri menilai, meski masih aman tetapi pemerintah tetap memonitor perkembangan ekonomi global terutama kebijakan ekonomi Amerika Serikat (AS). Sedangkan di sisi internal, Sri memandang bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) harus dikelola secara baik agar kredibilitas pemerintah dalam menyusun anggaran tetap terjaga.

Pemerintah Indonesia masih percaya diri dengan rasio utang saat ini bila dibandingkan dengan angka Produk Domestik Bruto (PDB). Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menjelaskan, Indonesia justru masuk dalam jajaran sedikit negara yang perbandingan antara utang dan PDB-nya rendah.

Darmin mengaku, pemerintah sudah belajar banyak hal pasca-krisis ekonomi tahun 1998 lalu. Rasio utang Indonesia yang saat ini tercatat sebesar 27 persen masih diyakini berada di level aman. “Karena kita sudah perbaiki diri banyak soal itu sejak krisis 98 lalu. Jadi kalau soal utang kita termasuk negara yang tidak banyak dibandingkan dengan perekonomiannya,” kata Darmin, di Jakarta, Kamis (23/3).

( Baca : Lebaran Tahun Ini PT KAI Siapkan 331 Perjalanan Kereta )

Utang Pemerintah Tembus Rp 3.549 Triliun, Ini Kata Menko Darmin | PT Solid Gold Berjangka Cabang Lampung

Tahun lalu, nilai Produk Domestik Bruto (PDB) mencapai Rp 12.406,8 triliun. Artinya, rasio utang pemerintah mencapai 28,6 persen dari GDP.

Menteri Keuangan Sri Mulyani sempat mengatakan bahwa rasio utang terhadap PDB Indonesia lebih rendah dibandingkan negara maju misalnya AS yang sebesar 108 persen, Jepang 250 persen, dan Jerman 70 persen.

Dibandingkan dengan negara-negara tetangga, rasio utang Indonesia juga masih rendah. Rasio utang Filipina dan Australia masing-masing sebesar 36 persen, Malaysia 56 persen, dan Thailand sebesar 44 persen.

“Kita sudah perbaiki diri banyak soal itu sejak krisis 1998 lalu. Jadi kalau soal utang, kita termasuk negara yang tidak banyak dibandingkan dengan perekonomiannya,” kata Darmin.

Meski begitu, Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution mengatakan bahwa posisi utang pemerintah itu masih rendah bila dibandingkan negara lain.

“Kalau soal utang, kita itu satu di antara sedikit negara yang rasio utangnya terhadap PDB (Produk Domestik Bruto) cukup rendah,” ujarnya ditemui di Jakarta Convention Center, Jakarta, Kamis (23/3/2017).

Utang pemerintah terus naik dalam dua tahun terakhir. Berdasarkan data Direktorat Jenderal Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan, posisi utang pemerintah sudah mencapai Rp 3.549 triliun.

Utang RI Naik, Darmin Nasution Tak Kuatir | PT Solid Gold Berjangka Cabang Lampung

Darmin mengungkapkan, sedikit negara yang memiliki rasio utang terhadap PDB rendah. Hal tersebut menunjukan keuangan negara masih dalam keadaan sehat, meski hutang terus meningkat. “Jadi kalau soal utang, kita termasuk negara yang tidak banyak dibandingkan dengan Negara lain,” tegasnya.

Dikatakan, kondisi perekonomian Indonesia saat ini sudah lebih baik dari krisis moneter Indonesia pada tahun 1998. Untuk itu, besaran utang di Indonesia tidak begitu perlu dikhawatirkan. “Kita sudah memperbaiki diri sejak krisis 1998 lalu. Jadi soal utang, negara kita termasuk yang utangnya tidak banyak dibanding perekonomiannya,” ujarnya.

Menteri Koordinator bidang Perekonomian (Menko) Darmin Nasution mengatakan, utang pemerintah Indonesia hingga akhir Februari 2017 mencapai Rp 3.589,12 triliun. Namun utang tidak terlalu besar sehingga tidak perlu di khawatirkan.

“Meski utang tersebut naik, rasio utang Indonesia terhadap Produk Domestik Bruto (Gross Domestic Product/GDP) masih rendah, yaitu sebesar 27,9 persen. Kalau soal utang, kita itu satu di antara sedikit negara yang rasio utangnya terhadap GDP itu rendah, sehingga tidak perlu dikhawatirkan,” kata Menko Darmin Nasution disela Fintech Event di, Jakarta, Kamis (23/03/2017).

 

Solid Gold Berjangka

Advertisements
This entry was posted in PT. Solid Gold Berjangka Cabang Lampung and tagged , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s