Chairul Tanjung: Penguasa makin kaya, rakyat miskin makin melarat

Chairul Tanjung, mengungkapkan ketimpangan ekonomi masih menjadi pekerjaan rumah pemerintah | PT Solid Gold Berjangka Pusat

 

PT Solid Gold Berjangka Pusat
Fenomena ekonomi saat ini, lanjutnya, ialah penguasa semakin kaya dan rakyat miskin makin melarat. “Terjadi akumulasi kapital terhadap penguasa, makin lama makin besar,” tuturnya.

Maka dari itu, dia menyarankan pemerintah untuk berinvestasi pada dunia pendidikan. Di mana, peningkatan pada kualitas sumber daya manusia (SDM) akan menciptakan daya saing yang sehat.

“Untuk menang perlu juga SDM yang kreatif, inovatif, dan berjiwa wirausaha.”

Bos CT Corp, Chairul Tanjung, mengungkapkan ketimpangan ekonomi masih menjadi pekerjaan rumah pemerintah yang belum kunjung usai. Indikatornya, bisa terlihat di pada pasar saham dan Tanah Abang.

“Tidak ada korelasi antara pasar saham dengan pasar Tanah Abang. Pedagang pasar Tanah Abang mengeluh penjualannya turun disaat pasar modal cetak rekor,” ujarnya saat ditemui di Gedung BEI, Jakarta, Selasa (4/4).

Chairul Tanjung: E-commerce tingkatkan pengangguran di Indonesia | PT Solid Gold Berjangka Pusat

PT Solid Gold Berjangka Pusat
Kita sedang menghadapi sebuah perubahan luar biasa,” tuturnya.

Perkembangan teknologi, lanjutnya, juga mengancam pekerja sektor formal. Sebab, tenaga kerja manusia di masa depan akan digantikan dengan robot.

“Bayangkan mobil tidak punya sopir. Bayangkan berapa juta sopir kehilangan pekerjaan. Bayangkan pesawat tidak butuh pilot.”

E-commerce itu suatu mekanisme dapatkan customer dengan bakar uang sehingga harga yang diberikan pasti jauh lebih rendah dari pedagang normal,” ujarnya saat ditemui di Gedung BEI, Jakarta, Selasa (4/4).

Menurutnya, solusi dari permasalahan ini ialah pedagang harus meningkatkan kualitas hidupnya dengan mengikuti perubahan zaman. Tiga kunci yang harus dipunya ialah inovasi, kreatif, dan jiwa kewirausahawan.

Bos CT Corp yang juga menteri koordinator perekonomian era SBY, Chairul Tanjung, mengungkapkan bahwa skema jual beli online atau e-commerce berpotensi meningkatkan pengangguran di Tanah Air. Sebab, pedagang tradisional akan semakin kehilangan pembeli dan terpaksa gulung tikar.

Chairul Tanjung Ingatkan Dua Dampak Negatif e-Commerce | PT Solid Gold Berjangka Pusat

PT Solid Gold Berjangka Pusat
Terjadi akumulasi aset kapital kepada penguasa kapital itu sendiri. Semakin lama semakin besar sehingga yang terbagi dalam jumlah yang besar otomatis semakin besar. Ini sebuah keniscayaan,” kata Chairul.

Sebagai gambaran, angka ketimpangan (gini ratio) per September 2016 tercatat turun menjadi 0,394. Sementara, gini ratio pada Maret 2016 berada di angka 0,397 dan September 2015 0,402.

Untuk itu, ia meminta masyarakat Indonesia untuk tidak berpuas diri merasa produktif dan efisien dalam bekerja. Namun diharapkan bisa membekali diri dengan kreativitas, inovatif, dan menumbuhkan jiwa wirausahanya.

“Itulah yang bisa mengalahkan robot dan komputer, bisa mengalahkan teknologi. SDM dengan ketiga hal itu akan mampu menciptakan teknologi, dan otomatis mengalahkan robot itu sendiri,” tutupnya.

Kondisi ini menurut Chairul dengan jelas memperlihatkan bahwa kelas menengah atas semakin sejahtera dan yang miskin akan semakin melarat.

Ia mencontohkan ketimpangan yang bisa terlihat nyata saat ini adalah dari sisi pasar modal yang dibandingkannya dengan kegiatan ekonomi di Pasar Tanah Abang, Jakarta. Di mana belakangan ini Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sedang berada dalam tren kenaikan (bullish) dan tak berhenti mencetak rekor baru.

Bahkan, pada penutupan sesi pertama hari ini, lagi-lagi IHSG menembus level tertinggi di 5.645 atau menguat 38,75 poin (0,69 persen).

“Penjual Pasar Tanah Abang mengeluh market-nya turun. Banyak yang merasa penjualannya tidak sebaik tahun sebelumnya. Sementara bursa mencetak rekor. Jadi kalau bicara ketimpangan ini salah satu ketimpangan yang nyata,” terang dia.

Pengusaha Chairul Tanjung mengingatkan dampak negatif dari bisnis e-Commerce yang harus diwaspadai pemerintah. Bisnis berbasis online yang tengah menjamur menurut Chairman CT Corp, berisiko menambah jumlah pengangguran di Indonesia.

Pasalnya, transaksi jual-beli atau penyediaan layanan tanpa mendirikan fisik toko secara konvensional tentu tidak membutuhkan banyak sumber daya manusia (SDM) yang bekerja.

Dengan naiknya angka pengangguran, maka secara otomatis akan semakin meningkatkan ketimpangan antara masyarakat kelas menengah atas dan kelas menengah bawah.

“Kalau e-Commerce sudah meng-Indonesia, pedagang kecil akan habis. Misalnya, mereka yang tadinya bekerja menjaga warung, kemudian tiba-tiba warung tidak bisa bersaing. Ini jadi isu yang luar biasa,” papar Chairul, Selasa (4/4).

 

 

 Solid Gold 

Advertisements
This entry was posted in PT. Solid Gold Berjangka Pusat and tagged , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s