Menilik Pembangunan Pabrik Semen Indonesia di Wilayah Cekungan Air Tanah

Pro dan kontra pembangunan pabrik PT Semen Indonesia (Persero) Tbk di Rembang | PT Solid Gold Berjangka Pusat

 

PT Solid Gold Berjangka Pusat
Perusahaan tersebut antara lain Indocement Pati yang terletak di Kudus, Holcim Cibinong di daerah Bekasi dan Bogor, Indocement Cibinong (Bekasi dan Bogor).

Kemudian Garuda Karawang (Bekasi), Indocement Palimanan (Cirebon), Semen Bima (Cilacap), Semen Tuban (Tuban), Holcim Tuban (Tuban dan Lasem).

Serta Indocement Tarjun (Pagatan), Semen Rembang (Watu Putih), Semen Tonasa (Pangkajene Kepulauan), Semen Bosowa (Pangkajene Kepulauan).

Dan juga Semen Padang (Solok), Semen CONCH (Palangkaraya – Banjarmasin), hingga Semen Baturaja (Baturaja).

Menurut dia, salah satu contoh pembangunan infrastruktur di wilayah CAT adalah pembangunan Mass Rapid Transportation (MRT) di Jakarta. Selain itu, juga pembangunan tambang migas dan batu bara yang semuanya juga berada di atas wilayah CAT.

“Tambang migas dan batu bara di semua wilayah di Jawa Tengah itu berada di atas CAT,” katanya.

Selain itu, saat ini setidaknya terdapat 15 perusahaan semen yang beroperasi di atas wilayah CAT.

Benarkah begitu? Budi Sulistijo, pengamat AMDAL, membantah opini tersebut. Menurut dia, penambangan di daerah CAT tetap boleh dilakukan secara hati-hati jika memang terbukti memiliki sumber air.

Sebaliknya, pelarangan pembangunan di wilayah CAT justru akan mematikan industri mineral nasional.

“Kalau CAT dilarang ditambang, lalu bagaimana nasib industri mineral kita? Mati industri mineral nasional kita,” ujar Budi melalui keterangan tertulisnya, Senin (3/4/2017).

Mereka khawatir jika pasokan semen dalam negeri kurang, maka pemerintah akan mengambil langkah impor untuk memenuhi kebutuhan semen nasional.

Salah satu hal yang diperkarakan dalam pembangunan pabrik Semen Indonesia ini adalah masalah Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL). Pabrik Semen Indonesia ini dinilai berada di wilayah Cekungan Air Tanah (CAT).

Dengan demikian, keberadaannya dianggap dapat merusak sumber air lingkungan sekitar wilayah tersebut.

Bagi pihak yang setuju pada operasional pabrik semen ini, pelarangan pembangunan pabrik Semen Indonesia di Rembang justru akan menghambat pasokan kebutuhan semen nasional.

Pro dan kontra pembangunan pabrik PT Semen Indonesia (Persero) Tbk di Rembang, Jawa Tengah masih berlanjut. Semua pihak menunggu hasil resmi kajian Kajian lingkungan hidup Strategis (KLHS).

Menhut: Hasil Kajian Lingkungan Semen Rembang akan Dikaji Sejumlah Ahli | PT Solid Gold Berjangka Pusat

 

PT Solid Gold Berjangka Pusat
Sebelumnya, Kepala Kantor Staf Kepresidenan Teten Masduki menuturkan, harus ada koordinasi dengan semua kementerian dan pemerintah daerah yang terlibat dalam pembangunan pabrik semen milik PT Semen Indonesia tersebut. Koordinasi tersebut untuk menetapkan suara apakah pabrik semen yang ada di Kabupaten Rembang masih bisa beroperasi atau berhenti.

Hasil kajian KLHS dari Kementerian KLHK sudah selesai dilakukan. Hasil kajian tersebut kemudian akan diuji kembali oleh tim penguji yang independen yang diisi oleh ahli-ahli di bidangnya masing-masing. “Nah ini yang dalam proses. Hasilnya kan harus di rapat koordinasikan. Jadi proses ini harus dilewati dulu,” kata Teten.

Dalam peraturan pemerintah (PP) nomor 46 tahun 2016 tentang Tata Cara Penyelenggaraan Kajian Lingkungan Hidup Strategis memang disebutkan perlunya validasi. Ini tertuang dalam Pasal 25. Validasi tersebut akan koordinasikan oleh Menteri terkait dalam hal ini oleh Kantor Staf Kepresidenan (KSP). Validasi dilakukan untuk memastikan penjaminan kualitas telah dilaksanakan secara akuntabel dan dapat dipertanggungjawabkan kepada publik.

Hasil validasi diharap bisa menjadikan semua data utuh. Sehingga keputusan untuk meneruskan pabrik semen di Rembang bisa diketahui.‎ Setelah adanya hasil validasi tersebut, barulah dilakukan rapat koordinasi antara semua elemen mulai dari Kementerian terkait dan Pemerintah Daerah. ‎”Senin depan mudah-mudahan selesai (validasinya),” ungkap Siti.

Kementerian Lingkungan Hidup Dan Kehutanan (KLHK) belum mau menjelaskan hasil kajian ‎lingkungan hidup strategis (KLHS) yang telah diselesaikan. KLHS harus dikaji ulang oleh sejumlah ahli sehingga baru diketahui hasilnya.

“Kita masuk ke quality assurance (validasi),” kata Menteri LHK Siti Nurbaya di Istana Negara, Senin (3/4).

Menurut Siti, validasi ini nantinya akan mengecek kembali metodologi pada KLHS. Kemudian data yang digunakan, parameter analisis hingga hasil akhir‎ dari KLHS. Dalam validasi, tim yang dibentuk nantinya bisa saja melakukan pengecekan ulang ke lapangan jika memang ada keraguan dari hasil kajian.

Pengamat: Pembangunan Pabrik Semen di Rembang Harus Ditangani dengan Hati-hati | PT Solid Gold Berjangka Pusat

PT Solid Gold Berjangka Pusat
“Anda harus tahu, migas, batu bara, semua wilayah di Jateng itu berada di atas CAT,” katanya.

Ia juga mengatakan sebagian besar perusahaan semen di Indonesia beroperasi di atas wilayah CAT, namun hal itu tidak mengganggu sumber air untuk wilayah setempat.

“Penambangan di daerah CAT tetap boleh dilakukan secara hati-hati jika memang terbukti memiliki sumber air,” kata Budi Sulistijo dalam keterangan persnya, Senin (3/4/2017).

Ia memberikan contoh, lokasi Mass Rapid Transportation (MRT) di Jakarta juga berada di atas CAT demikian juga banyak dari pembangunan migas dan batu bara yang semuanya juga berada di atas wilayah CAT.

Pengamat Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL), Budi Sulistijo mengatakan pembangunan pabrik PT Semen Indonesia di Pegunungan Kendeng, Rembang yang berada di wilayah Cekungan Air Tanah (CAT) bisa dilakukan dengan catatan harus hati-hati.

 

PT Solid Gold Berjangka

 

Advertisements
This entry was posted in PT. Solid Gold Berjangka Pusat and tagged , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s