Harga minyak naik jelang laporan persediaan AS

Harga minyak dunia berakhir lebih tinggi | PT Solid Gold Berjangka Cabang Makassar

PT Solid Gold Berjangka Cabang Makassar

Laporan-laporan media mengatakan pada Senin (3/$) bahwa ladang minyak Sharara di Libya, ladang minyak terbesar negara tersebut, kembali berproduksi pada Minggu (2/4) setelah mengalami gangguan selama seminggu.

Para analis menyatakan bahwa ekspektasi persediaan yang lebih rendah melebihi berita bahwa produksi Libya lebih tinggi, sehingga mendukung harga minyak pada Selasa (4/4) lebih tinggi.

Patokan AS, minyak mentah light sweet atau West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Mei bertambah 0,79 dolar AS menjadi menetap di 51,03 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange.

Sementara itu, patokan Eropa, minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman Juni, naik 1,05 dolar AS menjadi ditutup pada 54,17 dolar AS per barel di London ICE Futures Exchange.

Harga minyak dunia berakhir lebih tinggi pada Selasa (Rabu pagi WIB), karena investor menunggu laporan persediaan minyak mentah Amerika Serikat yang dipantau secara cermat.

Badan Informasi Energi AS (EIA) akan mengumumkan data mingguan persediaan minyak mentah negara itu pada Rabu waktu setempat, lapor Xinhua.

Secara luas diperkirakan bahwa stok minyak mentah dan produk minyak AS mungkin turun pada pekan lalu, setelah naik selama dua minggu berturut-turut.

Pengetatan Produksi Perlahan Mendorong Kenaikan Harga Minyak Dunia | PT Solid Gold Berjangka Cabang Makassar

Stok minyak yang dikirimkan telah dikurangi sebanyak 17% sejak awal tahun kemarin, menurut analisis minyak perusahaan Vortexa. “Kami telah melihat penurunan yang signifikan dalam pasokan minyak global sejak Januari, dengan minyak dari 978 juta barel pada 1 Januari menjadi 812 juta barel pada tanggal 3 April,” ucap kepala Eksekutif Vortex Fabio Kuhn.

Menurutnya perubahan ini menjadi sinyal adanya keseimbangan lebih cepat dari yang diperkirakan pasar sebelumnya. Data perdagangan Thomson Reuters menunjukkan pengiriman OPEC ke seluruh dunia jatuh 813.7 juta barel pada akhir Maret dari 796.6 juta barel pada bulan Januari. Meski begitu pengetatan pasar berlangsung secara bertahap ketika produksi di beberapa negara masih tinggi terutama Amerika Serikat.

Seperti dilansir Reuters, Rabu (5/4/2017) harga minyak mentah berjangka Brent yang menjadi patokan Internasional, berada di level USD54,28 per barel pada pukul 0149 GMT atau naik sebesar 11 sen dari sesi terakhir sebelumnya. Di Amerika Serikat, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) bertambah 16 sen menjadi USD51,19 per barel.

Para pelaku pasar mengatakan perlahan-lahan pengurangan produksi membuat kondisi pasar minyak internasional mendapatkan dorongan kenaikan harga, dengan Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) memangkas produksi minyak mereka. Sebagian besar minyak mentah OPEC diekspor dengan tanker, sehingga pelacakan pergerakan kapal dapat mengukur dengan baik kondisi pasar.

Harga minyak mentah dunia pada perdagangan hari ini, terlihat memberikan sinyal penguatan secara bertahap. Pengetatan produksi minyak diusung sejak awal tahun kemarin mulai terasa, ketika sebelumnya pasokan berlebih meninggalkan tangki penyimpanan di seluruh dunia penuh dengan bahan bakar yang tidak terjual.

Harga Minyak Memanas Tersulut Berkurangnya Stok AS | PT Solid Gold Berjangka Cabang Makassar

Hasilnya, harga Brent LCOc1 meningkat US$1,05 per barel, atau 2 persen ke angka US$54,17 per barel. Sementara itu, harga West Texas Intermediate (WTI) AS meningkat US$0,79 per barel ke angka US$51,03 per barel.

Kedua indeks harga minyak menyentuh titik tertinggi sejak 7 Maret silam. Sebelumnya, Brent dan WTI sempat mengalami titik terendah selama empat bulan terakhir.

Kendati demikian, persediaan minyak global tetap tinggi. Riset UBS mengatakan bahwa kebijakan organisasi negara-negara pengekspor minyak (Organization of the Petroleum Exporting Countries/OPEC) memiliki dampak dalam jangka waktu yang lama. Meski, saat ini kondisinya dianggap mulai membaik.

Sementara itu, stok minyak AS diperkirakan akan turun lebih tajam dibanding pekan lalu. Menurut data American Petroleum Institute (API), stok minyak AS pada pekan lalu turun 1,8 juta barel dibandingkan ekspektasi analis sebesar 435 ribu barel.

Pelaku pasar masih menanti data lain yang disediakan Energy Information Administration (EIA) AS yang sedianya akan terbit pada Rabu pekan ini.

Harga minyak ditutup menguat pada hari Selasa (4/4) waktu Amerika Serikat yang didukung oleh pelemahan produksi di laut utara dan persediaan minyak mentah AS yang diprediksi menurun.

Dikutip dari Reuters, produksi minyak mentah dari lapangan Buzzard di Laut Utara, Inggris sebesar 180 ribu barel per hari dihentikan sementara. Pasalnya, terminal penyimpan darat (onshore) sedang diperbaiki dalam jangka waktu satu hingga dua hari mendatang.

 

PT Solid Gold Berjangka

Advertisements
This entry was posted in PT Solid Gold Berjangka Cabang Makassar and tagged , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s