Menko Darmin Pertanyakan Makna Revolusi Mental Jokowi

Revolusi mental diperlukan untuk mengubah perilaku menjadi lebih baik | PT Solid Gold Berjangka Cabang Lampung

PT Solid Gold Berjangka Cabang Lampung
Lebih lanjut dia mengatakan, selama sepuluh tahun terakhir anggaran dalam APBN meningkat dua kali lipat. Namun, kenaikan tersebut belum berdampak pada perekonomian Indonesia secara menyeluruh.

“Meskipun anggarannya dua kali lipat tapi dampak ke ekonomi, jangankan dua kali lipat, tetap segitu-segitu aja. Tentu ini ada yang salah dan kita mesti cari cara untuk memperbaiki itu,” jelasnya.

Namun, dia tetap meminta kepada sejumlah pejabat di kementeriannya untuk bekerja dengan baik. “Saya tidak minta Anda bekerja di atas batas kemampuan, hanya saja harus tekun, cermat, jujur. Kalau itu pasti dilakukan, hasil kerja luar biasa,” pungkasnya.

Namun hingga saat ini, menurut Darmin tidak semua menteri di kabinetnya mengerti definisi tersebut. Padahal, revolusi mental diperlukan untuk mengubah perilaku menjadi lebih baik. Lebih lanjut dia menambahkan mengatakan, selama ini belum ada rumusan yang pasti mengenai revolusi mental.

“Ini membuat saya lantas berpikir, ini revolusi mental itu seperti apa ya, karena agama saja belum bisa membuat orang menjadi bagus. Kita harus mulai merubah betul metode perilaku kerja kita. Kita belum bisa kalau hanya melakukan pekerjaan kita di masa lalu,” ujar Darmin saat melantik delapan pejabat eselon II di Kemenko Perekonomian, Jakarta, Rabu (5/4/2017).

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Darmin Nasution mempertanyakan mengenai revolusi mental seperti apa yang harus dimiliki oleh pejabat-pejabat di lingkungan kementeriannya. Seperti diketahui kalimat gerakan revolusi mental menjadi jargon dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat kampanye Pemilu Presiden 2014 lalu.

Ke Pegawainya, Menko Darmin: Kalau Mau Kaya Silakan Jadi Pengusaha! | PT Solid Gold Berjangka Cabang Lampung

Darmin pada pelantikan pejabat eselon II ini juga sempat menyinggung tentang pejabat yang bertujuan untuk mencari harta kekayaan dalam bekerja. Diharapkan, hal ini tidak terjadi di lingkungan Kementerian Koordinator bidang Perekonomian.

“Ini siapa bilang tempat Anda orang jadi kaya. Kalau Anda kaya di pemerintahan ada yang tidak beres. Anda bekerja untuk pengabdian. Kalau ingin gaji yang tinggi silakan jadi pengusaha,” ungkap Darmin.

Darmin pun meminta agar para pejabat di lingkungan Kementerian Koordinator bidang Perekonomian untuk dapat bekerja secara optimal. Dengan begitu, maka program-program yang telah dicanangkan dapat terlaksana dengan baik.

Menurut Darmin, gaji aparat pemerintahan memang tak sebesar dibandingkan negara lain. Hanya saja, hal ini tidak dapat menjadi alasan untuk tidak meningkatkan kualitas pekerjaan. Pemerintah pun dituntut harus memikirkan pelaksanaan program-program yang berdampak pada kesejahteraan masyakarat.

“Biarkan rakyat memilih yang mana yang paling baik dan yang cocok di bawahnya. Jangan kita yang jadi pengusaha jadinya. Padahal peranan pemerintah bukan itu, tapi bagaimana empower rakyat, gerakan dunia usaha, dan itu jauh lebih murah,” ungkapnya.

Ada yang salah. Kita harus cari cara untuk memperbaiki itu. Kenapa tidak banyak perubahan karena kita ciptakan proyek dan setelah itu juga jadi Sinterklas bagi-bagikan proyek ke rakyat,” jelas Darmin. Darmin pun meminta agar tak lagi ada oknum pejabat yang membagi-bagikan proyek kepada masyarakat. Menurutnya, masyarakat hanya perlu diberikan stimulus agar dapat berkembang secara mandiri.

“Enggak bisa rakyat itu bukan objek. Bibit sekali-sekali kali boleh lah, Kita perlu lahirkan bibit. Kalau bantu rakyat kasih voucher 50% jangan sampai 100% biar dia pikirkan bibitnya. Rakyat bukan orang bodoh,” ungkapnya.

Presiden itu sering kali mengkritik diri sendiri bahwa dalam 10 tahun terakhir APBN itu lebih dua kali lipat. Tetapi dampaknya ke dalam ekonomi jangankan dua kali lipat, tetap segitu-segitu aja,” tutur Darmin di Kantor Kementerian Koordinator bidang Perekonomian, Jakarta, Rabu (4/4/2017). Menurut Darmin, ada sesuatu yang salah dan harus segera diperbaiki oleh pemerintah.

Salah satu hal yang selama ini dianggap perlu diperbaiki adalah bagi-bagi proyek yang menurut Darmin kerap dilakukan oleh pemerintah. Pejabat ini dianalogikan oleh Darmin seperti Sinterklaas yang gemar membagi-bagikan hadiah.

Pemerintah hingga saat ini terus berupaya untuk meningkatkan pemerataan pertumbuhan ekonomi. Salah satu hal yang dilakukan adalah dengan meningkatkan postur APBN pada setiap tahunnya. Hanya saja, peningkatan pemasukan dan belanja negara ini tidak diiringi oleh pertumbuhan ekonomi.

Menurut Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution, hal ini pun turut menjadi salah satu kritikan dari Presiden Joko Widodo.

Gawat! Menko Darmin Disajikan Data yang Salah untuk Sidang Kabinet | PT Solid Gold Berjangka Cabang Lampung

“Sebagian besar waktu saya memang di kantor karena kalau di luar sana sia-sia saja. Memang pergaulan luas, tapi sudahlah kalau mau bergaul dilingkungan hidup Anda saja dekat rumah,” tuturnya. Diharapkan, para pejabat ini dapat bekerja dengan tekun, cermat, dan jujur.

Tiga hal ini sangat diperlukan oleh pemerintah dalam meningkatkan kualitas pejabat. “Intinya adalah bagaimana supaya mereka yang tidak mau, tekun tidak mau cermat, tidak mau jujur, kalau kita belum bisa punya bukti banyak kejujuran, paling tidak tekun.

Jangan mengajak ngobrol ke sana, ke sini. Kalau saya ingin tidak usah kasih jabatan,” tutup Darmin.

Darmin pun meminta agar setiap pejabat memiliki tujuan kerja yang jelas. Tujuan ini pun dapat dituangkan dalam logbook yang seharusnya dimiliki oleh para pejabat di lingkungan Kementerian Koordinator bidang Perekonomian.

“Kita mulai dari eselon 1. Kalau kerja di kantor, keluar enggak apa-apa. Bikin logbook. Jangan sampai gentayangan enggak jelas,” tegas Darmin.

Darmin juga meminta agar para pegawai benar-benar bekerja keras untuk menjalankan program yang telah diterbitkan. Pekerjaan pun dapat dilakukan baik di dalam maupun di luar kantor.

“Hanya dengan cermat Anda bisa kritis, Anda bisa tahu apa yang salah. Saya beberapa kali lihat mengambil data di dalam publikasi lain, dimuat di dalam data yang akan saya bacakan di Sidang Kabinet ada yang salah. Jangan lakukan hal-hal yang seperti itu. Itu kesalahan paling bodoh namanya,” tegas Darmin di Kantor Kementerian Koordinator bidang Perekonomian, Jakarta, Rabu (5/4/2017).

Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution dalam acara pelantikan pejabat eselon II hari ini turut menyoroti tentang kinerja bawahnya di Kantor Kementerian Koordinator bidang Perekonomian. Darmin pun sempat bercerita bahwa terdapat bawahannya yang salah mengutip data untuk persiapan Sidang Kabinet.

 

 

PT Solid Gold Berjangka

Advertisements
This entry was posted in PT. Solid Gold Berjangka Cabang Lampung and tagged , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s