Pemakaian Premium Terus Menurun, Pertalite dan Pertamax Naik

Pengguna bahan bakar minyak (BBM) jenis premium kini mulai beralih ke pertalite dan pertamax | PT Solid Gold Berjangka Cabang Palembang

PT Solid Gold Berjangka Cabang Palembang
“Energi yang ditimbulkan jauh lebih powerful dibandingkan premium. Dari sisi bahan bakar lebih hemat 10 persen,” tutur Afandi.

Jika melihat sebaran wilayah penggunannya, Di Jawa, premium sudah tak lagi dominan, porsinya hanya 30 persen dari total konsumsi gasoline.

Namun, ada juga wilayah yang masih tergantung pada premium seperti Kalimantan, Sulawesi, dan beberapa kawasan Indonesia Timur.

“Masyarakat yang sudah sadar dan perekonomiannya bagus banyak yang pindah. Terutama di Jawa. Di Jawa, premium tinggal 30 persen. Sementara Kalimantan, Sulawesi dan kawasan Indonesia Timur masih tergantung pada premium,” pungkas Afandi.

“Posisi Maret 2017, premium 44 persen, pertamax 18 persen, pertalite 38 persen dari total konsumsi gasoline. Tadinya Premium 85 persen. Artinya, 28 persen konsumen premium pindah ke pertalite, dan ke pertamax 14 persen,” kata Afandi di Kantor Pusat Pertamina, Jakarta, Selasa (4/4/2017).

Adapun alasan beralihnya para pengguna premium, karena para pengguna kini mulai sadar kadar bahan bakar yang sesuai untuk kendaraannya. Selain penggunaannya yang lebih irit, tenaga yang dihasilkan pertalite dan pertamax jauh lebih besar dibandingkan premium.

Vice President Retail Fuel Marketing PT Pertamina (Persero) Afandi mengatakan, para pengguna bahan bakar minyak (BBM) jenis premium kini mulai beralih ke pertalite dan pertamax. Hal tersebut ditandai dengan menurunnyaa konsumsi premium sejak 2014.

Di 2014 lalu, pangsa pasar premium masih berada di angka 85 persen, namun saat ini sudah menurun ke 44 persen.

Perkiraan Harga BBM Euro4, Seberapa Mahal? | PT Solid Gold Berjangka Cabang Palembang

Menurut laman resmi Pertamina (pertamina.com), harga BBM Pertamax Turbo per 21 Maret 2017 adalah Rp 9.150 per liter. “Untuk kompetitor yang setara pesaing kita juga jual segitu. Di atas Rp 9.000 pasti untuk Euro4,” tambah Afandi.

Afandi sendiri mengatakan bahwa Pertamina siap untuk mengikuti peraturan pemerintah soal standar baru ini. Namun mereka berharap aturan ini tidak berlaku secara keseluruhan, dalam arti kendaraan di bawah standar Euro4 masih diperbolehkan.

Selain diproduksi lokal, Afandi juga mengatakan bahwa pemenuhan bensin Euro4 bisa dilakukan dengan cara impor.

Mesin-mesin yang semakin baik tentu akan dihasilkan oleh pabrikan. Sementara bahan bakarnya akan diusahakan PT Pertamina Persero selaku BUMN yang mengurusi soal perminyakan. Lantas, berapakah perkiraan harga bahan bakar yang telah memenuhi standar emisi Euro4 nanti?

Afandi, Vice President Retail Fuel Marketing PT Pertamina, mengatakan bahwa jika perbandingannya adalah Pertamax Turbo, maka harganya lebih mahal.

“Tergantung perbandingannya apa. Misalnya Pertamax Turbo yang sudah mendekati Euro4, maka harganya lebih mahal, di atas itu,” ujar Afandi, dalam acara yang dihelat di Kantor Pusat Pertamina di Jakarta Pusat, Selasa (4/4/2017).

Melalui Peraturan Menteri lingkungan hidup dan Kehutanan No. P.20/MENLHK/SETJEN/KUM.1/3/2017, Pemerintah akan memberlakukan standar Euro4 lada September 2018 untuk kendaraan bermesin bensin, dan empat tahun lagi untuk kendaraan bermesin Diesel. Bagaimana BBM-nya?

Standar emisi Euro4, menurut European Manufacturers Automobiles Association (EMAA), emisi gas buangnya (NOx) tidak boleh lebih dari 80 mg/km (mesin bensin) dan 240 mg/km (mesin Diesel). Ini dihasilkan dari kolaborasi antara bahan bakar dan mesin yang baik.

 

Pertamina Butuh Pilot Khusus untuk Terbangkan Pesawat Pengangkut BBM | PT Solid Gold Berjangka Cabang Palembang

Pilotnya dengan lisensi khusus, pilotnya pilot asing, karena pilot-pilot domestik kita belum punya lisensi untuk menerbangkan pesawat pengangkut BBM,” sebut Gigih.

Maka dari itu, pihaknya kini tengah mempersiapkan penerbang sipil maupun TNI untuk memiliki lisensi khusus menerbangkan pesawat pengangkut BBM berkapasitas 8.000 liter.

“Kami sedang siapkan penerbang sipil maupun TNI untuk memiliki lisensi, kapasitas angkut 8.000 liter. Sehari bisa 2 kali kirim, tergantung cuaca,” pungkasnya.

Biaya yang dikeluarkan Pertamina sangat besar karena pesawat yang digunakan juga pesawat khusus pengangkut BBM,” tutur Gigih.

Namun ongkos kirim tersebut bukanlah suatu hal yang menjadi persoalan besar Pertamina, yang menjadi persoalan adalah pilot penerbang pesawat pengangkut BBM haruslah pilot yang memiliki lisensi khusus.

Saat ini, pilot yang memiliki lisensi khusus tersebut masih didatangkan dari luar negeri.

“Infrastruktur kesana (pelosok) kurang mendukung, makannya dikirimnya pakai pesawat,” kata SVP Fuel Marketing Distribution Pertamina, Gigih Wahyu Hari Irianto di Kantor Pertamina Pusat, Jakarta, Selasa (4/4/2017).

Gigih menuturkan, dengan pengiriman BBM menggunakan pesawat, Pertamina pun dibebankan dengan ongkos biaya pengiriman yang tidak sedikit.

Maka dari itu PT Pertamina (Persero) sebagai BUMN yang memiliki bisnis minyak bumi dan gas (migas) diharapkan bisa merealisasikan BBM satu harga. Memang cukup sulit untuk Pertamina menerapkan hal tersebut secara instan.

Pasalnya, infrastruktur di daerah terutama jalur darat dirasa masih kurang mendukung untuk Pertamina melakukan pendistribusian BBM ke pelosok-pelosok tanah air.

Untuk saat ini jalan satu-satunya yang dilakukan Pertamina adalah mengirim BBM ke pelosok-pelosok menggunakan pesawat khusus pengangkut BBM.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menginginkan adanya keseragaman harga bahan bakar minyak (BBM) di seluruh pelosok Indonesia.

 

Solid Gold Berjangka

 

Advertisements
This entry was posted in PT Solid Gold Berjangka Cabang Palembang and tagged , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s