Trump Tuding Indonesia Curang, BI Paparkan Sanggahan

(BI) turut menampik tuduhan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump | PT Solid Gold Berjangka Cabang Palembang

 

PT Solid Gold Berjangka Cabang Palembang
Kendati demikian, menurut Mirza, BI akan turut melakukan evaluasi dan terus memantau perkembangan hubungan perdagangan Indonesia-AS. Bersamaan dengan itu, pihaknya juga akan turut menunggu hasil laporan berupa daftar negara-negara yang melakukan kecurangan dari Kementerian Perdagangan AS dalam tiga bulan ke depan.

“Yang penting, Kementerian Perdagangan yang harus lakukan monitoring. BI juga monitoring karena terkait dengan kurs,” terangnya.

Seperti diketahui, Indonesia masuk dalam 16 negara yang disebut Trump bertindak curang dan menyebabkan defisit yang perdagangan yang besar bagi Amerika Serikat.

Kedua, indikasi kecurangan menurut Mirza, dapat diukur dari neraca transaksi berjalan (current account defisit/CAD) . Negara yang melakukan kecurangan seharusnya mengalami surplus pada CAD. Namun, Indonesia justru mencatatkan CAD sebesar 1,8 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Ketiga, indikasi kecurangan juga dapat terlihat nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar AS. Tuduhan curang menurut Mirza dapat dilayangkan kepada Indonesia jika pemerintah dan BI sengaja membuat rupiah melemah sehingga mampu membuat ekspor meningkat.

“Indonesia kalau terjadi gejolak, BI masuk ke pasar. Yang terjadi malah cegah rupiah terlalu lemah. Sedangkan yang disasar Trump adalah sengaja membuat nilai tukar melemah,” jelasnya.

Bank Indonesia (BI) turut menampik tuduhan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang menyebut Indonesia bertindak curang sehingga menyebabkan defisit perdagangan AS. BI pun memaparkan tiga indikator yang menunjukkan Indonesia tak layak memperoleh tuduhan Trump.

“Pertama, (Indonesia dikatakan melanggar) bila punya surplus (perdagangan) lebih dari US$20 miliar terhadap AS. Indonesia tidak (melanggar) karena hanya surplus US$13 miliar,” ujar Mirza di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Rabu (5/4).

Indeks Dolar AS Masih Ditopang Support Gotobi Jepang | PT Solid Gold Berjangka Cabang Palembang

Kekhawatiran mengenai pertemuan AS-China yang akan datang menggerogoti laju greenback, yang juga mendapatkan tekanan dari meningkatnya spekulasi bahwa Trump akan menghadapi tantangan dalam mengimplementasikan kebijakan pro-pertumbuhan yang dijanjikannya, setelah kegagalan meloloskan rancangan undang-undang reformasi kesehatan.

“Pasar ingin wait and see tentang bagaimana Trump dapat melaksanakan janjinya terkait infrastruktur dan reformasi pajak,” tambahnya.

Menurut Kumiko Ishikawa, FX market analyst di Sony Financial Holdings, fokus utama pasar valuta asing adalah tetap seputar apakah Trump dapat merealisasikan kebijakan-kebijakannya serta apakah ekonomi AS akan tetap cukup kuat bagi The Fed untuk bertahan pada laju kenaikan suku bunganya.

Oleh karena itu, laporan data nonfarm payrolls yang akan dirilis Jumat ini akan sangat penting, setelah rilis risalah rapat kebijakan Fed pada Maret.

Keduanya diperkirakan akan membahas isu-isu ekonomi dan keamanan, termasuk mendesak Korea Utara untuk membatasi perkembangan persenjataannya.

Meskipun mata uang Jepang sebagai aset safe haven cenderung menguat di tengah adanya ketegangan geopolitik atau penghindaran risiko, dolar mendapatkan dukungan dari importir Jepang pada tanggal gotobi, yaitu tanggal kelipatan lima yang secara tradisional dilakukan penyelesaian atau settlement perdagangan/pembayaran.

“Hari ini, terdapat permintaan terhadap dolar karena ‘gotobi’, jadi penurunannya akan terbatas,” ujar Kaneo Ogino, direktur firma riset valuta asing Global-info Co. di Tokyo.

Pada saat yang sama, nilai tukar yen menguat 0,03% atau 0,03 poin ke posisi 110,71 per dolar AS, setelah dibuka stagnan di posisi 110,74.

Dilansir Reuters, Pyongyang melancarkan uji coba misil sekitar sehari sebelum berlangsungnya pertemuan Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping.

Pertemuan antara Trump dengan Presiden China Xi Jinping akan berlangsung pekan ini pada 6-7 April di Florida. Ini akan menjadi pertemuan tatap muka pertama sejak Trump menjabat pada 20 Januari.

Tenaga dolar AS terhadap yen terlihat melemah pada perdagangan hari ini, Rabu (5/4/2017), setelah Korea Utara dilaporkan kembali menembakkan rudal balistik menjelang pertemuan pemimpin AS dan China.

Indeks dolar AS yang mengukur pergerakan kurs dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama hari ini dibuka melemah 0,04% atau 0,040 poin di level 100,500.

Pelemahannya namun terkikis menjadi 0,02% atau 0,020 poin ke level 100,520 pada pukul 12.56 WIB.

BI Heran Indonesia Masuk Daftar Penyumbang Defisit Amerika | PT Solid Gold Berjangka Cabang Palembang

Indonesia, itu sekarang defisit 1,8 persen terhadap PDB (produk domestik bruto). Jadi tidak termasuk,” katanya.

Sementara yang ketiga, adalah negara-negara yang melakukan intervensi kurs mata uang secara terus menerus. Mirza menegaskan, BI hanya akan berada di pasar, ketika mata uang rupiah terpental dari fundamental yang sebenarnya.

Jika sebaliknya, maka hal itu tidak akan dilakukan.
“Artinya, intervensi kurs itu sengaja melemah, sehingga ekspornya lebih murah ke AS. Indonesia, yang terjadi malah mencegah rupiah terlalu lemah.

Sedangkan yang disasar Trump, adalah yang sengaja buat lemah currency-nya,” katanya.

Mirza menduga, diterbitkannya perintah eksekutif tersebut memang menyikapi pertemuan antara Presiden Trump bersama Presiden China Xi Jinping di Florida. Namun secara garis besar, ada tiga indikator yang dipergunakan AS dalam menentukan, mana saja negara-negara yang dianggap sudah merugikan.

Pertama, dari sisi perdagangan. Masing-masing negara yang memiliki surplus lebih dari US$20 miliar dengan AS, maka masuk sebagai negara yang masuk kriteria merugikan. Sementara yang kedua, transaksi berjalan di tiap negara yang mencetak surplus karena imbas dari neraca jasa yang positif.

Sebagai informasi, Indonesia menjadi satu dari 16 negara yang dituding melakukan perbuatan tak terpuji dalam kerangka kerja sama perdagangan, yang diperkirakan menyebabkan kerugian sebesar US$50 miliar.

“Indonesia seharusnya tidak masuk. Tapi pemerintah harus cermati, karena dari executive order itu akan keluar report dari pertahanan AS mengenai negara yang dianggap melakukan unfair subsidies,” kata Deputi Gubernur Senior BI Mirza Adityaswara, Jakarta, Rabu 5 April 2017.

Bank Indonesia mengingatkan pemerintah, agar tidak memandang remeh dikeluarkannya perintah eksekutif Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang bertujuan mencari akar masalah penyebab terjadinya defisit neraca perdagangan di negara tersebut.

 

 

Solid Gold

Advertisements
This entry was posted in PT Solid Gold Berjangka Cabang Palembang and tagged , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s