Ekspor Obat Hewan Indonesia Capai Rp 26,357 Triliun

Pemerintah terus berusaha meningkatkan pendapatan negara melalui ekspor berbagai komoditi | PT Solid Gold Berjangka Cabang Jakarta

 

PT Solid Gold Berjangka Cabang Jakarta
Negara tujuan untuk eskpor sediaan sediaan farmasetik antara lain Cina, Ethiophia dan Filiphina. Tujuan sediaan biologik adalah ke Albania, Hongkong, Libanon, Malaysia, Myanmar, Pakistan, Suriah, Timor Leste dan Zambia.

Hal tersebut menunjukkan kualitas obat hewan Indonesia mampu bersaing dengan negara maju, baik dari segi mutu, khasiat serta keamanannya. Prestasi tersebut terus berupaya ditingkatkan dan menjadi target yang lebih baik ke depannya.

“Target kami tahun 2026 Indonesia mampu memenuhi kebutuhan obat hewan dalam negeri dengan target pengurangan jumlah impor sampai dengan kurang dari 30 persen,” kata Ketut.

Brasil, Guatemala dan Argentina merupakan empat negara di bagian benua Amerika yang berhasil kita tembus,” ujar dia.

Sedangkan untuk benua Afrika seperti Mesir, Montenegro, Maroko, Tunisia, Nigeria, Tanzania, Ethiophia, Bhutan, Uganda, Zimbabwe, Zambia dan Kenya. Sementara Jepang, China, India, kamboja, libanon, Malaysia, Nyanmar, Nepal, Pakistan, Bangladest, Fhilipina, Thailand, Timor Leste dan Vietnam, Arab Saudi, Iran, Irak, Lybia, Taiwan, Yaman dan Yordania menjadi negara di Asia tujuan ekspor obat hewan Indonesia.

Berdasarkan data rekomendasi ekspor dari Ditjen PKH Kementerian Pertanian memperlihatkan bahwa produsen obat hewan dalam negeri telah berhasil menembus pasar Internasional. Bukan hanya ekspor ke negara berkembang, tetapi telah menembus negara maju seperti negara bagian Eropa dan Amerika.

Pada 2016, Indonesia telah melakukan ekspor obat hewan ke 57 negara yang tersebar di empat benua yaitu Eropa, Amerika, Asia dan Afrika. Negara bagian Eropa seperti Belgia, Bulgaria, Kroasia, Perancis, Jerman, Hungaria, Italia, Lithuania, Belanda, Norwegia, Polandia, Serbia, Slovenia, Rumania, Yunani, Albania, Georgia, Yordania, Ukraina dan Rusia.

Seperti diketahui, saat ini pemerintah terus berusaha meningkatkan pendapatan negara melalui ekspor berbagai komoditi strategis dalam rangka meningkatkan perekonomian negara. “Ternyata obat hewan ini mempunyai kontribusi yang luar biasa. Nilai ekspor bahan pangan dan obat hewan saat ini didominasi oleh obat hewan dimana obat hewan menjadi primadona ekspor yang mendatangkan devisa negara yang cukup besar,” kata dia.

Besarnya jumlah ekspor obat hewan tahun 2016 adalah sebesar 459.902 ton, sedangkan ekspor pada 2015 sebesar 211.631 ton. Angka tersebut menunjukkan keberhasilan pemerintah mendukung ekspor obat hewan dengan kenaikkan yang cukup signifikan yaitu sebesar 248,271 ton atau 46 persen.

Sementara itu untuk jumlah impor obat hewan pada 2016 sebesar 297.468 ton, sedangkan impor tahun 2015 sebesar 395.656 ton. Itu artinya terjadi penurunan impor sediaan farmasetik dan premik sebesar 68,1 ton atau 17,5 persen. Ia melanjutkan, peningkatan nilai ekspor ini sangat menggembirakan bagi dunia usaha di bidang obat hewan. Selain itu, hal tersebut juga menunjukkan obat hewan berkontribusi besar dalam peningkatan devisa negara.

Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian telah mengeluarkan rekomendasi ekspor obat hewan senilai Rp 26,357 triliun. Direktur Jenderal PKH I Ketut Diarmita mengatakan, ekspor obat hewan Indonesia sebesar Rp 7,843 triliun berhasil menembus pasar ekspor pada 2015.

Dengan dukungan yang disyaratkan pengimpor untuk jaminan mutu dan keamanan obat hewan, ekspor pada 2016 naik menjadi sebesar Rp 18,514 triliun. “Artinya terjadi peningkatan nilai ekspor obat hewan sebesar Rp 10,671 triliun atau terjadi peningkatan sebesar 136 persen,” ujarnya di Jakarta, Rabu 5/4).

Ekspor Obat Hewan Naik | PT Solid Gold Berjangka Cabang Jakarta

Oleh karena itu, pemerintah terus mendorong peningkatan standar penerapan Cara Pembuatan Obat Hewan yang Baik (CPOHB) kepada para produsen, sehingga kualitas mutu obat hewan yang dihasilkan sesuai dengan standar Good Manufacturing Practicess (GMP) Internasional.

CPOHB merupakan salah satu rambu pengaman dan sebagai salah satu bentuk sistem pengawasan kualitas secara dini sejak produksi. Dengan menerapkan CPOHB akan diperoleh jaminan mutu obat hewan sehingga diharapkan dapat meningkatkan daya saing obat hewan produk dalam negeri.

Nilai ekspor bahan pangan dan obat hewan saat ini didominasi oleh obat hewan dimana obat hewan menjadi primadona ekspor yang mendatangkan devisa negara yang cukup besar,” imbuhnya.

Ketut menyampaikan pemerintah selaku regulator tidak hanya melakukan peningkatan jumlah dari segi kuantitas saja, tetapi juga kualitas mutu produk dengan melakukan pengawasan obat hewan dari hulu yakni produsen obat hewan, distributor obat hewan sampai dengan ke hilir yakni para peternak selaku pengguna produk obat hewan.

Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) I Ketut Diarmita menyampaikan nilai ekspor obat hewan pada 2016 sebesar Rp18,514 triliun dengan volume ekspor sebesar 459.902 ton. Nilai ekspor ini naik naik dari tahun sebelumnya sebesar Rp7,843 triliun dengan volume ekspor sebesar 211.631 ton.

“Artinya terjadi peningkatan nilai ekspor obat hewan sebesar Rp10,671 triliun atau terjadi peningkatan sebesar 136%,” tuturnya melalui keterangan resmi pada Rabu (5/4/2017).

Adapun, impor sediaan farmasetik dan premik mengalami penurunan sebesar 17,5%. Volume impor obat hewan pada 2016 sebesar 297.468 ton, turun dari tahun sebelumnya sebesar 395.656 ton.

Kementerian Pertanian-TNI Canangkan Penanaman Padi dan Jagung di Atas Lahan Seluas 5000 Hektar di Kabupaten Siak | PT Solid Gold Berjangka Cabang Jakarta

Di tempat yang sama, Kasad TNI Jenderal Mulyono juga tidak menampik mengenai keberhasilan pemerintah Indonesia sebagai lembung padi di Asia selama dua tahun terakhir. Bahkan, hasil panen padi Indonesia sudah diekspor ke negara Myanmar.

“Dua tahun terakhir ini, kita sudah mengekspor hasil panen padi ke negara Myanmar ber ton-ton. Kita tidak mengimpor lagi. Ini menjadi bukti keberhasilan kita bersama,” tutur kasad.

Menurut kasad, keberhasilan tersebut juga tidak datang dengan sendirinya tanpa ada kerjasama. Bahkan dia juga tidak lupa memuji sejumlah Bintara Pembina Desa (Babinsa) yang sangat berperan membantu perkembangan petani.

“Kita memang tidak bisa berdiri sendiri, kita harus bergotong royong. Semua intinya bertujuan untuk mewujudkan Indonesia dari swasembada pangan,” ujarnya.

Bahkan bukan hanya itu saja, dia juga mengaku, untuk menggagas pencapaian tersebut, Kementerian Pertanian juga akan mencanangkan lahan penanaman padi dan jagung seluas 5000 hektar (ha) di Siak. Hal itu dilakukan guna menanggulangi harga beras yang selama ini sangat memberatkan masyarakat.

“Kadang memang tidak sesuai, melihat harga padi yang murah, sedangkan harga beras sangat mahal. Pasalnya selama ini kita mengekspor beras dari negara-negara luar. Untuk itu, sesuai dengan Nawacita Presiden RI dan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 20, kita akan berupaya menanggulangi hal tersebut,” kata Spudnik Sujono.

Di akhir sambutannya, dia juga mengingatkan kepada Pemerintah Kabupaten Siak, untuk menjaga dan merawat sejumlah bantuan alat mesin dari Kementerian Pertanian, yang diperuntukkan untuk petani daerah setempat.

Dirjen Holtikultura Kementerian Pertanian Republik Indonesia Spudnik Sujono mengatakan, tahun 2017 ini, pihaknya akan memberikan bantuan kepada petani di Kabupaten Siak, Provinsi Riau berupa bibit padi dan jagung.Dengan adanya bantuan itu, nantinya dapat mengimbangi pencapaian yang dicanangkan kementerian tersebut.

“Untuk tahun 2016 lalu, kurang lebih sebesar 72,1 juta ton hasil panen padi di Indonesia. Dengan adanya bantuan ini, saya berharap, tahun 2017 pencapaian hasil panen padi dan jagung dapat lebih meningkat lagi,” ujarnya, sebelum menanam padi dan jagung secara simbolis, Rabu (5/4/2017) di Kecamatan Bungaraya, Siak.

 Solid Gold 

Advertisements
This entry was posted in PT. Solid Gold Berjangka Cabang Jakarta and tagged , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s