Indonesia Tak Kena Dampak Kebijakan Amerika Serikat

Amerika Serikat menilai terdapat 16 negara yang dianggap Trump telah melakukan praktik “curang” | PT Solid Gold Berjangka Pusat

PT Solid Gold Berjangka Pusat

 

Sebelumnya, Mirza Adityaswara Deputi Gubernur Senior BI memaparkan ada tiga kritera yang ditentukan oleh Presiden Trump. Pertama, negara yang memiliki surplus perdagangan paling tidak US$20 miliar. Berdasarkan data pemerintah, surplus perdangan Indonesia – AS hanya sebilai US$13 miliar.

Kedua, neraca perdagangan yang surplus. Khusus Indonesia, neraca perdagangan justru mengalami defisit sebanyak 1,8%– 2% dari pertumbuhan ekonomi. Ketiga, intervensi kurs satu arah secara terus menerus selama setahun yang besarannya bisa sampai 2% dari GDP.

Mirza menilai Indonesia seharusnya tidak masuk dalam daftar yang ditetapkan oleh Amerika Serikat.

Kepala Departmen Pendalaman Pasar Keuangan Bank Indonesia Nanang Hendarsah mengungkapkan kebijakan struktur ekspor Indonesia ke AS lebih banyak tidak berkaitan secara langsung. Menurutnya, kebijakan AS akan berdampak pada Negara yang memiliki struktur ekspor komoditas, seperti Vietnam dan Taiwan.

“Kalau Indonesia ekpor ke US, pasti akan melalui negara lain. Jadi menurut hemat saya, dampaknya enggak signifikan,” ungkapnya di Jakarta, Kamis (6/4/2017).

Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat Donald J. Trump mengeluarkan perintah eksekutif untuk mengatasi defisit perdagangan Amerika Serikat yang kini mencapai sekitar US$50 miliar.

Amerika Serikat menilai terdapat 16 negara yang dianggap Trump telah melakukan praktik “curang” itu yakni China, Kanada, Jepang, Irlandia, Italia, Jerman, Prancis, India, Indonesia, Malaysia, Meksiko, Korea Selatan, Swiss, Taiwan, Thailand, dan Vietnam.

Indonesia tidak akan terkena dampak dari kebijakan Amerika Serika terkait negara-negara yang dianggap menyebabkan defisit perdagangan.

Presiden AS Donald Trump Tuding Indonesia Curang Dalam Berdagang | PT Solid Gold Berjangka Pusat

Meski begitu, kementerian tetap melakukan persiapan jika Washington benar benar menjalankan ancamannya.

Sementara itu, Bank Indonesia juga menganggap tudingan Trump pada Indonesia tidak beralasan. Pasalnya, surplus dagang Indonesia kurang dari 9 Miliar Dollar Amerika Serikat.

Sedangkan untuk perdagangan jasa, neraca Indonesia hingga kini masih defisit. Meski begitu, Bank Sentral menilai bahwa Indonesia tetap perlu bersiap diri menghadapi tudingan Trump.

Mereka berharap pertemuan kedua pemimpin bisa menghasilkan peluang bisnis bukan perang dagang. Keganasan Trump pada Tiongkok nyatanya berimbas pada mitra dagang lain, seperti Indonesia.

Pemerintahan Trump juga menuding Indonesia curang dalam berdagang. Menanggapi hal ini, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita membantahnya.

Hal itu terjadi jelang pertemuan tingkat tinggi dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping.

Besarnya defisit dagang Amerika membuat Trump melakukan segala upaya untuk membendung serbuan barang dari Tiongkok. Meski begitu, para pelaku usaha Amerika justru khawatir dengan tindakan Trump.

Tudingan kecurangan dagang terus dihembuskan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

 

RI Tak Rugikan Perdagangan AS | PT Solid Gold Berjangka Pusat

Mirza menjelaskan, ada tiga criteria suatu negara yang bisa dianggap merugikan AS dalam sektor perdagangan, yaitu negara tersebut mempunyai surplus neraca perdagangan lebih dari US$ 20 miliar dengan Negeri Adidaya itu. “Indonesia tidak, Indonesia hanya (surplus) sekitar US$ 13 miliar (berdasarkan klaim AS),” kata Mirza.

Kriteria lainnya, negara tersebut mempunyai surplus neraca transaksi berjalan (current account). “Indonesia current account-nya defisit 1,8-2% terhadap PDB, jadi tidak termasuk,” ujarnya.

Kriteria terakhir, kata Mirza, Negara tersebut melakukan intervensi nilai tukar mata uang secara terus menerus selama satu tahun dengan tujuan melemahkan kurs agar nilai ekspor ke AS menjadi lebih murah.

Mirza menegaskan, Indonesia tidak pernah sengaja melakukan pelemahan mata uang rupiah untuk mendorong ekspor ke AS. “Jika bergejolak, BI masuk ke pasar untuk pengendalian. Yang terjadi malah mencegah rupiah agar jangan terlalu lemah,” tutur Mirza.

Perintah eksekutif ini bertujuan untuk melindungi perekonomian AS dari politik dumping yang dilakukannegara mitra dagang dan manipulasi kurs yang membuat harga barang impor lebih murah. Indonesia termasuk salah satu negara yang disebut-sebut merugikan kepentingan AS dalam perintah eksekutif tersebut karena menempati peringkat ke-15 negara yang memiliki defisit perdagangan dengan AS.

Posisi pertama ditempati oleh Tiongkok dengan defisit US$ 347 miliar, disusul Jepang, Jerman, Meksiko, Vietnam, Irlandia, Italia, Korea Selatan, Malaysia, India, Thailand, Prancis, Swiss dan Taiwan, Surplus neraca perdagangan Indonesia dengan AS mencapai US$ 8,8 miliar pada 2016. Namun, AS mengklaim mengalami defisit neraca perdagangan dengan Indonesia hingga US$ 13 miliar.

Indonesia seharusnya tidak masuk, tapi tentu perlu dicermati perkembangan dari AS,” kata Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Mirza Adityaswara saat menjadi keynote speaker pada acara Globe Asia Business Summit 2017-Theme: The Impact of Trumponomics on Indonesia: Focus on Monetary Policy, di Jakarta, Rabu (5/4).

Presiden AS Donald Trump telah menerbitkan perintah eksekutif untuk melakukan investigasi terhadap negara-negara yang menyumbang terjadinya defisit neraca perdagangan AS. Dalam konteks itu, Kementerian Dalam Negeri AS mengeluarkan daftar 16 negara yang memiliki hubungan perdagangan tidak seimbang dengan AS, Senin (3/4).

Indonesia selama ini tidak merugikan perdagangan Amerika Serikat (AS), seperti yang tercantum dalam perintah eksekutif baru yang dikeluarkan Presiden Donald Trump.

 

PT Solid Gold Berjangka 

 

Advertisements
This entry was posted in PT. Solid Gold Berjangka Pusat and tagged , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s