Posisi Freeport Belum Aman

Menteri ESDM Ignasius Jonan menegaskan, izin tersebut hanya berlaku enam bulan | PT Solid Gold Berjangka Cabang Palembang

 

PT Solid Gold Berjangka Cabang Palembang
Operasi Freeport itu ditetapkan setelah terbitnya Peraturan Pemerintah No 1 Tahun 2017 tentang Pelaksanaan Kegiatan Usaha Pertambangan Mineral dan Batubara, khususnya yang berkaitan dengan ekspor konsentrat terganggu. Pasalnya keberadaan aturan tersebut mewajibkan perusahaan tambang Kontrak Karya yang ingin ekspor konsentrat harus mengubah izin mereka menjadi izin usaha khusus pertambangan.

Kedua, perusahaan tambang dengan aturan tersebut juga wajib mendivestasikan saham mereka hingga 51 persen secara bertahap. Tapi, 10 Februari lalu Freeport McMoran melalui CEO mereka, Richard Adkerson, menolak tegas aturan tersebut. Namun dalam perjalanan, mereka mulai melunak dan mau berunding dengan pemerintah.

Selain merundingkan masalah pajak dan retribusi, dalam jangka waktu tersebut, pemerintah juga akan secara cermat melihat keseriusan Freeport. Keseriusan tersebut akan dilihat dari kemajuan pembangunan smelter yang mereka lakukan.

“Untuk melihat keseriusan itu, setiap tiga bulan kami akan kirim verifikator independen untuk mengecek, ada kemajuan atau tidak,” katanya.

Jonan mengatakan, kalau dalam batas waktu tersebut Freeport ternyata mangkir dari kewajiban mereka dan perundingan buntu, pemerintah akan tegas mencabut izin ekspor konsentrat Freeport. “Nah kalau setelah izin ekspornya dicabut, Freeport bilang mau kembali dari IUPK ke Kontrak Karya sampai 2021, ya sudah tidak ada izin ekspor lagi, tapi sama saja tidak akan bisa ekspor lagi. Kalau tidak bisa, bubar saja,” katanya.

“Jadi yang sementara izin ekspornya,” katanya di Kompleks Istana Negara, Kamis (6/4). Waktu enam bulan tersebut akan digunakan pemerintah dengan Freeport untuk berunding mengenai kelanjutan investasi perusahaan tersebut di Indonesia. Salah satu hal yang akan dibahas dalam perundingan tersebut adalah masalah kewajiban perpajakan dan retribusi yang harus dijalankan Freeport, kalau nantinya operasi mereka di Indonesia diperpanjang.

ANGIN segar yang diberikan pemerintah kepada PT Freeport Indonesia untuk mengekspor mineral mentah sampai 10 Oktober mendatang dan izin usaha pertambangan khusus (IUPK), belum menghilangkan ancaman kepada perusahaan Amerika tersebut. Menteri ESDM Ignasius Jonan menegaskan, izin tersebut hanya berlaku enam bulan.

Perlu 3 Bulan, Menteri Jonan Taklukan Freeport | PT Solid Gold Berjangka Cabang Palembang

Khusus Freeport, lanjut Jonan, boleh saja tetap mempertahankan KK. Industri tambang asal AS ini, tetap diperbolehkan menambang dan menjual produksinya di dalam negeri. Namun tidak boleh ekspor. “Akhirnya (Freeport) mau sama IUPK. Kita malah kasih delapan bulan dari Februari, atau enam bulan dari sekarang,” kata Jonan.

Dia mengatakan ijin ekspor Freeport ini akan dievaluasi terkait pembangunan smelter. “Kalau bangun smelter kita akan cek di lapangan tiap tiga bulan kita kirim verifikator independen. cek ada progresnya nggak,” jelasnya.

Jonan juga mengatakan dalam enam bulan ke depan ini juga akan dilanjutkan perundingan masalah perpajakan dan retribusi. “Itu termasuk itu. Kalau nanti setelah enam bulan mereka tidak membuat smelter, tidak ada progress smelter dan sebagainya, ya kita cabut izin ekspornya. Yang sementara itu izin ekspor, bukan IUPK,” tegas Jonan.

Dikatakan Jonan, tidak harus semua pemegang KK mengubah menjadi IUPK. Jika pemilik KK tersebut sudah memiliki unit pengolahan dan pemurnian mineral mentah (smelter), tidak perlu IUPK. “Sebenarnya tidak harus kalau pemegang kontrak karya sudah membuat kegiatan pengolahan dan pemurnian. Itu tetap izinnya kontrak karya ngak apa-apa, sampai kontraknya berakhir,” ungkap Jonan.

Menteri ESDM mengatakan, banyak perusahaan-perusahaan tambang mineral logam yang mempertahankan kontrak karya, mereka tidak harus merubah menjadi IUPK karena sudah melakukan pengolahan dan pemurnian mineral mentah.

Menteri ESDM Ignatius Jonan menerangkan bahwa izin ekspor yang diberikan kepada PT Freeport Indonesia (PTFI/Freeport), bersifat sementara. Berlaku hanya enam bulan saja.

Masih menurut Menteri Jonan, untuk Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK), tidak ada yang sementara. “Yang menjadi sementara itu selalu izin ekspornya, karena tiap enam bulan kita akan review,” kata Jonan usai menghadap Presiden Joko Widodo di Istana Presiden, Jakarta, Kamis (6/4/2017).

Mantan menteri perhubungan ini mengakui, awalnya Freeport menolak kewajiban untuk merubah Kontrak Kerya (KK) menjadi IUPK. Namun setelah berunding tiga bulan, industri tambang terbesar di dunia itu, menerima. “Karena kalau tidak menerima perubahan kontrak karya menjadi rezim izin, yaitu IUPK, ya tidak bisa ekspor,” kata Jonan.

Soal Freeport Lepas Saham 51%, Luhut: Mereka Arahnya Setuju | PT Solid Gold Berjangka Cabang Palembang

Pemerintah sendiri menyatakan mau saja memberikan perpanjangan 20 tahun, tapi ada syaratnya. Di antaranya adalah Freeport harus mau mendivestasikan 51% sahamnya pada pemerintah.

Negosiasi ini sedang dilakukan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan.

“51% ini sudah dilakukan ini pak Jonan dan mereka arahnya setuju. Masa enggak setuju,” kata Luhut.

Hal ini disampaikan Luhut usai dipanggil Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (6/4/2017).

Diketahui, kontrak Freeport Indonesia di Tambang Grasberg, Papua, akan segera berakhir di 2021. Perusahaan tambang asal Amerika Serikat (AS) itu ingin kontraknya diperpanjang 20 tahun sampai 2041.

Menteri Koordinator Bidang Maritim, Luhut Binsar Panjaitan optimis PT Freeport Indonesia rela untuk divestasi atau melepaskan saham kepada Indonesia hingga 51%. Luhut sudah melihat arah tersebut sedikit lebih jelas.

 

Solid Gold

Advertisements
This entry was posted in PT Solid Gold Berjangka Cabang Palembang and tagged , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s