Tabung Elpiji 3 kg Hanya untuk Masyarakat Miskin

Tabung Elpiji 3 kg Hanya untuk Masyarakat Miskin | PT Solid Gold Berjangka Cabang Lampung

 

PT Solid Gold Berjangka Cabang Lampung
Pelaksanaan operasi pasar tersebut dilakukan sejak hari 4 hingga 6 April di beberapa titik lokasi di wilayah Jakarta Timur, Jakarta Utara, Jakarta Pusat, Jakarta Barat, Jakarta Selatan. Masing-masing titik dialokasikan 560 tabung. Setiap konsumen hanya diperbolehkan membeli maksimal 2 tabung.

Operasi tersebut dalam rangka menindaklanjuti isu yang beredar terkait warga yang kesulitan mendapatkan LPG 3 kg bersubsidi di wilayah Jakarta, tim Pertamina segera diterjunkan ke lokasi, namun dari hasil pantauan lapangan, tidak terlihat adanya antrean dan dari sisi penjualan tidak menunjukkan grafik yang signifikan.

Untuk menanggulangi informasi tersebut dan demi memenuhi kebutuhan masyarakat, Pertamina menggelar Operasi Pasar. Khusus untuk operasi pasar, harga jual yang diberlakukan sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) pangkalan, yakni Rp16 ribu.

Selain operasi pasar, Pertamina sudah memberikan alokasi tabung fakultatif (tambahan) sejumlah 402.840 tabung atau 1.208 MT untuk wilayah Jakarta.

Kemudian, terkait dengan mekanisme monitoring ketersediaan Elpiji 3 kg, Pertamina memiliki Sistem Monitoring Penyaluran LPG 3 kilogram (SIMOLEK). Sistem ini bertujuan untuk memantau jalannya distribusi epiji 3 kg agar tepat sasaran, mulai dari agen resmi hingga ke seluruh pangkalan di bawah agen.

Apabila ada indikasi penyelewengan Elpiji 3 kg bersubsidi, masyarakat dapat langsung melapor ke kepolisian setempat, Pemerintah Daerah, Hiswana Migas, atau ke Pertamina Center. PT Pertamina menyatakan bahwa pasokan Elpiji untuk ukuran 3 kg bersubsidi di wilayah Jakarta masih stabil.

“Isu kelangkaan LPG ini selalu kami tindaklanjuti sesegera mungkin. Pertamina sudah memberikan tambahan fakultatif. Selain itu kami langsung menerjunkan tim untuk melakukan operasi pasar,” kata Yudi.

PT Pertamina memasang peringatan berupa sablon bertuliskan “Hanya Untuk Masyarakat Miskin” pada tabung Elpiji berkapasitas 3 kg.

Menurut Area Manager Communication dan Relations JBB Yudi Nugraha, hal tersebut bertujuan untuk mencegah pihak-pihak yang tidak sesuai kategori yang ditetapkan oleh Pemerintah menggunakan Elpiji 3 kg yang merupakan produk bersubsidi.

Sebagaimana dilansir Antara, Kamis (6/4), Pertamina juga mengajak dan meminta seluruh lapisan masyarakat untuk turut berperan serta mewujudkan pendistribusian dan penyaluran Elpiji bersubsidi yang tepat sasaran.

Bantah Ada Kelangkaan, Pertamina Tegaskan Pasokan Elpiji 3 Kg di DKI Jakarta Stabil | PT Solid Gold Berjangka Cabang Lampung

Isu kelangkaan LPG ini selalu kami tindaklanjuti sesegera mungkin. Pertamina sudah memberikan tambahan fakultatif.

Selain itu kami langsung menerjunkan tim untuk melakukan operasi pasar,” ujar Yudi Nugraha, Area Manager Communication & Relations JBB dalam keterangan pers kepada Tribunnews, Kamis (6/4/2017).

Pelaksanaan operasi pasar tersebut dilakukan sejak Selasa 4 April 2017 lalu sampai hari ini, Kamis 6 April 2017.

Lokasinya berada di beberapa titik di wilayah Jakarta Timur, Jakarta Utara, Jakarta Pusat, Jakarta Barat dan Selatan.

“Di masing-masing titik, Pertamina mengalokasikan 560 tabung. Setiap konsumen hanya boleh membeli maksimal 2 tabung,” ujar Yudi Nugraha.

Selain operasi pasar, Pertamina juga memberikan alokasi tabung fakultatif (tambahan) berjumlah 402.840 tabung atau 1.208 MT untuk wilayah Jakarta.

Dari data penjualan juga diketahui tidak ada grafik lonjakan permintaan yang signifikan.

Namun, untuk memastikan pasokan gas elpiji 3 kg tetap stabil di pasar, Pertamina menggelar Operasi Pasar dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) pangkalan, Rp 16.000.

Belakangan beredar kabar pasokan elpiji bersubsidi kemasan 3 kg susah didapat di wilayah DKI Jakarta. Warga kesulitan mendapatkan elpiji kemasan tersebut di beberapa wilayah.

Merespon hal itu, Pertamina menurunkan tim ke lapangan untuk melakukan pengecekan. Hasilnya menurut pihak Pertamina mereka tidak terlihat adanya antrean.

Pertamina Alokasi 402 Ribu Elpiji Tambahan di Jakarta | PT Solid Gold Berjangka Cabang Lampung

Selain elpiji bersubsidi, Pertamina juga mendistribusikan elpiji non-subsidi yang terdiri dari LPG Bright Gas 5,5 Kg dan 12 Kg. Distribusi LPG non-subsidi di wilayah Jakarta didukung oleh agen non Public Service Obligation (PSO) sejumlah 45 dan gerai LPG non-PSO sejumlah 7.733.

Untuk mengawasi ketersediaan elpiji bersubsidi, Pertamina memiliki sistem monitoring penyaluran tersendiri. Pertamina juga memasang stiker peringatan di tabung elpiji 3 kg bahwa elpiji bersubsidi hanya untuk masyarakat miskin.

“Apabila ada indikasi penyelewengan elpiji 3 kg, masyarakat dapat langsung melapor ke Kepolisian setempat, Pemerintah Daerah, Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) atau ke Pertamina melalui Pertamina contact center di nomor telepon 1-500-000,” pungkasnya.

“Isu kelangkaan elpiji ini selalu kami tindaklanjuti sesegera mungkin. Pertamina sudah memberikan tambahan fakultatif. Selain itu, kami langsung menerjunkan tim untuk melakukan operasi pasar,” ujar Yudi melalui siaran pers dikutip Jumat (7/4).

Lebih lanjut ia menuturkan, operasi pasar tersebut dilakukan sejak Selasa 4 April 2017 hingga Kamis 6 April 2017 di beberapa titik di Jakarta Timur, Jakarta Utara, Jakarta Pusat, Jakarta Barat, dan Jakarta Selatan.

Sebanyak 560 tabung elpiji dialokasikan bagi masing-masing titik, di mana setiap konsumen hanya diperbolehkan membeli maksimal dua tabung.

Adapun, jumlah penyaluran elpiji 3 kg dari Pertamina untuk Area Jakarta masih stabil sejak awal tahun lalu. Secara rata-rata, jumlah penyaluran tabung elpiji bersubsidi di wilayah Jakarta mencapai 408.646 tabung atau setara 1.226 MT per hari.

Penyaluran tersebut didukung oleh 245 agen serta 3.088 pangkalan yang tersebar di wilayah Jakarta.

PT Pertamina (Persero) mengalokasikan tabung gas Liquefied Petroleum Gas (LPG/elpiji) bersubsidi 3 kilogram tambahan sebanyak 402.840 tabung atau 1.208 metrik ton untuk wilayah DKI Jakarta. Upaya ini dilakukan untuk menindaklanjuti kabar kelangkaan tabung elpiji yang terjadi beberapa waktu terakhir di ibukota.

Area Manager Communication and Relations Pertamina Jawa Bagian Barat (JBB) Yudi Nugraha mengatakan, perseroan telah menerjunkan tim untuk memantau distribusi elpiji 3 kg di lokasi. Berdasarkan hasil pantauan, tidak ditemukan antrian pembelian elpiji bersubsidi, bahkan tak ada pergerakan yang signifikan dari grafik penjualan tabung elpiji melon.

Kendati demikian, perseroan tetap menanggulangi defisit kebutuhan elpiji dan menambal tabung tambahan (fakultatif). Di samping itu, perseroan juga melaksanakan operasi pasar, yakni menjual elpiji dengan harga sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) pangkalan, yaitu sebesar Rp16 ribu.

Solid Gold

 

 

Advertisements
This entry was posted in PT. Solid Gold Berjangka Cabang Lampung and tagged , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s