WOW! Rencana Ibu Kota ke Palangka Raya Mulai Digarap

Pemindahan ibu kota negara Indonesia dari Jakarta ke Palangka Raya mulai digarap | PT Solid Gold Berjangka

PT Solid Gold Berjangka
Sebagaimana diketahui, wacana pemindahan ibu kota negara dari Jakarta ke Palangka Raya itu kembali menguat setelah Presiden Joko Widodo mengungkapkan hal tersebut saat menghadiri Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional (HKSN) pada Desember 2016.

Menindaklanjuti pernyataan tersebut, pemerintah Provinsi Kalteng bahkan membuat presentasi persiapan-persiapan yang dilakukan dalam rangka mendukung realisasi pemindahan ibu kota.

Salah satu yang dilakukan Pemprov Kalteng adalah menyiapkan lahan seluas 500.000 hektare (ha) untuk memfasilitasi wacana pemindahan ibu kota itu.

”Kami sudah mengidentifikasi lokasi, mengkaji status lahan dan letak kawasan, serta menyinkronkannya. Wilayah yang kami persiapkan sekitar 500 ribu hektare yang meliputi tiga daerah. Yakni, Palangka Raya, Katingan, dan Gunung Mas,” kata Gubernur Kalteng Sugianto Sabran beberapa waktu lalu.

Menurut Bambang, diperkirakan, proses tersebut memerlukan waktu cukup lama.

”Untuk perkiraan waktu prosesnya, menengah atau panjang. Tapi, proses untuk itu saat ini sudah berjalan,” ujarnya.

Lebih lanjut Bambang menjelaskan, alasan utama dipilihnya Palangka Raya sebagai lokasi prioritas calon ibu kota negara yang baru tidak terlepas dari pertimbangan sejarah.

Presiden Pertama RI Soekarno, saat mengesahkan Palangka Raya, sudah mendesain Kota Cantik tersebut sebagai ibu kota RI selanjutnya.

”Latar belakang sejarah kan kita semua sudah tahu bahwa Presiden Soekarno memang bercita-cita suatu saat nanti memindahkannya dari Jakarta ke Palangka Raya,” kata Bambang.

Bappenas/PPN, jelas Bambang, ditugaskan melakukan kajian-kajian dan strategi pemindahan ibu kota sehingga bisa berjalan lancar dan efektif.

Terutama menyangkut pembiayaan yang diperkirakan cukup besar.

”Jadi, kami melakukan kajian dan menyusun strateginya agar pemindahan ibu kota nanti tidak terlalu memberatkan APBN. Kami persiapkan skema-skema pembiayaannya agar ibu kota baru itu bisa mandiri tanpa harus mengganggu APBN dan program prioritas lainnya,” papar Bambang.

Dia mengakui, pemindahan ibu kota tidak bisa dilaksanakan hanya dalam waktu satu atau dua tahun.

Setelah bertahun-tahun hanya jadi wacana, pemindahan ibu kota negara Indonesia dari Jakarta ke Palangka Raya mulai digarap.

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Bambang Brodjonegoro menyatakan, Presiden Joko Widodo menginstruksikan sejumlah kementerian dan lembaga terkait lainnya untuk mematangkan rencana pemindahan tersebut.

”Pak Presiden sangat serius soal ini dan menugaskan beberapa kementerian dan lembaga terkait, termasuk Bappenas, untuk melakukan persiapan mengenai rencana itu. Kami juga membuat timetable (jadwal kerja, Red)-nya,” kata Bambang menjawab pertanyaan Kalteng Pos (Jawa Pos Group) di sela meninjau terminal penumpang baru Bandara Tjilik Riwut.

Sstt…Pemindahan Ibu Kota ke Palangka Raya Dimulai Lho | PT Solid Gold Berjangka

Bappenas/PPN sendiri, jelas Bambang, ditugaskan melakukan kajian-kajian dan strategi pemindahan ibu kota sehingga bisa berjalan lancar dan efektif.

Terutama menyangkut pembiayaan yang diperkirakan akan cukup besar.

”Jadi, kami melakukan kajian dan menyusun strateginya agar pemindahan ibu kota nanti tidak terlalu memberatkan APBN. Kami persiapkan skema-skema pembiayaannya agar ibu kota baru itu bisa mandiri tanpa harus mengganggu APBN dan program prioritas lainnya,” papar Bambang.

Dia mengakui, pemindahan ibu kota tidak bisa dilaksanakan hanya dalam waktu satu atau dua tahun.

Bahkan, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Bambang Brodjonegoro menyatakan, Presiden Joko Widodo menginstruksikan sejumlah kementerian dan lembaga terkait lainnya untuk mematangkan rencana pemindahan tersebut.

”Pak Presiden sangat serius soal ini dan menugaskan beberapa kementerian dan lembaga terkait, termasuk Bappenas, untuk melakukan persiapan mengenai rencana itu. Kami juga membuat timetable (jadwal kerja, Red)-nya,” kata Bambang menjawab pertanyaan Kalteng Pos (Jawa Pos Group) di sela meninjau terminal penumpang baru Bandara Tjilik Riwut.

Tampaknya, pemindahan ibu kota negara Indonesia dari Jakarta ke Palangka Raya bukan lagi sekadar wacana.

Saat ini pemerintah pusat mulai menggarapnya.

Tampaknya, pemindahan ibu kota negara Indonesia dari Jakarta ke Palangka Raya bukan lagi sekadar wacana.

Saat ini pemerintah pusat mulai menggarapnya.

Lebih lanjut Bambang menjelaskan, alasan utama dipilihnya Palangka Raya sebagai lokasi prioritas calon ibu kota negara yang baru tidak terlepas dari pertimbangan sejarah.

Presiden Pertama RI Soekarno, saat mengesahkan Palangka Raya, sudah mendesain Kota Cantik tersebut sebagai ibu kota RI selanjutnya.

”Latar belakang sejarah kan kita semua sudah tahu bahwa Presiden Soekarno memang bercita-cita suatu saat nanti memindahkannya dari Jakarta ke Palangka Raya,” kata Bambang.

Menurut Bambang, diperkirakan, proses tersebut memerlukan waktu cukup lama.

”Untuk perkiraan waktu prosesnya, menengah atau panjang. Tapi, proses untuk itu saat ini sudah berjalan,” ujarnya.

Wahh.. Jadi Benar Nih Ibukota Akan Dipindah? | PT Solid Gold Berjangka

Seperti diketahui, wacana pemindahan ibu kota negara dari Jakarta ke Palangka Raya ini kembali menguat setelah Presiden Joko Widodo mengungkapkan hal itu, saat menghadiri Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional (HKSN), Desember 2016 lalu.

Menindaklanjuti pernyataan tersebut, Pemerintah Provinsi Kalteng bahkan telah membuat presentasi persiapan-persiapan yang dilakukan dalam rangka mendukung realisasi pemindahan ibu kota.

Salah satu yang dilakukan Pemprov Kalteng adalah telah menyiapkan lahan seluas 500.000 hektare (ha), untuk memfasilitasi wacana pemindahan ibu kota itu.

“Kita sudah mengidentifikas lokasi, mengkaji status lahan dan letak kawasan, serta menyinkronkan. Wilayah yang kita persiapkan sekitar 500 ribu hektare, yang meliputi tiga daerah, yakni Palangka Raya, Katingan dan Gunung Mas,” kata Gubernur Kalteng H Sugianto Sabran, beberapa waktu lalu.

Untuk perkiraan waktu prosesnya, menengah atau panjang. Tapi proses untuk itu saat ini sudah berjalan,” ujar dia.

Lebih lanjut dijelaskannya, alasan utama dipilihnya Palangka Raya sebagai lokasi prioritas calon ibu kota negara yang baru, tidak terlepas dari pertimbangan sejarah.

Presiden pertama RI Soekarno saat mengesahkan Palangka Raya, sudah mendesain Kota Cantik ini sebagai ibu kota RI selanjutnya.

“Latar belakang sejarah kan kita semua sudah tahu, bahwa Presiden Soekarno memang bercita-cita suatu saat nanti akan memindahkannya dari Jakarta ke Palangka Raya ini,” kata Bambang.

“Jadi kita tengah melakukan kajian dan menyusun strateginya, agar pemindahan ibu kota ini nantinya tidak terlalu memberatkan APBN. Jadi kita persiapkan skema-skema pembiayaannya, agar ibu kota baru itu nantinya bisa mandiri tanpa harus mengganggu APBN dan program prioritas lainnya,” papar Bambang.

Diakuinya, proses pemindahan ibu kota tidak bisa dilaksanakan hanya dalam waktu satu atau dua tahun.

Menurutnya, diperkirakan proses tersebut memerlukan waktu cukup lama.

“Pak Presiden sangat serius soal ini, dan sudah menugaskan beberapa kementerian dan lembaga terkait, termasuk Bappenaas, untuk melakukan persiapan terkait rencana itu. Dan kita juga sudah membuat time table (jadwal kerjanya),” kata Bambang menjawab pertanyaan Kalteng Pos (Jawa Pos Group) di sela meninjau terminal penumpang baru Bandara Tjilik Riwut, Kamis (6/4).

Bappenas/PPN sendiri, jelas Bambang, ditugaskan untuk melakukan kajian-kajian dan strategi pemindahan ibu kota, sehingga bisa berjalan lancar dan efektif. Terutama menyangkut pembiayaan yang diperkirakan akan cukup besar.

Wacana pemindahan ibu kota negara Indonesia dari Jakarta ke Palangka Raya, Kalimantan Tengah, sepertinya bukan sekadar wacana. Saat ini, pemerintah pusat sudah mulai menggarapnya.

Bahkan, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Bambang Brodjonegoro mengatakan, Presiden Joko Widodo telah menginstruksikan sejumlah kementerian dan lembaga terkait lainnya, untuk mematangkan rencana pemindahan ibu kota tersebut.

 

 Solid Gold

 

Advertisements
This entry was posted in PT Solid Gold Berjangka and tagged , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s