Jalan Tol Akses Tanjung Priok Tingkatkan Daya Saing

Basuki Hadimuljono akan meresmikan pengoperasian Jalan Tol Akses Tanjung Priok | PT Solid Gold Berjangka Pusat

 PT Solid Gold Berjangka Pusat
Setelah diresmikan pada hari Sabtu, 15 April 2017, ruas tol ini sementara akan dioperasikan tanpa tarif selama 1 (satu) bulan. Kementerian PUPR saat ini sedang melakukan proses penetapan operator dan penetapan tarif integrasi 2 (dua) ruas tol, yakni JORR dan Akses Tanjung Priok. Untuk sementara, pengoperasian Jalan Tol Akses Tanjung Priok akan dilaksanakan oleh PT. Jasa Marga dan PT. Citra Marga Nusaphala Persada (CMNP).

Untuk pengusahaan jalan Tol Akses Tanjung Priok, saat ini sedang dilakukan proses penerbitan Perpres Penugasan Pemerintah kepada PT. Hutama Karya sebagai bagian dari dukungan atas pembangunan jalan Tol Trans Sumatera.

Adapun kontraktor pelaksananya terdiri dari Kerja Sama Operasi (KSO) kontraktor Jepang dan Indonesia. SMCC – PT. Hutama Karya, Kajima – PT. Waskita Karya, Obayashi – PT. Jaya Konstruksi, dan Tobishima – PT. Wijaya Karya.

Pembangunan Jalan Tol Akses Tanjung Priok merupakan salah satu proyek bantuan luar negeri melalui kerjasama Pinjaman Pemerintah Jepang melalui JICA (Japan International Cooperation Agency).

Jalan Tol Akses Tanjung Priok terdiri dari lima seksi yakni Seksi E-1 Rorotan-Cilincing (3,4 Km), E-2 Cilincing-Jampea (2,74 Km), E-2A Cilincing-Simpang Jampea (1,92 Km) dan NS Link Yos Sudarso-Simpang Jampea (2,24 Km) dan NS Direct Ramp (1,1 Km).

Selain tersambung dengan JORR, Jalan Tol Akses Tanjung Priok juga tersambung dengan jalan tol dalam kota dengan biaya konstruksi sebesar Ro 4,1 trilyun. Ruas tol ini dibangun dengan menggunakan struktur elevated slab.

Hal tersebut selaras dengan agenda prioritas Nawa Cita ”Meningkatkan produktivitas rakyat dan daya saing di pasar internasional”, karena pembangunan infrastruktur merupakan salah satu upaya mempercepat pertumbuhan ekonomi melalui peningkatan mobilitas industri.

Jalan tol akses Tanjung Priok merupakan bagian dari ruas Jalan Tol Lingkar Luar (JORR) yang memiliki total panjang 69,77 Km, dan merupakan bagian dari target pembangunan jalan tol sepanjang 1.000 km hingga tahun 2019. Jalan tol ini juga merupakan Proyek Strategis Nasional yang tertuang dalam Perpres No. 3 Tahun 2016 di era Kabinet Kerja.

Presiden RI Joko Widodo didampingi Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono akan meresmikan pengoperasian Jalan Tol Akses Tanjung Priok, Sabtu (15/4).

Beroperasinya jalan tol sepanjang 11,40 km ini, akan meningkatkan kapasitas jalan metropolitan Jakarta dan semakin memperkuat konektivitas dalam mengembangkan potensi ekonomi Indonesia, mengurangi waktu tempuh dan menurunkan biaya transportasi sebesar kurang lebih 30%, serta memperlancar perpindahan arus angkutan barang dari dan menuju Tanjung Priok sebagai pelabuhan container terbesar di tanah air. Jalan tol ini telah dilengkapi oleh akses keluar masuk langsung dari dan menuju Pelabuhan Tanjung Priok.

Mulai Beroperasi, Tol Tanjung Priok Bisa Tingkatkan Daya Saing RI | PT Solid Gold Berjangka Pusat

Kami juga sedang proses pengadaan lahan untuk seksi W2 sepanjang 6 kilometer yang menghubungkan jalan tol akses Tanjung Priok dengan tol dalam kota,” kata Basuki. Dirinya menargetkan seksi W2 tersebut akan rampung 2019 mendatang.

Selama satu bulan ke depan sejak diresmikan Sabtu lalu (15/4), ruas tol ini akan digratiskan. Untuk sementara, pengoperasian Jalan Tol Akses Tanjung Priok akan dilaksanakan oleh PT Jasa Marga (Persero) Tbk. dan PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk.

Selain tol ini, Jokowi juga menyambut akan merapatnya kapal berukuran 10 ribu TEUs di pelabuhan Tanjung Priok. Dia mengatakan dengan adanya kapal sebesar ini maka barang dari daerah tidak perlu menuju Singapura lagi karena Tanjung Priok sudah bisa disambangi kapal besar. “Jadi tidak usah lagi transit Singapura,” kata Jokowi.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan jalan tol ini merupakan jalan tol pertama dari total 392 kilometer tol yang akan diresmikan tahun ini. Adapun panjang jalan tol akses Tanjung Priok ini mencapai 11.4 kilometer.

Tol Akses Tanjung Priok terdiri dari lima seksi yakni seksi E-1 yang menghubungkan Rorotan-Cilincing sepanjang 3,4 kilometer, E-2 Cilincing-Jampea sepanjang 2,74 kilometer, E-2A Cilincing hingga Simpang Jampea sepanjang 1,92 kilometer, NS Link Yos Sudarso menuju Simpang Jampea sepanjang 2,24 kilometer, serta NS Direct Ramp dengan panjang 1,1 kilometer.

Dia juga mengatakan proses pembangunannya telah mundur selama kurang lebih 2,5 tahun akibat permasalahan lahan. Bahkan Jokowi menceritakan saat dirinya masih menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta sempat mengurusi langsung pembebasan lahan tol akses pelabuhan ini.

“Oleh sebab itu hati-hati karena hal seperti ini saya ikuti terus,” kata Jokowi. Adapun ongkos pembangunan jalan tol ini mencapai Rp 4,1 triliun.

Dengan kapasitas lalu lintas truk kontainer yang sangat besar, keberadaan jalan tol menuju pelabuhan ini akan menambah daya saing Indonesia. Jalan tol ini akan mempercepat barang masuk, sehingga layanan di pelabuhan bisa bisa ditingkatkan dengan baik.

“Karena kecepatan keluar masuk kontainer dapat ditingkatkan,” kata Jokowi dalam keterangan resmi Kementerian PUPR, akhir pekan lalu.

Pembangunan jalan tol yang dimulai sejak tahun 2008 ini sempat mengalami permasalahan pengadaan lahan dan ketidaksesuaian mutu beton sebanyak 69 pilar sehingga dilakukan pembongkaran dan pergantian. Dengan kendala tersebut, penyelesaian jalan Tol Akses Tanjung Priok mengalami keterlambatan hingga 5 tahun.

Akhir pekan lalu Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan jalan tol akses Tranjung Priok. Jalan tol yang merupakan bagian jaringan tol lingkar luar (JORR) ini akan mampu mengurangi volume lalu lintas dari arah Cawang menuju Pelabuhan Tanjung Priok.

Jokowi menargetkan akan ada 3.600 kontainer yang akan melewati jalan tol ini setiap harinya dan bisa mempercepat arus barang dari dan ke Pelabuhan Tanjung Priok. Permasalahan waktu tunggu bongkar muat barang (dwelling time) di Pelabuhan Tanjung Priok juga diharapkan dapat teratasi.

Setelah 8 Tahun Mangkrak, Jokowi Berhasil Bikin Mulus Jalan Tol Ini | PT Solid Gold Berjangka Pusat

Fitur tersebut menurut Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR Ari Setiadi Moerwanto, memang sengaja dibangun untuk mengurangi tingkat kebisingan yang dihasilkan oleh kendaraan yang melintas.

Dengan demikian, orang-orang yang ada di rumah sakit tidak terganggu.

Bisa dibayangkan betapa mulus dan ramah lingkungannya jalan tol ini, bukan?

Tetapi ternyata proses pembangunannya tak semulus fisiknya ketika beroperasi mulai hari ini. Presiden Jokowi dalam sambutannya ingat betul proses pembangunan jalan tol itu, tidak terlalu mulus.

Presiden Jokowi dan kedua menterinya terlihat berjalan-jalan di ruas tol di sekitar panggung peresmian usai memberikan sambutan. Yang lebih menarik, jalan tol ini juga dilengkapi dengan sound barrier atau penghambat suara dari fiber glass.

Pertimbangan pemasangan sound barrier itu dikarenakan tol akses Tanjung Priok ini terletak lumayan cukup dekat dengan RSUD Koja, Jakarta Utara.

Sound barrier atau noise barrier atau juga dikenal dengan istilah soundproof fencing .

Turut mendampingi Presiden Jokowi ada Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, serta pejabat lain.

Selaiknya jalan baru, fisik jalan bebas hambatan sepanjang 11,4 kilometer (km) itu nampak mulus dan aspalnya masih hitam pekat.

Siang ini, Sabtu (15/4/2017), Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan jalan tol akses Tanjung Priok, di Jakarta Utara.

Alhasil, dengan berbagai hambatan tersebut, jalan bebas hambatan itu akhirnya selesai setelah delapan tahun ketika mulai dibangun 2009.
Namun, jika dihitung mulai dari perencanaannya pada tahun 2000, maka butuh waktu 17 tahun bagi Indonesia merealisasikan sebuah rencana pembangunan jalan tol tersebut.

Sejurus kemudian Jokowi teringat, proses pembangunan jalan tol lingkar luar barat 2 (JORR W2) juga nasibnya tidak lebih baik.

“Sama itu juga mundur 15 tahun, gara-gara 143 KK yang tidak mau dilewati, yang tidak mau dibebaskan. Saya ketemu 5-6 kali dengan masyarakat saat itu, dan Alhamdulillah saat ini sudah selesai,” kata dia.

Jokowi bersyukur karena beberapa kali turun ke lapangan, akhirnya urusan pembebasan lahan itu selesai. Namun, masalah kembali muncul. Ada kesalahan spesifikasi atau gagal
konstruksi 69 tiang.

“Ada 69 tiang yang harus dipotong. Diganti tiang yang benar. Mungkin mundur 5-6 tahun,” kata suami Iriana Widodo ini.

Saya ingat sekali saat saya menjadi Gubernur, saya tidak ingat sudah berapa kali saya mengurusi jalan tol ini karena pembebasan lahan,” kata Jokowi.

“Saya ingat sekali, terakhir (kalinya), yang urusan pembebasan lahan ada di pojok sana. Sehingga kita mundur mungkin hampir 2,5 tahun. Jadi jalan ini mundur karena pembebasan lahan,” imbuhnya.

Bahkan jalan terjal itu sudah dia rasakan sejak menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta.

 

Solid Gold Berjangka

Advertisements
This entry was posted in PT. Solid Gold Berjangka Pusat and tagged , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s