Maskapai United Airlines Kembali Usir Paksa Penumpang

Kasus “pengusiran paksa” penumpang yang dilakukan maskapai penerbangan Amerika Serika | PT Solid Gold Berjangka Pusat

 

PT Solid Gold Berjangka Pusat

Akan tetapi, pernyataan berbeda diungkapkan pihak maskapai yang menyebutkan bahwa pasangan itu berulang kali mencoba untuk duduk di kursi yang lebih mahal dan tidak mau membayar lebih.

Selain itu, mereka juga disebut tidak mau mengikuti instruksi awak pesawat. Atas insiden tersebut, pihak maskapai dengan dibantu petugas keamanan bandara memaksa pasangan calon pengantin ini untuk turun dari pesawat.

Pasangan ini pun akhirnya melakukan pemesanan ulang untuk terbang keesokan harinya. Maskapai United menjadi sorotan dunia setelah munculnya video yang menunjukkan David Dao (69), seorang penumpang keturunan Asia yang berprofesi sebagai dokter, diusir paksa oleh kru pesawat dan aparat keamanan.

Saat memasuki kabin pesawat, mereka terkejut karena menemukan kursi mereka telah diisi dengan penumpang lain yang tertidur dengan posisi terlentang.

Melihat kejadian ini, Hohl meminta awak pesawat untuk memindahkan tempat duduk mereka beberapa baris di depan kursi asli mereka.

Namun, pihak maskapai menolak dan mengatakan bahwa tempat tersebut adalah kursi “ekonomi plus” dan meminta mereka untuk kembali ke tempat duduk mereka semula.

Kasus “pengusiran paksa” penumpang yang dilakukan maskapai penerbangan Amerika Serikat, United Airlines, kembali terjadi.

Kali ini sepasang calon pengantin yang akan terbang dari Houston, AS, ke Kosta Rika, untuk melangsungkan pesta pernikahan mengalami kejadian itu.

Michael Hohl dan Amber Maxwell, pada Sabtu, 15 April lalu, hendak terbang dengan menggunakan maskapai tersebut, seperti dikutip situs Reuters, Senin, 17 April 2017.

United Airlines tak akan lagi mengeluarkan penumpang demi stafnya | PT Solid Gold Berjangka Pusat

Situasi makin memburuk ketika kepala eksekutif maskapai, Oscar Munoz, dalam pernyataannya tidak menyebutkan terjadinya penggunaan kekerasan.

“Ini merupakan peristiwa menjengkelkan untuk kita semua di maskapai ini. Saya minta maaf karena harus mengakomodasi-ulang penumpang ini,” katanya dalam sebuah pernyataan.

Dia juga mengatakan bahwa Dr Dao ‘mengganggu dan melawan’ dalam kejadian itu.
Beberapa hari kemudian Munoz, yang dituntut untuk mengundurkan diri melalui suatu petisi online yang telah mengumpulkan ribuan tanda tangan, mengatakan ia merasa ‘malu dan aib’ dan berikrar bahwa hal itu tidak akan pernah terjadi lagi.

Maskapai ini menawarkan kompensasi kepada semua pelanggan yang terbang dengan pesawat hari Minggu pekan lalu itu.

Tiga penumpang bersedia memberikan kursi secara sukarela, namun Dokter Dao, warga Vietnam-Amerika berusia 69 tahun, menolak dengan alasan harus menemui pasien keesokan harinya. Dia kemudian diseret oleh para petugas menyusuri lorong pesawat, dan menjerit-jerit.

Pengacaranya kemudian mengatakan bahwa Dr Dao menderita pengalaman ‘lebih mengerikan dibanding apa yang ia alami ketika meninggalkan Vietnam.’

Peristiwa itu menyebabkan demonstrasi di Bandara Internasional O’Hare, Chicago dan menjadi bencana hubungan masyarakat bagi United Airlines.

Rekaman video insiden yang melibatkan Dr Dao ditonton oleh jutaan orang, menyebabkan kemarahan dan kecaman luas terhadap maskapai itu.

Putrinya, Crystal Dao Lada, kemudian mengatakan dalam jumpa pers di Chicago bahwa keluarga mereka ‘muak’ dengan kejadian itu.

Aparat mengeluarkan paksa Dr Dao dari penerbangan Chicago-Louisville, Kentucky, karena maskapai membutuhkan empat kursi bagi awaknya di penerbangan yang penuh penumpang itu.

Maskapai ini mengatakan bahwa dalam penerbangan-penerbangan mendatang, kursi untuk staf maskapai akan dialokasikan setidaknya satu jam sebelum keberangkatan.

Seorang penumpang, Dr David Dao kehilangan dua gigi depan dan menderita patah hidung ketika dikeluarkan paksa dari penerbangan hari Minggu lalu.

Pindah Kursi, Pasangan Kekasih Diminta Turun dari United Airlines | PT Solid Gold Berjangka Pusat

“Kami masih duduk di kelas ekonomi beberapa baris di depan kursi ekonomi kami (yang sesungguhnya),” imbuhnya.

Saat seorang agen dari US Marshals Service masuk ke dalam kabin dan meminta mereka untuk turun, Hohl dan tunangannya mematuhinya. Dilaporkan KHOU, pasangan itu akhirnya membooking ulang penerbangan mereka pada Minggu (16/4) waktu setempat.

Sebelumnya, insiden penyeretan seorang dokter AS bernama David Dao (69) keturunan Vietnam di dalam pesawat United Airlines, sepekan lalu, memicu kemarahan publik internasional. CEO United Airlies, Oscar Munoz, meminta maaf pada Dao dan keluarganya, juga seluruh pelanggan United Airlines. Namun Dao bulat memutuskan untuk untuk mengajukan gugatan hukum.

Dilaporkan situs televisi lokal KHOU 11, Michael Hohl dan tunangannya, Amber Maxwell, memberikan keterangan berbeda. Dituturkan Hohl bahwa dirinya dan tunangannya menemukan seorang penumpang tidur di kursi yang seharusnya mereka tempati.

Keduanya menyebut mereka merupakan penumpang terakhir yang masuk ke pesawat tujuan Kosta Rika. Pasangan ini terbang ke Kosta Rika untuk menikah di sana, namun tidak dijelaskan kapan pastinya pernikahan keduanya digelar.

Pasangan ini kemudian pindah tempat duduk ke kursi kosong yang masih ada di kabin kelas ekonomi, namun letaknya beberapa baris di depan. Kursi tersebut dijual United Airlines sebagai kelas ekonomi plus. Beberapa saat kemudian, pasangan ini menawarkan diri untuk membayar biaya tambahan untuk kursi yang akhirnya mereka tempati, namun ditolak oleh awak kabin. Mereka juga diminta kembali ke kursi mereka yang awal.

“Kami pikir itu bukan masalah besar, itu tidak seperti kami berusaha melompat ke kursi kelas pertama,” tutur Hohl kepada KHOU.

Sepasang kekasih yang terbang dengan maskapai United Airlines dari Houston, Texas, Amerika Serikat (AS) menuju Kosta Rika diminta turun dari pesawat oleh aparat penegak hukum federal AS. Hal ini dilakukan karena keduanya dilaporkan berpindah-pindah tempat duduk.

Seperti dilansir Reuters, Senin (17/4/2017), insiden ini terjadi di tengah maraknya kecaman publik terhadap United Airlines yang memperlakukan penumpangnya dengan kasar. Video insiden penyeretan penumpang United Airlines di Chicago menyebar luas di media sosial sejak pekan lalu.

Dalam kasus terbaru yang terjadi Sabtu (15/4) waktu setempat, pihak United menyatakan pasangan kekasih yang sudah bertunangan ini berulang kali mencoba duduk di kursi yang lebih mahal, yang tidak mereka bayar. Pasangan ini juga disebut tidak mematuhi instruksi awak kabin. Pihak maskapai United, yang dimiliki oleh United Continental Holdings Inc, belum menanggapi insiden ini.

 

Solid Gold

 

 

About Tia Ratna

24 yrs old Executive Secretary Benetta Ramelet, hailing from Lakefield enjoys watching movies like Death at a Funeral and Netball. Took a trip to Archaeological Site of Cyrene and drives a McLaren M16C.
This entry was posted in PT. Solid Gold Berjangka Pusat and tagged , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s