Uber Masih Rugi Besar

Uber masih menjadi sebuah startup | PT Solid Gold Berjangka Cabang Jakarta

PT Solid Gold Berjangka Cabang JakartaKabar baik untuk para investor adalah saat ini, pertumbuhan pemasukan Uber mengalahkan kerugian mereka. Itu berarti, akhirnya, Uber akan mendapatkan untung. Sayangnya, masih belum diketahui kapan keuntungan itu akan bisa didapatkan.

Namun, itu belum pasti. Sejauh ini, investor Uber telah mengumpulkan dana lebih dari USD8 miliar (Rp106 triliun) karena percaya perusahaan tersebut akan menjadi perusahaan sebesar Facebook atau Amazon.

Sebagian pengamat percaya hal itu bisa terjadi. Sementara sebagian yang lain tidak, mengatakan bahwa model bisnis yang digunakan oleh Uber belum terbukti.

Mereka masih merugi sebesar USD2.8 miliar (Rp37,1 triliun) tahun lalu. Angka tersebut tidak termasuk kerugian yang Uber alami di Tiongkok, sebelum mereka memutuskan meninggalkan negara tersebut.

Laporan ini muncul pada saat yang sama ketika Uber berusaha untuk mengatasi berbagai masalah internal terkait budaya perusahaan, khususnya diskriminasi gender dan mencegah para pekerjanya meninggalkan perusahaan. CEO Uber, Travis Kalanick, juga terus mendapatkan kritik dan kecaman karena tingkah lakunya.

Ada 2 hal menarik dari laporan keuangan Uber. Pertama, Uber berhasil mendapatkan USD20 miliar (Rp265,3 triliun) pada 2016, dua kali lipat dari pendapatan mereka pada 2015. Sementara uang yang masuk kas Uber adalah USD6.5 miliar (Rp86,2 triliun).

Uber masih menjadi sebuah startup. Ia tumbuh dengan cepat, tapi juga menghabiskan uang dalam jumlah yang tidak sedikit.

Perusahaan transportasi berbasis aplikasi tersebut menunjukkan laporan keuangan mereka pada Bloomberg. Hal ini jarang terjadi, mengingat Uber bukanlah perusahaan terbuka dan tidak memiliki kewajiban untuk memberikan informasi keuangan mereka. Uber mengonfirmasi laporan ini pada Mashable.

Tahun lalu, Uber merugi US$ 2,8 Miliar | PT Solid Gold Berjangka Cabang Jakarta

Uber yang kini bernilai US$ 68 miliar, dalam beberapa bulan terakhir, memang diterpa oleh berbagai masalah dan isu negatif yang membuat citra perusahaan ini terpuruk. Uber, saat ini didesak oleh masyarakat untuk menginvestigasi kasus mantan karyawan Uber yang diduga melakukan pelecehan seksual.

CEO Uber Travis Kalanick juga tertangkap kamera tengah berselisih paham dengan seorang pengemudinya. Uber kini bahkan dikabarkan tengah mencari direktur keuangan yang baru untuk memperbaiki citra.

Lalu, Uber juga mendapatkan gugatan dari Waymo, anak perusahaan Google yang mengembangkan sistem mobil otonom terkait teknologi Light Detection and Ranging (LiDAR).

Kesialan tidak hanya berhenti sampai di situ. Mobil otonom yang dikembangkan Uber mengalami kecelakaan pada Jumat, 24 Maret 2017, di negara bagian Arizona, AS. Mobil itu sampai terguling ke kanan setelah menabrak kendaraan lain.

Langkah Uber mengumumkan laporan keuangannya itu terbilang cukup mengagetkan. Sebab, Uber sebenarnya tidak mempunyai kewajiban untuk melaporkan kinerja secara terbuka. Laporan kinerja ini dimaksudkan agar karyawan, investor, dan masyarakat umum makin percaya dengan perusahaan ini. Pasalnya, Uber sebelumnya sempat terjerat oleh krisis kepercayaan publik.

CEO Uber, sebelumnya , telah mengatakan bahwa perusahaan ini kehilangan US$ 1 miliar per tahun di China. Pada Agustus 2016, Uber menjual unit bisnisnya di China ke Didi ChuXing.

Bagi Uber, kerugian tersebut sangat besar, meski secara triwulanan penjualan perusahaan ini meningkatkan. Mimo Zhou, Juru Bicara Uber juga mengonfirmasi angka kerugian tersebut.

Namun, dalam kinerja kuartalan, Uber terus melaporkan pertumbuhan penjualan yang cukup pesat pada paruh kedua tahun 2016, meski membukukan kerugian. “Kami beruntung memiliki bisnis sehat dan tumbuh, memberikan ruang untuk membuat perubahan yang kami tahu diperlukan bagi manajemen dan akuntabilitas, budaya dan organisasi. Serta hubungan kami dengan para pengemudi,” ujar Rachel Holt, General Manager Regional Uber di Amerika Serikat dan Kanada seperti dikutip CNN.

Uber Technologies Inc tak berhasil membukukan laba bersih sepanjang tahun 2016. Laporan keuangan perusahaan ini memaparkan: bahwa pendapatan Uber memang berhasil meningkat menjadi US$ 6,5 miliar. Pendapatan tersebut dari bisnis di berbagai negara setelah dipotong dengan biaya untuk pengemudi.

Jumlah pemesanan Uber memang meningkat dua kali lipat sepanjang tahun lalu yakni menjadi US$ 20 miliar. Namun pertumbuhan biaya yang cepat justru membuat Uber menderita rugi US$ 2,8 miliar tahun 2016. Rugi ini belum termasuk penjualan bisnis di China pada pertengahan tahun lalu.

Pendapatan Tembus Rp 86 Triliun, Uber Masih Rugi Rp 37,1 Triliun | PT Solid Gold Berjangka Cabang Jakarta

Uber telah diguncang sejumlah isu kemunduran akhir-akhir ini, termasuk tuduhan tentang pelecehan seksual dari seorang mantan pegawai wanita dan sebuah video yang menunjukkan Chief Executive, Travis Kalanick, dengan keras memarahi seorang sopir Uber.

Perusahaan sedang dalam proses merekrut seorang Chief Operating Officer untuk membantu Kalanick mengelola Uber, memperbaiki citra yang telah ternoda, dan memperbaiki budaya perusahaan. Dua eksekutif tingkat tinggi Uber baru-baru ini mengatakan mereka berniat untuk mengundurkan diri, dan pekan lalu kepala komunikasi perusahaan itu mengumumkan pengunduran diri mereka.

General Manager Regional Uber untuk Amerika Serikat dan Kanada, Rachel Holt, mengatakan pihaknya merasa beruntung memiliki bisnis yang sehat dan berkembang. Dengan tumbuhnya bisnis tersebut, kata dia, memberikan Uber ruang untuk membuat perubahan di perusahaan. “Perubahan pada manajemen dan akuntabilitas, budaya, dan organisasi kami, dan hubungan kami dengan para pengendara,” katanya mengungkapkan.

Pada kuartal terakhir 2016, pemesanan kotor Uber meningkat 28 persen dari kuartal sebelumnya menjadi US$ 6,9 miliar. Kerugian Uber naik menjadi US$ 991 juta pada periode tersebut, meski pendapatan perusahaan tumbuh 74 persen menjadi $ 2,9 miliar dibandingkan kuartal III.

Perusahaan jaringan layanan transportasi berbasis aplikasi asal Amerika Serikat, Uber Technologies Inc, mengumumkan berhasil membukukan US$ 6,5 miliar (Rp 86,15 triliun) dengan angka pemesanan kotor menembus US$ 20 miliar (Rp 265,1 triliun). Meskipun pendapatan itu naik, tapi perusahaan masih mencatatkan rugi bersih US$ 2,8 miliar (Rp 37,1 triliun).

Kerugian itu termasuk operasi di Cina yang didivestasi tahun lalu. Nilai valuasi perusahaan Uber kini diprediksikan mencapai US$ 68 miliar (Rp 901 triliun). Sebagai perusahaan tertutup, Uber tidak melaporkan keuangannya secara berkala kepada publik. Seperti dilansir Reuters, dikutip Ahad, 16 April 2017, Uber tidak melaporkan pendapatan mereka pada kuartal I 2017. Namun juru bicara Uber mengonfirmasi bahwa omzet di kuartal I tahun ini sesuai target.

Solid Gold Berjangka

About Tia Ratna

24 yrs old Executive Secretary Benetta Ramelet, hailing from Lakefield enjoys watching movies like Death at a Funeral and Netball. Took a trip to Archaeological Site of Cyrene and drives a McLaren M16C.
This entry was posted in PT. Solid Gold Berjangka Cabang Jakarta and tagged , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s