Kemenperin Mau Tambah Sektor Industri Penerima Tax Allowance

(Kemenperin) membuka wacana bakal menambah sektor penerima fasilitas pengurangan pajak penghasilan | PT Solid Gold Berjangka Cabang Makassar

PT Solid Gold Berjangka Cabang Makassar

“Kami akan melihat lagi fasilitas tax allowance, sehingga yang ditujukan adalah bagi industri yang ekspansi atau berinvestasi dengan nilai sejumlah tertentu,” paparnya.

Di dalam PP Nomor 18 Tahun 2015, pemerintah merevisi sektor penerima tax allowance dengan menambah bidang usaha penerima dari 129 bidang usaha menjadi 143 bidang usaha.

Lalu, di dalam revisi berikutnya, pemerintah menambah sektor padat karya kepada sektor penerima tax allowance, di mana pemotongan PPh badan bersih (netto) dilakukan sebesar 30 persen, yang dilakukan dengan memangkas pajak 5 persen selama enam tahun.

Tidak menutup kemungkinan akan ada tambahan tax allowance,” jelas Airlangga di kantornya, Selasa (18/4).

Namun sebelum beranjak ke perluasan sektor, Kemenperin tetap menindaklanjuti tax allowance menggunakan peraturan yang ada. Menurutnya, saat ini pemerintah akan fokus menetapkan tax allowance bagi perusahaan yang melakukan ekspansi dan reinvestasi, sesuai PP Nomor 18 Tahun 2015.

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) membuka wacana bakal menambah sektor penerima fasilitas pengurangan pajak penghasilan (tax allowance) bagi perusahaan yang berminat melakukan investasi di Indonesia.

Namun Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menuturkan, sampai saat ini masih belum ada niatan pemerintah untuk mengubah peraturan yang berlaku terkait tax allowance. Saat ini, peraturan insentif fiskal ini tercantum di dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 9 tahun 2016.

Pemerintah Bakal Revisi PP Tax Holiday dan Tax Allowance | PT Solid Gold Berjangka Cabang Makassar

Itu harus dievaluasi setiap dua tahun. Nah, tadi itu perlu dievaluasi atau tidak. Sudah dua tahun kan ini. Kalau sudah ada dua tahun maka kalau sudah ada pengajuan-pengajuan untuk supaya meng-attrack investor, itu harus jelas aturannya,” ungkap dia.

Dia melanjutkan, sudah ada beberapa perusahaan yang mengajukan tax holiday maupun tax allowance. Namun pemerintah belum memutuskan untuk menetapkan aturan tersebut. “Banyak tapi kita juga harus selektif kan. Oleh karena itu, satu-satu harus kita perjelas lagi, karena ada beberapa case kan,” tukasnya.

Evaluasi tersebut dibahas di tingkat rapat koordinasi yang dipimpin Menko Perekonomian Darmin Nasution dan dihadiri oleh Menkominfo Rudiantara, Wakil Menteri Keuangan Mardiasmo, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Trikasih Lembong, dan Kepala Staf Presiden Teten Masduki.

Mardiasmo menuturkan, evaluasi terhadap aturan tax allowance dan tax holiday dilakukan secara berkala sebagai tolak ukur persaingan dalam menarik investasi di tataran internasional. Meski ruang pelonggaran persyaratan dimungkinkan, tapi mengenai syarat ekspor, jumlah tenaga kerja dan kandungan lokal tak bisa dinegosiasi.

Pemerintah melalui Kementerian Koordinator bidang Perekonomian terus mengkaji penerapan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 18 tahun 2015 tentang Tax Allowance dan Tax Holiday. Namun, Wakil Menteri Keuangan Mardiasmo mengatakan, peraturan tersebut dimungkinkan untuk direvisi dalam waktu dekat.

“Ya secepatnya (revisi). Artinya kalau dimungkinkan, kan sekarang lagi dikaji ya, adanya perubahan atau revisi PP agar cakupannya diperjelas. Sehingga tidak multitafsir di dalam mengimplementasikan,” ujar Mardiasmo, usai rapat koordinasi di Kementerian Koordinator bidang Perekonomian, Jakarta, Selasa 18 April 2017.

 

Investor Sulit Dapat Insentif Pajak, Pemerintah Evaluasi Aturan | PT Solid Gold Berjangka Cabang Makassar

Lebih lanjut Ia mengatakan, apabila diperlukan, maka revisi dari PP tersebut akan secepatnya dilakukan. Untuk saat ini, proses masih dalam tahap evaluasi.

“Ya secepatnya (revisi), artinya kalau dimungkinkan, kan sekarang lagi digodog ya, adanya perubahan atau revisi PP agar cakupannya diperjelas, sehingga tidak multitafsir di dalam mengimplementasikan. Tetapi syarat-syarat bahwa itu harus ekspor, tenaga kerjanya berapa, kandungan lokalnya berapa, itu tidak bisa dinegosiasi,” kata dia.

“Yang kita perbaiki adalah prosedurnya. Misalnya saat produksi komersial itu seperti apa. Asetnya yang bisa dikatakan fasilitas adalah aset yang leasing atau aset yang baru. Nah, hal-hal semacam itu harus kita jelaskan lah, supaya tidak menimbulkan permasalahan,” tutupnya.

Ia mengatakan, selama ini masih ada regulasi yang membuat investor sulit untuk bisa berinvestasi. Oleh karenanya diperlukan koordinasi yang baik di bawah Menko Perekonomian.

“Jadi ada beberapa, baru dalam proses, bukan ditolak. Tapi belum ada keputusan. Jadi masih proses-proses seperti ini, nah ada beberapa yang harus kita bahas. Koordinasi di bawah kementerian koordinator perekonomian,” katanya.

Mardiasmo menjelaskan, evaluasi aturan tax allowance dan tax holiday dilakukan agar menjadi lebih jelas, supaya dapat mendorong investor untuk masuk lebih mudah. Ia pun mengatakan bahwa evaluasi tersebut dilakukan secara berkala.

“PP-nya kan sebenarnya dari tahun 2015, tanggal 6 April, itu mengatakan harus dievaluasi setiap dua tahun. Nah, tadi itu perlu dievaluasi atau tidak. Sudah dua tahun kan ini. Nah, kalau sudah ada dua tahun kalau sudah ada pengajuan-pengajuan untuk supaya meng-attrack investor, itu harus jelas aturannya,” terangnya.

Sejumlah menteri Kabinet Kerja menggelar rapat koordinasi di Kantor Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution, Jakarta, Selasa (28/4/2017).

Wakil Menteri Keuangan, Mardiasmo, mengatakan, dalam rapat koordinasi tersebut ada berbagai hal yang dibahas. Salah satunya ialah mengenai evaluasi Peraturan Pemerintah (PP) nomor 18 tahun 2015 tentang tax allowance dan tax holiday.

“Kita akan perjelas definisinya. Kita kan rule base ya, aturannya seperti apa, kita evaluasi PP-nya, kalau memang perlu dilakukan revisi PP-nya. Terus Peraturan Menteri dan Peraturan Kepala BKPM,” ungkap Mardiasmo usai rapat, Jakarta, Selasa (18/4/2017).

 

 

PT Solid Gold Berjangka

 

Advertisements
This entry was posted in PT Solid Gold Berjangka Cabang Makassar and tagged , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s