Pantau Pesawat, Malaysia Airlines Pertama Gunakan Satelit

Pesawat MH370 dengan 239 penumpang, belum ditemukan sampai saat ini | PT Solid Gold Berjangka

PT Solid Gold Berjangka

“Malaysia Airlines telah mengambil langkah pencegahan agar peristiwa 2014 tidak terulang kembali. Monitoring melalui satelit ini kami yakini bisa memberikan jaminan keamanan karena pemantauan dilakukan secara real time, di mana saja dan kapan saja,” ujar CEO Aireon, Don Thoma, dilansir melalui IB Times.co.uk.

Dikatakan CEO FlightAware, Daniel Baker, untuk program ini, Malaysia Airlines tidak harus melakukan modifikasi pada pesawatnya. Satelit akan serta merta melakukan pelacakan penerbangan secara real time dan akurat. Bisa melacak di mana saja, bahkan di wilayah yang tidak memiliki keamanan penuh dari penyedia layanan navigasi udara.

“Hasilnya, Malaysia Airlines akan memiliki jarak pandang yang lebih tepat dan akurat untuk menemukan lokasi keberadaan pesawatnya,” kata Baker.

Maskapai asal Malaysia itu telah menandatangani kerja sama dengan beberapa penyedia layanan seperti Aireon, SITAONAIR dan FlightAware. Malaysia Airlines akan menggunakan jaringan satelit yang mereka miliki untuk membantu memantau keberadaan pesawatnya, sampai ke area terpencil sekalipun, termasuk kutub utara.

Kesepakatan ini harus dilakukan Malaysia Airlines, menyusul tragedi yang pernah mereka rasakan pada 2014. Kala itu, pesawat MH370 dengan 239 penumpang, hilang. Tragedi ini dianggap sebagai kecelakaan paling misterius dalam sejarah penerbangan dunia.

Malaysia Airlines akan menjadi maskapai pertama yang menggunakan satelit untuk melacak pesawatnya. Mereka baru saja menjalin kesepakatan dengan penyedia jaringan satelit.

2018, Malaysia Bakal Gunakan Satelit untuk Lacak Keberadaan Pesawat | PT Solid Gold Berjangka

Sebagian besar penerbangan internasional sudah mengirimkan sinyal yang dapat diambil dari darat atau satelit melalui metode PBB, Automatic Dependent Surveillance-Broadcast (ADS-B). Namun kesepakatan Malaysia Air dengan Aireon LLC akan memungkinkan maskapai dalam menggunakan jaringan satelit yang akan selesai pada 2018, untuk memantau armadanya sendiri. Belum jelas apakah pelacakan ini akan membantu menemukan MH 370.

Transmitter pesawat telah mati tanpa diketahui alasannya, sehingga membuatnya tak terlihat oleh satelit. Demikian seperti dilansir dari Engadget, Kamis (20/4/2017).

Jaringan satelit diklaim akan memungkinkan Malaysia Airlines untuk memantau pesawat mereka di mana saja pesawat itu terbang termasuk dari polar es kutub.

Tiga tahun lalu penerbangan Malaysia Airlines MH 370 menghilang di laut China Selatan. Hingga kini, pesawat itu masih menjadi misteri bagi dunia penerbangan.

Untuk mencegah bencana lain, PBB membangun sistem sinyal pesawat tertentu yang dapat melacak dari darat atau menggunakan satelit. Tetapi Malaysia Airlines hanya menyepakati untuk menggunakan jaringan satelit.

Malaysia Airlines Jadi yang Pertama Lacak Pesawat dengan Satelit | PT Solid Gold Berjangka

Tetapi ketika sudah mencapai ketinggian lebih dari 240 km di atas permukaan laut, maka pesawat akan berhubungan dengan pusat kendali lalu-lintas udara menggunakan radio berfrekuensi tinggi.

Adapun pesawat Malaysia Airlines bernomor penerbangan MH370 yang hilang pada Maret 2014 dibekali dengan baik transponder maupun radio berfrekuensi tinggi tadi.

Pesawat yang mengangkut 239 orang, termasuk pilot dan kru itu, hilang dalam penerbangan dari Kuala Lumpur ke Beijing. Hingga kini pesawat itu tak ditemukan dan menjadi salah satu misteri terbesar dalam sejarah penerbangan dunia.

Jaringan satelit terbaru Aireon dijadwalkan rampung dan beroperasi pada 2018.

“Pelacakan pesawt terbang secara real time di seluruh dunia telah menjadi tujuan dari komunitas penerbangan. Kami bangga bisa menjadi yang pertama yang mengadopsi solusi ini,” kata Izham Ismail, COO Malaysia Airlines.

Sebagian besar pesawat terbang di dunia hanya bisa dilacak oleh radar. Biasanya transponder-transponder pada pesawat secara otomatis mengirim sinyal berisi identitas pesawat – berupa kode empat digit – ke fasilitas pengendali lalu-lintas udara.

Malaysia Airlines, yang menjadi buah bibir di industri penerbangan karena misteri MH370, menjadi maskapai penerbangan pertama di dunia yang akan melacak pergerakan pesawat-pesawatnya menggunakan satelit.

Perusahaan penerbangan asal Malaysia itu telah menandatangani kesepakatan dengan tiga perusahaan antariksa – Aireon, Sitaonair, dan FlightAware – untuk melacak pesawat-pesawatnya secara real time di seluruh dunia.
Solid Gold Berjangka

 

 

Advertisements
This entry was posted in PT Solid Gold Berjangka and tagged , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s