Pilkada DKI Jakarta, Sentimen Ekonomi, dan Saham Sandiaga Uno

Pilkada DKI Jakarta juga memiliki dampak terhadap perekonomian negara | PT Solid Gold Berjangka

 

PT Solid Gold Berjangka
Tapi karena pelaku pasar memiliki persepsi kalau Anies-Sandi menang, maka saham-saham SRTG dan grup Saratoga akan naik. “Setelah timbul persepsi, mereka beli, sehingga sahamnya naik,” kata Reza.

Selain itu, saham-saham di MNC Group juga diperkirakan akan menguat jika pasangan tersebut menang. Sebab, Chairman dan CEO MNC Group Hary Tanoesoedibjo yang juga Ketua Umum Partai Perindo memberikan dukungan kepada paslon tersebut.

Sementara jika pasangan Ahok-Djarot menang, maka diperkirakan saham PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) akan menguat. Karena jika Ahok menang, diperkirakan proyek reklamasi di kawasan utara Jakarta akan terus berjalan.

“Bisa jadi juga saham-saham perbankan akan menguat, karena untuk proyek reklamasi butuh dana besar. Pasti dibutuhkan bank untuk pendanaan,” ujar Reza.

Sebab, ketika itu pasar modal dan pasar uang seketika bergerak dalam tren positif. IHSG dan Rupiah menguat. Hal itu, lanjut dia, membuat seolah-olah pasar terpengaruhi politik. “Seharusnya sih enggak, tapi balik lagi ke persepsi pasar maka akan berimbas lagi,” ujar Reza.

Ia memprediksi, hasil Pilkada DKI Jakarta berpotensi menggerakkan saham-saham tertentu, terutama kedua pasangan calon yang memiliki hubungan atas emiten-emiten tertentu. Reza mencontohkan, cawagub Sandiaga Uno, dikenal sebagai pendiri dari PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG).

Sehingga diyakini oleh pelaku pasar jika Sandiaga menang maka saham SRTG dan emiten yang terafiliasi seperti PT Adaro Energy Tbk (ADRO) dan PT Tower Bersama Infrastructure Tbk. (TBIG) akan terimbas. Ia menambahkan, saham SRTG likuiditasnya kecil dan pergerakannya cenderung sideway.

Reza menjelaskan, fenomena tersebut muncul sejak pemilihan presiden 2014, saat Joko Widodo dan Prabowo Subianto menjadi calon presiden. Menurut dia, saat itu sentimen ekonomi, politik, bahkan agama dicampuraduk dalam pilpres.

“Jadi akhirnya membuat persepsi orang melihat fenomena yang ada dan mencoba menghubung-hubungkan ke pasar,” kata Reza saat dihubungi, Rabu (19/4). Saat Jokowi diumumkan memenangkan pilpres, muncul istilah Jokowi Effect.

Analisis NH Korindo Bima Setiaji mengatakan, kenaikan IHSG tersebut menunjukkan, siapa pun pemenang Pilkada DKI Jakarta, investor akan tetap positif. Sebab, data-data ekonomi Indonesia yang semakin baik. Surplus neraca perdagangan juga mulai stabil sejak setahun terakhir dan cadangan devisa terus bertahan di atas 100 miliar dolar AS.

Terkait saham, analis Binaartha Sekuritas, Reza Priyambada mengungkapkan, beberapa tahun terakhir muncul fenomena, setiap kali ada pemilihan umum, maka pasar terpengaruh. Walaupun sebenarnya pasar modal tidak terpengaruh dengan aktivitas politik.

“Dampaknya positif tapi tidak signifikan. Hal itu karena kontribusi LPNRT terhadap perekonomian nasional kecil,” kata Eric saat dihubungi Republika. Ia mengatakan, dampak pilkada terhadap pasar finansial hanya akan tergambar dalam jangka pendek karena pelaku pasar akan menerima siapa pun yang terpilih.

Sebelumnya, pada penutupan perdagangan Selasa, (18/4), sehari sebelum Pilkada DKI Jakarta, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali rebound ke level 5.606, menguat 29 poin atau 0,5 persen. Sebelumnya pada Senin, (17/4), indeks sempat turun ke posisi 5.600.

Menurut dia, bila ada peningkatan aktivitas, itu lebih karena momentum libur panjang yang beberapa kali terjadi di bulan ini. “Jadi mendorong orang meningkatkan konsumsinya seperti rekreasi, transportasi, makanan, minuman, pakaian, dan lain-lain. Jadi bukan karena pilkada. Kebetulan saja momentum libur panjang bertepatan dengan pilkada,” jelas Eko.

Senada dengan Eko, ekonom SKHA Institute for Global Competitiveness (SIGC) Eric Sugandi pun menilai dampak positif Pilkada DKI Jakarta putaran kedua ini tidak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional di kuartal pertama 2017. Khususnya jika dikalkulasi lewat pengeluaran Lembaga Non Profit Rumah Tangga (LNPRT).

Tidak hanya terhadap perpolitikan nasional, Pilkada DKI Jakarta juga memiliki dampak terhadap perekonomian negara. Menurut ekonom Institute for Development of Economics and Finance Eko Listiyanto, apabila pilkada berjalan lancar, maka akan ada sentimen positif ke pasar modal dan pasar uang.

Hanya saja sentimen tersebut tidak akan berlangsung lama. “Paling sampai akhir minggu ini,” ujar Eko kepada Republika di Jakarta. Ia menambahkan, meskipun ada, dampak pilkada ke sektor riil juga tidak akan terlalu besar.

Begitu pula pengaruhnya ke perdagangan ritel. “Kalau melihat di putaran pertama tidak besar dampaknya, maka demikian pula di putaran kedua,” kata Eko.

Pemungutan suara Pemilihan Kepala Daerah DKI Jakarta putaran kedua telah dituntaskan hari ini. Berdasarkan hasil hitung cepat dari berbagai lembaga, pasangan calon gubernur dan wakil gubernur nomor urut tiga Anies Baswedan dan Sandiaga Uno unggul atas pasangan cagub dan cawagub nomor urut dua Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Syaiful Hidayat.

Usai Pilkada, IHSG Lanjutkan Penguatan | PT Solid Gold Berjangka

Meski demikian, Reza mengingatkan, investor tetap mewaspadai masih adanya potensi pelemahan seiring kondisi bursa saham global yang kurang baik.

Di samping itu, Reza menambahkan, disisi lain, investor juga diharapkan untuk memperhatikan sentimen jelang pengumuman Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI) dan pandangan BI terhadap kondisi makro dan moneter Indonesia.

Berikut merupakan saham-saham pilihan hari ini di antaranya, PT Indika Energy Tbk (INDY), PT Astra Internasional Tbk (ASII), PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM), PT PP Properti Tbk (PPRO), dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA).

Setelah melemah, IHSG mencoba bangkit dan membuka peluang penguatan untuk selanjutnya,” kata Reza di Jakarta, Kamis 20 April 2017.

Menurutnya, sentimen global lebih mempengaruhi IHSG dibandingkan dengan hasil Pilkada kemarin. “Kami lebih melihat alasan logis tersebut yang menggambarkan alasan IHSG yang mengalami kenaikan dibandingkan dengan alasan terkait masalah Pilkada DKI, terutama setelah merujuk ke salah satu calon yang pada akhirnya membuat alasan perubahan IHSG menjadi bias,” tuturnya.

Pergerakan indeks harga saham gabungan setelah Pilkada Gubernur DKI Jakarta putaran kedua diperkirakan akan melanjutkan penguatan lantaran pelaku pasar sudah tidak wait and see.

Analis PT Binaartha Sekuritas Reza Priyambada mengatakan, lanjutan penguatan tersebut masih harus diuji ketahanannya, terutama jika kondisi dari sejumlah bursa saham global masih dalam teritori negatif yang dapat berimbas pada pergerakan IHSG.

IHSG Bakal Naik, Ini Saham Pilihan Usai Pilkada DKI Jakarta | PT Solid Gold Berjangka

Kondisi jangka pendek masih menunjukkan berada dalam rentang konsolidasi wajar dengan ditunjang aliran dana yang masih terus terjadi di tengah gejolak harga komoditas. Sedangkan dalam jangka panjang, IHSG masih berada dalam tren penguatan.
“IHSG akan bergerak di kisaran 5.602-5.705,” tutur dia.

Analis PT Reliance Securities Lanjar Nafi mengatakan IHSG akan menguat terbatas dengan kisaran 5.574-5.640 pada Kamis pekan ini.

Untuk rekomendasi saham, William memilih saham PT Adhi Karya Tbk (ADHI), PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS), PT Kalbe Farma Tbk (KLBF), dan PT Gudang Garam Tbk (GGRM).

Sedangkan Lanjar memilih saham PT Astra International Tbk (ASII), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), dan GGRM.

Trump juga mengatakan tak ingin suku bunga bank sentral Amerika Serikat (AS) atau the Federal Reserve naik terlalu tinggi menjadi katalis positif.

Dengan suku bunga bank sentral AS rendah akan mendorong aliran dana investor asing masuk ke pasar saham negara berkembang termasuk Indonesia. “Suku bunga The Fed rendah akan mengurangi kekhawatiran aliran dana investor asing keluar dari negara berkembang,” kata dia.

Hans memperkirakan, IHSG konsolidasi dengan kecenderungan menguat. IHSG akan berada di level resistance 5.630-5.660 dan support 5.570-5.550 pada Kamis pekan ini.

Sementara itu, Analis PT Asjaya Indosurya Securities William Suryawijaya menuturkan, IHSG terus bergerak menunjukkan pola penguatan yang berkelanjutan.

Ia menuturkan, sedangkan sentimen luar negeri yang pengaruhi IHSG yaitu kekhawatiran gejolak semenanjung Korea sudah mulai mereda sehingga pelaku pasar mulai masuk ke pasar saham. Selain itu, presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang mengatakan China bukan sebagai negara manipulator mata uang menjadi sentimen positif.

Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang naik pada perdagangan saham Kamis pekan ini. Sentimen internal terutama rilis laporan keuangan kuartal I akan lebih pengaruhi laju IHSG.

Analis PT Investa Saran Mandiri Hans Kwee menuturkan, pelaksanaan pemilihan kepala daerah (Pilkada) DKI Jakarta 2017 tidak terlalu pengaruhi laju IHSG. Pelaku pasar mencermati sentimen dari laporan keuangan emiten kuartal I 2017 dan pembagian dividen.

“Pilkada tidak terlalu pengaruh banyak,” ujar Hans saat dihubungi Liputan6.com, seperti ditulis Kamis (20/4/2017).
Solid Gold Berjangka

Advertisements
This entry was posted in PT Solid Gold Berjangka and tagged , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s