Ridwan Kamil: Pengoperasian Kereta Cepat Jakarta-Bandung Mundur

Ridwan Kamil menyatakan proses pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung tetap berjalan | PT Solid Gold Berjangka Cabang Jakarta

PT Solid Gold Berjangka Cabang Jakarta
Sekadar informasi, Kementerian Perhubungan bersama dan PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) telah menandatang konsesi pengoperasian kereta cepat Jakarta-Bandung.

Waktu konsesi disepakati selama 50 tahun yang mana akan berlaku pada 31 Mei 2019.

“Saya enggak tahu. Tanya pak Presiden aja,” kata dia.

Meski demikian, Ridwan Kamil menyatakan proses pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung tetap berjalan. Saat ini, kata dia, proses pembangunan masih dalam tahap pembebasan lahan.

Namun lagi-lagi, dia tidak memberitahukan lebih lanjut terkait proses pembebasan lahan tersebut. “Alhamdulillah tidak ada masalah. Sekarang lagi pembebasan lahan, tetapi saya enggak hafal,” tandasnya.

“Saya sudah ketemu Pak Presiden. Beliau mengindikasikan 2020 sudah bisa digunakan. Mundur setahun yang seharusnya tahun 2019,” kata Ridwan Kamil saat ditemui di Hotel Shangri-La, Jakarta, Kamis (20/4/2017).

Pria yang akrab sapa Kang Emil ini enggan menjelaskan lebih rinci terkait mundurnya operasionalisasi perdana kereta cepat Jakarta-Bandung. Dia malah meminta wartawan untuk menanyakan langsung kepada Presiden Joko Widodo.

Walikota Bandung Ridwan Kamil menyebutkan pengoperasian perdana kereta cepat Jakarta-Bandung bakal mundur dari jadwal yang ditetapkan.

Pengoperasian perdana kereta cepat Jakarta-Bandung mundur hingga 2020. Padahal rencana awal beroperasi pada 2019.

Ridwan Kamil menyampaikan hal tersebut usai menemui Presiden Joko Widodo (Jokowi). Namun dia tidak memberitahukan kapan dan di mana pertemuannya dengan Presiden Joko Widodo tersebut.

Konsesi Kereta Cepat Jakarta-Bandung Diindikasikan Mundur di 2020 | PT Solid Gold Berjangka Cabang Jakarta

Jadi gini, kita mesti melihat dari beberapa sisi. Kalaupun akan mundur pasti ada kalkulasi, tapi sampai saat ini belum ada statement mundur,” tutur dia.

Sebelumnya PT KCIC selaku pengembang proyek, menargetkan pengerjaan fisik pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung akan dimulai pada Maret 2017. Ini sejalan dengan rencana cairnya pinjaman proyek dari China Development Bank (CDB) yang diharapkan selesai Maret 2017.

Namun, hingga saat ini kegiatan fisik proyek ini pun belum nampak. Awal pekan ini, Menteri BUMN Rini Soemarno sempat mengungkapkan kondisi terkini perkembangan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung. Katanya, proyek ini memang masih mengalami kendala. Salah satunya upaya revisi soal aturan tentang Rancangan Tata Ruang Wilayah (RTRW) Nasional.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi belum bisa membenarkan apa yang dikatakan oleh Emil. Pihaknya masih berpegangan pada konsesi yang telah dibuat sebelumnya yakni akan dimulai dan beroperasi 2019.

“Jadi gini, kita mesti melihat dari beberapa sisi. Kalaupun akan mundur pasti ada kalkulasi, tapi sampai saat ini belum ada statement mundur,” kata Budi.

Budi pun mengatakan dari pihak konsorsium dalam hal ini Kementeian Badan Usaha Milik Negara (bumn) yang membentuk perusahaan patungan Indonesia dan Tiongkok belum ada pembicaraan lebih lanjut mengenai penundaan ini.

“Belum (ada pembicaraan) dengan Bu Rini (Meneteri BUMN). Kalau sudah ada obrolan baru mundur,” kata Budi.

Jika pun akan mundur proyek tersebut, kata Budi, pihaknya akan mempersiapkan kalkulasi berapa biaya yang harus ditanggung konsesi.

Dengan demikian , lanjut Emil konsesi ini akan telat satu tahun dari yang sudah ditentukan sebelumnya. “Iya jadi telat setahun,”tambah Emil.

Keterlamabatan ini ditengarai oleh masih sulitnya pembebasan lahan. Namun, lebih lanjut, dirinya tidak mengetahui penyebab yang menjadi rintangan pemebasan lahan.

Lagi pembebasan lahan, tapi saya enggak hafal (sudah berapa). Alhamdulillah tidak ada masalah, Pak Presiden sudah bilang ke saya. Beliau mengindikasikan 2020,” ujar pria yang akrab disapa Kang Emil.

Konsesi dan pengoperasian Kereta Cepat Jakarta-Bandung diindikasikan akan mundur di 2020 dari perjanjian semula antara Kementerian Perhubungan dengan PT Kereta Cepat Indonesia-China (KCIC).

Hal itu diungkapkan oleh Walikota Bandung Ridwan Kamil usai menghadiri diskusi panel The Economist ‘Indonesia Summit Back on Track’ di Hotel Shang Ri La, Jakarta Kamis 20 April 2017.

Anies-Sandi Menang, RK Berharap Relasi Transportasi Jakarta-Bandung Dipercepat | PT Solid Gold Berjangka Cabang Jakarta

Pasalnya, pria yang karib disapa Kang Emil menilai agak repot jika hampir semua prang Jakarta harus menggunakan mobil untuk mengunjungi Bandung.

“Karena orang Jakarta lebih banyak ke Bandung kalau weekend dan sebaliknya. Jadi kalau semua orang Jakarta ke Bandung naik mobil itu agak repot. Kita dorong biar gunakan kereta cepat,” kata Emil.

Emil melanjutkan, dengan adanya Kereta Cepat, akan lebih memudahkan hubungan keduanya baik itu dari sisi ekonomi maupun investasi. “Dengan kereta cepat hubungan ekonomi Jakarta Bandung bisa lebih baik,” terangnya.

Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil (RK) meminta kepada pemimpin baru Ibu Kota, dalam hal ini Anies Baswedan-Sandiaga Uno yang menurut real count KPU memenangkan Pilkada DKI, dapat memperbaiki relasi transportasi antara Bandung dan Jakarta.

“Untuk Bandung sendiri relasinya lebih kepada kalau weekend, orang Jakarta banyak sekali ke Bandung. Saya harap dipercepat koneksi transprotasi yang tidak menggunakan mobil,” kata Emil di Hotel Shangri La, Jakarta, Kamis 20 April 2017.
Solid Gold Berjangka

Advertisements
This entry was posted in PT. Solid Gold Berjangka Cabang Jakarta and tagged , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s