Sri Mulyani Minta Bantuan Bank Dunia Bangun Daerah Terpencil

Sri Mulyani Indrawati meminta kepada Bank Dunia (Wolrd Bank) untuk ikut membantu Indonesia dalam membangun infrastruktur | PT Solid Gold Berjangka Cabang Semarang

 

PT Solid Gold Berjangka Cabang Semarang
Selain mengajukan permintaan tersebut, Sri Mulyani bersama dengan Bank Dunia juga membahas program penjaminan pembangunan infrastruktur di Indonesia. Selain itu, mereka juga mendiskusikan kemungkinan Bank Dunia membantu dalam hal penjaminan kerjasama pembangunan infrastruktur di Indonesia, baik melalui Kerjasama Pemerintah Badan Usaha (KPBU)/Public Private Partnership (PPP) ataupun melalui non-PPP.

“Saya juga ingin menceritakan kepada Bank Dunia apa yang sudah Indonesia lakukan dalam pembangunan infrastruktur,” jelas Menkeu.

Adapun selain dihadiri oleh jajaran Kementerian Keuangan, kegiatan ini turut juga dihadiri oleh berbagai pihak Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang menangani pembangunan infrastruktur di Indonesia seperti PT. Sarana Multi Infrastruktur, PT. Penjaminan Infrastruktur Indonesia dan Bank Mandiri.

“Jika Bank Dunia dapat membantu negara yang kecil dan penuh konflik, kenapa tidak Bank Dunia bisa membantu Indonesia dalam pembangunan infrastruktur terutama pada remote area (daerah terpencil)”, ujarnya di Kantor pusat WB, Washington, D.C., seperti dikuti laman resmi Kementerian Keuangan, Kamis (20/4).

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati meminta kepada Bank Dunia (Wolrd Bank) untuk ikut membantu Indonesia dalam membangun infrastruktur pada daerah terpencil atau remote area. Permintaan tersebut disampaikan dalam Indonesia Infrastructure Finance Roundtable with World Bank di Washington, D.C.

Pertemuan tersebut merupakan bagian dari Musim Semi (Spring Meetings) 2017 yang diselenggarakan oleh World Bank (WB) dan International Monetary Fund (IMF) 2017.

Sri Mulyani menjelaskan pertemuan dilakukan untuk membicarakan skema pembiayaan infrastruktur Indonesia. Pasalnya, kebutuhan pembangunan infrastruktur Indonesia saat ini, dana yang tersedia dalam Anggaran Pendapatan Negara (APBN) sangat terbatas

Sri Mulyani ke Investor AS: Jangan Khawatir Investasi di RI | PT Solid Gold Berjangka Cabang Semarang

Pemerintah juga menghadirkan tenaga kerja yang berkualitas. Baik dari sisi usia, keahlian maupun produktivitas.

“Indonesia juga meningkatkan skill tenaga kerja. Persoalan manufaktur di negara berkembang adalah skill tenaga kerja. Maka saya pastikan anggaran kita untuk pendidikan itu sangat besar, termasuk dalam meningkatkan keahlian dan produktivitas,” paparnya.

“Jadi jangan khawatir, ketika anda berpikir anda berinvestasi pada negara tersebut anda tidak memiliki tenaga kerja yang andal. Itu sudah tersedia di Indonesia,” tandasnya.

Perubahan yang terjadi di Indonesia juga tergambar dari hasil Ease of Doing Business (EODB) yang naik 15 peringkat ke posisi 91. Indonesia terhitung sebagai negara yang mengalami perubahan sangat cepat.

Sri Mulyani menerangkan, EODB memang berasal dari Bank Dunia. Ini bukan berarti ada konflik kepentingan, karena Sri Mulyani yang sebelumnya sebagai Managing Director Bank Dunia yang kemudian masuk ke jajaran pemerintah Indonesia.

“Saya bisa pastikan kepada anda, bahwa lompatan peringkat itu bukan karena saya kembali ke indonesia. Saya bisa pastikan itu tidak ada konflik kepentingan,” kata Sri Mulyani yang kembali mengundang tawa investor.

“Pemerintah memulai program dengan memangkas berbagai regulasi yang menghambat. Perizinan yang seharusnya tidak ada sudah dihapuskan, layanan untuk bisa melakukan ekspor impor di pelabuhan ditingkatkan menjadi lebih bagus,” jelasnya.

Di sisi lain, pemerintah juga memperlebar porsi asing untuk berinvestasi melalui revisi Daftar Negatif Investasi (DNI). Ada beberapa sektor yang menempatkan asing bisa memiliki mayoritas saham atas usahanya.

Paham akan masalah, membuat pemerintah yang dipimpin oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) tetap berambisi menggenjot investasi. Cara yang ditempuh adalah dengan mencabut segala regulasi penghambat yang berkaitan dengan investasi.

Investor dari Amerika Serikat (AS) jangan ragu ataupun khawatir untuk menanamkan modalnya di Indonesia. Hal-hal yang selama ini dikeluhkan sebagai hambatan dalam merealisasikan investasi sudah dihilangkan.

Hal ini disampaikan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati kepada investor dalam acara yang diselenggarakan oleh The United Stated-Indonesia Society (USINDO) di Washington DC, Kamis (20/4/2017).

Sri Mulyani mengakui, bahwa tiga tahun yang lalu, realisasi investasi masih menjadi tantangan kritis bagi pemerintah. Indonesia sudah dari dulu dianggap layaknya ‘gadis cantik’ untuk berinvestasi. Tapi minat investor tidak diimbangi dengan percepatan realisasi. Akhirnya, minat tersebut menguap.

“Tantangan kita yang sangat kritis adalah investasi swasta,” kata Sri Mulyani.

Sri Mulyani Pamer Ekonomi RI di Depan Investor AS | PT Solid Gold Berjangka Cabang Semarang

 

Sedangkan dari komposisi harta, terdapat deklarasi dalam negeri sebesar Rp 3.697,94 triliun, deklarasi luar negeri sebesar Rp 1.036,37 triliun, dan repatriasi sebesar Rp 122,3 triliun. Sementara itu ada tambahan 52.757 wajib pajak (WP) baru, dari total peserta tax amnesty 972.530 WP.

“Tax amnesty yang kita dijalankan disebut sebagai yang terbaik di dunia,” kata Sri Mulyani.

Kredibilitas APBN, kata Sri Mulyani juga akan ditunjukkan melalui belanja yang terukur, di samping reformasi fiskal yang sudah dijalankan. Setiap rupiah yang dikeluarkan oleh pemerintah akan benar-benar ditujukan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.

“Jadi APBN yang kita miliki benar-benar berfungsi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Strategi saya adalah dengan meningkatkan penerimaan negara dan disalurkan dalam bentuk belanja negara yang efektif,” tandasnya.

Memang diakui Sri Mulyani, ada kelemahan dalam penerimaan pajak pada dua tahun terakhir. Seiring dengan perekonomian yang melambat, penerimaan pajak juga tidak bisa tumbuh seperti yang diharapkan.

Untuk itu dijalankan program pengampunan pajak atau tax amnesty dengan tujuan mengumpulkan basis data dari masyarakat yang selama ini tidak patuh dalam pembayaran sekaligus melaporkan pajak.

Realisasi penerimaan amnesti pajak sesuai Surat Setoran Pajak (SSP) mencapai Rp 134,99 triliun, dengan uang tebusan sebesar Rp 114,23 triliun, pembayaran tunggakan Rp 19,02 triliun dan pembayaran bukti permulaan sebesar Rp 1,75 triliun.

Di samping itu, defisit transaksi berjalan berhasil diturunkan pada level yang aman, yakni 2% terhadap PDB. Inflasi juga sukses dijaga pada posisi sekitar 3% atau lebih rendah sejak 1999, ketika ada krisis moneter. Hal tersebut juga mampu mendorong konsumsi masyarakat tetap tumbuh.

“Anda bisa melihat buktinya, kita bisa menciptakan fundamental yang kuat di tengah ketidakpastian global,” imbuhnya.

Pada sisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), Sri Mulyani memastikan pengelolaan yang kredibel. Reformasi dijalankan sejak awal pemerintahan Presiden Jokowi, dengan memangkas subsidi energi untuk dialihkan kepada pembangunan infrastruktur dan perlindungan sosial.

Pada sisi lain, harga komoditas yang anjlok membuat banyak negara berkembang penghasil komoditas terkena dampak cukup serius. Bahkan hingga terjun ke level resesi. Indonesia, untungnya bisa bisa tetap bertahan dan tumbuh positif.

“Perekonomian Indonesia tetap baik pasca banyak persoalan yang terjadi di dunia,” tegas Sri Mulyani.

Langkah yang ditempuh pemerintah adalah dengan membuat kebijakan yang terukur. Dari menciptakan fundamental ekonomi yang kuat, reformasi fiskal, pengelolaan utang dan menjaga efisit anggaran tetap pada batas yang baik terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Sri Mulyani menjelaskan, upaya pemerintah sangat berat di tengah kondisi ekonomi global yang penuh ketidakpastian. Selepas taper tantrum yang menghadang banyak negara, seperti Indonesia pada 2013 silam. Selanjutnya Inggris keluar dari Uni Eropa atau dikenal dengan nama Brexit, devaluasi mata uang China hingga volatilitas pasar keuangan pasca terpilihnya Presiden AS Donald Trump.

Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, dalam sepekan ke depan berada di Washington DC, Amerika Serikat (AS) untuk menghadiri berbagai acara. Salah satunya yang dijalani hari ini, bertemu dengan investor asal AS.

Acara dalam bentuk seminar ini diselenggarakan oleh The United Stated-Indonesia Society (USINDO). Sri Mulyani bertindak sebagai pembicara untuk tema Indonesia: Steering Through The Global Headwind, Unlocking The Domestic Potentials’.

Sekitar 45 menit, Sri Mulyani memaparkan kondisi ekonomi Indonesia terkini. Dimulai dengan berbagai program yang sudah dijalankan oleh pemerintah Indonesia dalam kisaran tiga tahun terakhir.

“Presiden Jokowi bekerja penuh untuk bisa menciptakan stabilitas ekonomi dan inklusifitas,” kata Sri Mulyani, Kamis (20/4/2017).

 
Solid Gold Berjangka

 

 

Advertisements
This entry was posted in PT Solid Gold Berjangka Cabang Semarang and tagged , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s