Rebound harga minyak terbang jelang pertemuan OPEC

Harga minyak mentah belum akan beranjak dari tren bearish | PT Solid Gold Berjangka Cabang Lampung

PT Solid Gold Berjangka Cabang Lampung

Ekspektasinya bukan tidak mungkin produksi minyak AS masih akan terus meluap. Karena kenaikan rig aktif pengeboran minyak AS ini berjalan seiringan dengan catatan kenaikan produksi minyak mentah AS. Produksi minyak AS naik sekitar 10% sejak pertengahan 2016 lalu menjadi sekitar 9,25 juta barel per hari hingga pertengahan April 2017 ini.

“Kekhawatiran AS ini bisa menghapus sentiment positif yang bisa datang dari peluang kenaikan akibat rencana OPEC memperpanjang program pemangkasan produksinya,” prediksi Lukman. Maka ia menduga Selasa (25/4) harga minyak WTI masih berpotensi tertekan lagi. Walau untuk saat ini level US$ 49,00 akan menjadi support kuat yang belum akan ditembus dalam waktu dekat.
Selain itu kekuatan minyak WTI juga datang setelah posisi indeks USD yang melemah tajam. Buruknya data ekonomi AS dan minimnya kejelasan langkah ekonomi AS ke depannya menjadi penyebab utama dibaliknya terpuruk USD. “Jadi wajar saja ada penyesuaian posisi namun secara fundamental beban negatif masih terus membayangi dan siap membawa harga koreksi lagi,” imbuh Lukman.

Adapun katalis negatif tersebut antara lain laporan Baker Hughes Inc terbaru akhir pekan lalu yang menunjukkan rig pengeboran minyak mentah AS bertambah 5 unit menjadi 688 unit atau sudah menyentuh kenaikan dalam 14 pekan beruntun. Pasalnya sejak Mei 2016 lalu rig pengeboran minyak aktif AS sudah bertambah sekitar 372 unit atau naik sekitar 118%.

Lukman Leong, Research and Analyst PT Valbury Asia Futures menuturkan terjadi pergerakan teknikal dalam penguatan minyak mentah di awal pekan. Pasca pelemahan signifikan dan berhasil menembus ke bawah level US$ 50 per barel, wajar pelaku pasar memilih mengambil posisi bargain hunting untuk mendulang keuntungan.

Meski sedang beranjak kembali ke area US$ 50 per barel, namun analis memprediksi harga minyak mentah belum akan beranjak dari tren bearish. Mengingat, kini pasar sedang mengantisipasi hasil dari pertemuan OPEC bulan depan.

Mengutip Bloomberg, Senin (24/4) pukul 17.25 WIB harga minyak WTI kontrak pengiriman Juni 2017 di New York Mercantile Exchange terbang 1,09% ke level US$ 50,16 per barel dibanding hari sebelumnya. Namun dalam sepekan terakhir harga minyak WTI sudah merosot 5,55%.

Panel OPEC Rekomendasikan Perpanjangan Produksi Minyak | PT Solid Gold Berjangka Cabang Lampung

Rekomendasi panitia bahwa kesepakatan pemotongan penawaran tidak mengejutkan, setelah menteri minyak dari eksportir utama Arab Saudi dan Kuwait memberikan sinyal yang jelas bahwa produsen berencana untuk memperpanjang kesepakatan dimaksud.

Menteri Energi Rusia Alexander Novak mengatakan pada Jumat bahwa keputusan untuk memperpanjang pakta belum diambil, namun akan dibahas dengan OPEC pada 24 Mei. Para menteri OPEC termasuk rekan-rekan bukan anggota OPEC dijadwalkan untuk bertemu pada 25 Mei.

“Keseluruhan pemenuhan pemotongan yang dijanjikan mencapai 98 persen pada Maret,” kata seorang sumber, seperti dikutip dari Reuters, Senin 24 Maret 2017, seraya menambahkan bahwa dua sumber lainnya mengatakan tingkat suku bunga pada Maret menunjukkan kenaikan dari tingkat Februari.

Harga minyak masih turun dengan perdagangan minyak mentah Brent di bawah USD52 per barel LCOc1 di pekan lalu karena kekhawatiran peningkatan produksi AS dan persediaan tinggi akan menggagalkan upaya OPEC dan sekutunya untuk mengurangi pasokan.

Angka kepatuhan juga ditinjau pada pertemuan di Wina yang terdiri dari beberapa pejabat dari negara-negara yang memantau kepatuhan terhadap tingkat produksi yang disepakati, yaitu anggota OPEC Kuwait, Venezuela, Aljazair dan negara bukan anggota OPEC seperti Rusia dan Oman.

Komite teknis OPEC dan negara bukan anggota OPEC merekomendasikan agar produsen memperpanjang kesepakatan global untuk mengurangi pasokan minyak selama enam bulan dari Juni. Langkah itu guna membersihkan minyak mentah mentah yang telah membebani harga.

Seorang sumber yang mengetahui masalah tersebut mengatakan OPEC, Rusia, dan produsen lainnya pada awalnya setuju untuk memangkas produksi sebesar 1,8 juta barel per hari (bpd) selama enam bulan mulai 1 Januari untuk mendukung pasar. Hal itu dengan harapan bisa mengangkat kembali harga minyak dunia.

Harga Minyak Dunia Mulai Pulih | PT Solid Gold Berjangka Cabang Lampung

Produksi minyak mentah AS mencapai 9,25 juta barel per hari (bpd) C-OUT-T-EIA, mengalami kenaikan hampir 10 persen sejak pertengahan 2016 dan mendekati eksportir utama OPEC, Arab Saudi. Sejauh ini, sejumlah pihak terus berupaya agar harga minyak dunia bisa terus bergerak menguat.

“Minyak WTI tergelincir kembali di bawah level USD50 per barel, di tengah kekhawatiran bahwa kurangnya penarikan persediaan karena pemotongan produksi OPEC adalah tanda bahwa pemotongan tersebut tidak cukup untuk menyeimbangkan pasokan dan permintaan serta meletakkan harga di bawah,” kata Investment Analyst Rivkin Securities William O’Loughlin.

Pengebor AS menambahkan rig minyak untuk minggu ke-14 berturut-turut, ke 688 rig, memperpanjang pemulihan 11 bulan yang diperkirakan akan meningkatkan produksi serpih AS pada Mei dengan kenaikan bulanan terbesar dalam lebih dari dua tahun.

Harga minyak turun tajam di minggu lalu didukung oleh pasokan minyak mentah yang keras kepala, meskipun ada sebuah janji oleh OPEC dan beberapa produsen lainnya untuk memangkas produksi hampir 1,8 juta barel per hari (bpd) selama enam bulan dari 1 Januari untuk mendukung pasar.

Harga minyak dunia mulai pulih ke beberapa titik pada Senin menyusul kerugian besar yang mendera pada pekan lalu. Kondisi itu didorong oleh ekspektasi bahwa OPEC akan memperpanjang sebuah janji untuk memotong produksi minyak hingga mencakup keseluruhan 2017, meski kenaikan pengeboran AS memberikan gangguan.

Mengutip Reuters, Senin 24 April 2017, minyak mentah berjangka AS West Texas Intermediate (WTI) CLc1 menambahkan 23 sen atau 0,5 persen pada pukul 0037 GMT, namun masih di bawah tanda USD50 yang tertembus pada Jumat di USD49,85 per barel. Harga minyak mentah Brent LCOc1 naik 27 sen atau 0,5 persen menjadi USD52,23 per barel.

 

Solid Gold Berjangka

 

About Tia Ratna

24 yrs old Executive Secretary Benetta Ramelet, hailing from Lakefield enjoys watching movies like Death at a Funeral and Netball. Took a trip to Archaeological Site of Cyrene and drives a McLaren M16C.
This entry was posted in PT. Solid Gold Berjangka Cabang Lampung and tagged , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s