Mogok Kerja 30 Hari, Pekerja Freeport Ajukan 5 Tuntutan

Aksi mogok akan dilaksanakan di barak masing-masing bagi yang tinggal di Akomodasi Perusahaan | PT Solid Gold Berjangka Cabang Makassar

PT Solid Gold Berjangka Cabang Makassar
4. Agar Pimpinan Perusahaan dan Pemerintah bekerja sama untuk segera menghentikan PHK/Furlough/Relokasi ke tempat lain dan mempekerjakan kembali Pekerja yang telah di Furlough/PHK/Relokasi ke tempat lain.

5. Agar Pimpinan Perusahaan Dalam mengambil kebijakan strategis terkait Ketenagakerjaan terlebih dahulu merundingkan secara bipartit sebagaimana yang sudah pernah dilakukan dalam perundingan formal PKB dengan Serikat Pekerja maupun sesuai dengan Regulasi UU Ketenagakerjaan dan Perundang-undangan yang berlaku sebagai mitra yang sah dan setara dalam Hubungan Industrial.

1. Agar Pimpinan Perusahaan dan Pemerintah bekerja sama untuk segera menghentikan kebijakan Furlough/PHK yang diambil secara sepihak oleh Perusahaan yang tidak dirundingkan dengan Serikat Pekerja/PUK SPKEP SPSI.

2. Agar Pimpinan Perusahaan dan Pemerintah bekerja sama untuk menghentikan segala bentuk pengancaman, intimidasi, dan perlakuan semena-mena terhadap Pekerja dan Fungsionaris SPKEP SPSI yang terkena Furlough/PHK/Relokasi ke Tempat lain yang oleh manajemen Privatisasi dan Kontraktor yang mengusir Pekerja tidak bersalah dari barak.

3. Agar Pimpinan Perusahaan dan Pemerintah memberikan kepastian kembali bekerja kepada Pekerja yang sudah terlanjut di Furlough/PHK/Relokasi ke tempat lain.

Dikutip detikFinance dari Surat Pemberitahuan Mogok Kerja Bersama yang dikirimkan SPSI Freeport, berikut daftar tuntutan mereka:

“Mogok Kerja Bersama ini dapat dihentikan jika tuntutan pekerja sebagaimana diuraikan di atas merundingkan dan menyepakati dipenuhi dan dihormati oleh Manajemen PT Freeport Indonesia, Perusahaan Privatisasi serta Kontraktor dan Pemerintah Indonesia lewat kesepakatan bersama dalam perundingan,” papar SPSI Freeport dalam suratnya.

“Mogok Kerja Bersama ini dapat dihentikan jika tuntutan pekerja sebagaimana diuraikan di atas merundingkan dan menyepakati dipenuhi dan dihormati oleh Manajemen PT Freeport Indonesia, Perusahaan Privatisasi serta Kontraktor dan Pemerintah Indonesia lewat kesepakatan bersama dalam perundingan,” papar SPSI Freeport dalam suratnya.

Karyawan Freeport Mogok Kerja Sebulan, Ini Komentar Polisi | PT Solid Gold Berjangka Cabang Makassar

Pihak Serikat Pekerja menuntut agar seluruh pekerja yang meninggalkan tempat kerja sejak 11 April 2017 agar kembali ke tempat kerja tanpa PHK. Sedangkan pihak manajemen perusahaan menghendaki agar diberikan kewenangan penuh untuk menegakkan aturan sebagaimana Perjanjian Kerja Bersama/PKB-Pedoman Hubungan Industrial/PHI 2015-2017.

Pejabat Sementara Ketua PUK SP-KEP SPSI PT Freeport Mika Taraudu memprediksi jumlah karyawan yang ikut aksi mogok kerja di Timika akan terus bertambah. Sebab 14 PUK Serikat Pekerja perusahaan kontraktor dan privatisasi baru akan menggelar mogok kerja mulai 9 Mei mendatang.

Sebagaimana diberitakan, Pimpinan Unit Kerja Serikat Pekerja Kimia, Energi dan Pertambangan (PUK SP-KEP) SPSI PT Freeport secara resmi mengumumkan mulai melakukan mogok kerja sejak 1 Mei hingga 30 Mei 2017.

Keputusan untuk melakukan mogok kerja lantaran hingga kini pihak Serikat Pekerja belum bersepakat dengan manajemen PT Freeport terkait penerapan sanksi bagi pekerja yang meninggalkan tempat kerja sejak 11 April 2017.

Polres Mimika, kata Victor, telah menyiapkan tim “quick response” jika menerima laporan adanya intimidasi yang dialami pekerja. Para pekerja yang hingga kini masih bekerja telah diinformasikan nomor khusus yang harus dihubungi jika mengalami tindakan intimidasi dan lainnya.

“Saat peringatan May Day kami telah menyampaikan kepada Serikat Pekerja agar tidak boleh ada pemaksaan kepada karyawan yang ingin bekerja untuk ikut mogok. Hal itu sejalan dengan rekomendasi yang telah dikeluarkan oleh Pemda Mimika,” jelasnya.

Kondisi serupa, katanya, juga terjadi di wilayah dataran rendah area operasi PT Freeport seperti di Kuala Kencana dan Pelabuhan Portsite Amamapare.

Pihak kepolisian belum menerima laporan adanya karyawan yang mengalami tindakan intimidasi dan pengancaman oleh rekan-rekan mereka yang melakukan mogok kerja di Timika.

Victor menegaskan bahwa kepolisian selalu hadir untuk memberikan jaminan pelayanan, perlindungan dan pengayoman bagi semua karyawan, baik yang masih bekerja maupun yang memilih jalan mogok kerja.

Menyangkut situasi di kawasan pertambangan PT Freeport di Tembagapura selama karyawan menggelar mogok kerja di Timika, Victor mengatakan sejauh ini masih tetap kondusif.

“Aktivitas produksi PT Freeport tetap berjalan seperti biasa, tidak ada kendala. Karyawan yang bekerja tetap melaksanakan aktivitas, tanpa ada hambatan,” katanya.

Ia berharap tim negosiator dari pihak Serikat Pekerja dan manajemen PT Freeport terus berunding untuk mencari kesepahaman. Namun karyawan diharapkan tetap bekerja agar tidak ada yang dirugikan.

Victor meminta karyawan PT Freeport berpikir jernih terhadap keputusan mereka untuk melakukan mogok kerja selama sebulan terhitung sejak 1 Mei hingga 30 Mei 2017.

“Kalau dari kami sebenarnya berharap agar semua karyawan bisa bekerja kembali. Tapi kalau memang masih ada karyawan yang tidak mau bekerja, yah itu hak mereka. Dengan catatan mereka tidak boleh memaksakan atau mengintimidasi rekan-rekan mereka yang mau bekerja,” kata Victor.

Kepolisian Resor Mimika, Papua, mengharapkan pengurus serikat pekerja dan manajemen PT Freeport Indonesia tetap membangun komunikasi dan dialog untuk menyelesaikan permasalahan yang ada, agar karyawan seluruhnya bisa kembali bekerja.

“Harapan kami kedua belah pihak tetap membangun komunikasi dan dialog yang konstruktif sehingga ada solusi terbaik yang bisa diterima kedua belah pihak. Sebab kalau tidak ada titik temu dan karyawan yang lain tidak bekerja tentu akan merugikan banyak pihak, termasuk karyawan sendiri,” kata Kapolres Mimika Victor Dean Mackbon di Timika, Rabu (3/5/2017).

SPSI Freeport Bantah Intimidasi Karyawan | PT Solid Gold Berjangka Cabang Makassar

 

Namun dari laporan yang diterima situasi Timika tetap kondusif dan aktivitas masyarakat berlangsung normal, kata Irjen Pol Boy Amar seraya menambahkan, anggota yang disiagakan mengamankan aksi tersebut sebanyak 1.200 personel.

Banyaknya personel yang mengamankan karena sudah termasuk yang tergabung dalam satuan tugas (satgas) Amole serta anggota TNI dan Brimob bantuan dari Mabes Polri, kata Kapolda Papua Irjen Pol Boy Rafli Amar. Satgas Amole merupakan pasukan yang bertugas menjaga keamanan objek vital nasional dan kawasan operasional PT Freeport termasuk dalam objek vital nasional.

“Sekitar 5.000-6.000 orang ikut gabung dalam aksi yang dilakukan karyawan PT Freeport,” kata Kapolda Papua Irjen Pol Boy Rafli Amar kepada wartawan di Jayapura.

Dia mengatakan, walaupun aksi demo berlangsung aman namun anggota kepolisian terus melakukan negoisasi guna menghindari adanya kelompok yang tidak bertanggung jawab yang menyusup dan memprovokasi aksi tersebut.

Adapun aksi unjuk rasa yang dilakukan karyawan PT Freeport di Timika sampai Senin 1 Mei 2017 berlangsung kondusif. Dari laporan yang diterima, aksi unjuk rasa yang dimulai pukul 09.15 WIT diawali dengan doa bersama dan dilanjutkan konvoi keliling kota Timika.

Jumlah karyawan PT Freeport dan perusahaan-perusahaan kontraktor serta privatisasi yang akan ikut bergabung dalam aksi mogok kerja bersama diperkirakan akan terus bertambah.

Sebanyak 14 Pimpinan Unit Kerja (PUK) perusahaan-perusahaan kontraktor serta privatisasi Freeport telah menyampaikan surat dukungan untuk ikut bergabung dalam aksi mogok bersama yang serentak mereka lakukan pada 9 Mei.

Yafet mengatakan, sejauh ini pihak perusahaan belum melakukan pembatasan jumlah armada bus karyawan dari Tembagapura ke Timika dan sebaliknya. Para pekerja dari Tembagapura yang ikut dalam aksi mogok kerja bersama di Timika dapat memanfaatkan sarana angkutan yang disediakan oleh pihak perusahaan sesuai jadwal yang tersedia.

Kalau sekarang rekan-rekan pekerja ikut dalam aksi mogok kerja bersama itu murni merupakan panggilan hati nurani mereka untuk bersama-sama kita berjuang meraih kesejahteraan bersama,” ujarnya.

Menurut dia, saat ini jumlah karyawan PT Freeport yang telah bergabung dalam aksi mogok kerja bersama di Timika diperkirakan sekitar 4.000-an orang. Pada Minggu 31 April malam, sebanyak 1.140 karyawan PT Freeport yang selama ini bekerja di Tembagapura juga telah tiba di Timika untuk bergabung dalam kegiatan tersebut.

Pihaknya tidak pernah melakukan seperti hal yang dituduhkan itu. “Kami sama sekali tidak pernah melakukan pemaksaan atau perlakuan yang tidak baik kepada rekan-rekan pekerja,” jelas dia.

Yafet menegaskan jajaran pengurus Serikat Pekerja PT Freeport tidak pernah memberikan instruksi khusus kepada anggota di lapangan untuk melakukan pemaksaan, tekanan, dan intimidasi kepada karyawan untuk ikut serta dalam aksi mogok kerja bersama.

Pimpinan Unit Kerja Serikat Pekerja Kimia, Energi dan Pertambangan PT Freeport Indonesia membantah tudingan pihak manajemen perusahaan bahwa mereka melakukan intimidasi dan pengancaman kepada karyawan untuk ikut aksi mogok kerja 1 Mei hingga 31 Mei 2017.

“Terkait tudingan soal adanya intimidasi, ancaman dan lain-lain kepada karyawan, kami heran kok ada informasi seperti itu,” kata Ketua Bidang Organisasi PUK SP-KEP SPSI PT Freeport Yafet Panggala di Timika, seperti dikutip dari Antara, Selasa 2 Mei 2017.

 

 

Solid Gold

Advertisements
This entry was posted in PT Solid Gold Berjangka Cabang Makassar and tagged , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s