Pencabutan Subsidi Listrik 900 Va, Beban Baru bagi Buruh

Beban kenaikan tarif ini juga turut diperparah dengan adanya kenaikan harga bahan pokok | PT Solid Gold Berjangka Cabang Makassar

PT Solid Gold Berjangka Cabang Makassar
Sebagai informasi, tarif dasar listrik (TDL) golongan 900 va hari ini kembali naik terhitung sejak 1 Mei 2017. Kenaikan tarif ini diberlakukan oleh PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Persero secara bertahap sejak Januari, Maret, dan Mei 2017.

Artinya pada Juli, golongan 900 va sudah tidak bersubsidi lagi dan akan diberlakukan tarif baru, sama dengan golongan 1.300 va yang nonsubsidi. Saat masih bersubsidi, golongan 900 va membayar Rp585 setiap konsumsi listrik per kwh.

Sedangkan jika sudah tidak mendapatkan subsidi lagi, tagihan pembayaran listrik naik menjadi Rp1.450 per kwh‎.

Ini artinya bila konsumsi rata-rata 125 kwh per bulan, tagihan yang dibayar masyarakat mencapai Rp185.794 setiap bulannya.

Menurut I Made, listrik 900 va diperuntukkan bagi rumah tangga yang berada dalam kelompok masyarakat di luar produksi (UMKM). “Subsidi kepada 18 juta pelanggan 900 va ini tidak akan menyebabkan inflasi karena mereka di luar dari UMKM,” ujarnya saat dihubungi Okezone. Made melanjutkan, pemerintah akan tetap memberi subsidi listrik kepada para kelompok masyarakat produksi (UMKM).

Sehingga dengan begitu, hal tersebut tidak akan mengganggu penawaran produk UMKM.

Beban kenaikan tarif ini juga turut diperparah dengan adanya kenaikan harga bahan pokok saat ini. Salah satunya adalah bawang putih yang semakin mahal. Hal ini pun dikhawatirkan dapat terus mengerek inflasi.

“Belum lagi dengan mahalnya bahan pokok dan perumahan, ini kian membebani,” ungkapnya.

Sebelumnya,
Kepala Satuan Komunikasi Korporat PLN Persero I Made Suprateka mengatakan, kebijakan pencabutan tarif listrik ini tidak akan menyebabkan inflasi.

Kenaikan tarif listrik dengan pemangkasan subsidi juga akan menjadi beban bagi pekerja seperti buruh,” kata Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira kepada Okezone di Jakarta.

Pada awal bulan ini, pelanggan PT PLN (Persero) golongan 900 volt ampere (va) harus mengeluarkan biaya lebih untuk membayar listrik.

Pasalnya, tarif listrik golongan 900 va yang masuk kategori mampu akan naik, seiring penerapan subsidi tepat sasaran tahap ketiga yang berlaku mulai 1 Mei 2017.

Hanya saja, kenaikan tarif listrik ini diperkirakan juga akan turut membebani kaum buruh. Utamanya apabila kenaikan tarif listrik ini berdampak pada inflasi.

Pencabutan Subsidi Listrik untuk Menolong Masyarakat Tak Mampu | PT Solid Gold Berjangka Cabang Makassar

 

Menurut Wakil Presiden Jusuf Kalla, rencana ini sudah lama sebenarnya. Menurut dia, subsidi listrik digantikan dengan subsidi langsung. “Listrik ini kan sudah lama sebenarnya, Ini akan diganti dengan subsidi langsung. Jadi semua subsidi pemikiran digantikan dengan subsidi langsung,” kata Kalla di kantornya, Jakarta, Selasa (2/5/2017).

Dia menuturkan, subsidi langsung itu dimaksudkan, karena banyak rumah yang mampu. Tapi masih menggunakan listrik subsidi. “Karena banyak sekarang rumah, yang sebenarnya mampu, tapi mereka juga pakai listrik subsidi. Jadi untuk lebih adil. Betul-betul subsidi kepada orang yang membutuhkan,” pungkas Kalla.

Pencabutan subsidi listrik golongan 900 VA yang masuk dalam kategori mampu dilakukan dalam tiga tahap dimulai Januari 2017. Kemudian kenaikan tarif listrik tahap kedua dan ketiga berlangsung pada Maret dan Mei 2017.

Masyarakat pelanggan listrik golongan 900 Volt Ampere (VA) yang termasuk golongan mampu harus merogoh kantong lebih di bulan ini. Tarif listrik golongan yang masuk dalam kategori Rumah Tangga Mampu (RTM) ini naik seiring pencabutan subsidi listrik tahap ketiga yang berlaku mulai 1 Mei 2017.

 

Harga Bawang Merah Menyusul Kenaikan Tarif Dasar Listrik | PT Solid Gold Berjangka Cabang Makassar

Keluhahan juga disampaikan oleh Nurmali, 53, pedagang di Pasar Koja Baru, Koja, Jakarta Utara, mengaku memang semenjak dua hari ini seperti harga cabe, bawang merah dan kebutuhan lainnya merangkak naik. Akibat kenaikan ini dirinya sering mendapat komplain dari para pelanggannya.

“Saya bingung, kenapa sekarang ini sembako tidak pernah stabil seperti dulu, padahal saat ini kebutuhan masyarakat meningkat. Apalagi saat ini menjelang bulan Ramadhan, kami sangat berharap pemerintah segera melakukan tindakan agar harga sayur mayur tidak naik.,”tegas ibu empat anak tersebut.

Mista, 33, salah seorang pedagang sayur di Pasar Rawa Badak, Koja, Jakarta Utara, mengakui memang saat ini sejumlah komunditi mengalami kenaikan. Seperti Bawang Putih yang tadinya Rp30 ribu sekarang naik menjadi Rp 60 ribu, begitu pula dari Cabe rawit merah yang tadinya Rp60 ribu ikut-ikutan naik menjadi Rp65 ribu/kg.

“Kenaikan ini terjadi sejak dua hari lalu, pasca terjadinya kenaikan TDL. Ini tentu sangat memberatkan pedagang maupun warga, makanya kami berharap kedepan pemerintah mengambil antisipasi untuk segera menurunkan harga-harga tersebut,”terang wanita asal Sumenep, Madura, Jawa Timur.

Pasca penetapan kenaikan Tarif Dasar Listrik (TDL) 1 Mei kemarin, satu persatu harga kebutuhan pokok mulai merangkak naik. Seperti bawang putih mengalami kenaikan hingga 70 persen. Atas kondisi inilah tentu membuat masyarakat sangat terbebani.

Pantauan harga Pos Kota terjadi di sejumlah pasar yang ada di Jakarta Utara seperti yang terjadi di Pasar Rawa Badak, Koja, Jakarta Utara dan Pasar Koja Baru. Sejumlah sayur mayur kentang tomat, bawang bombai dan bawang merah mengalami kenaikan antara Rp5 ribu hingga Rp20 ribu.

 
Solid Gold Berjangka

About Tia Ratna

24 yrs old Executive Secretary Benetta Ramelet, hailing from Lakefield enjoys watching movies like Death at a Funeral and Netball. Took a trip to Archaeological Site of Cyrene and drives a McLaren M16C.
This entry was posted in PT Solid Gold Berjangka Cabang Makassar and tagged , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s