Toyota Indonesia Catat Pertumbuhan Ekspor Positif di Kuartal I 2017

PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) berhasil mencatat pertumbuhan ekspor | PT Solid Gold Berjangka Cabang Makassar

 

PT Solid Gold Berjangka Cabang Makassar
MASIF ditujukan untuk mendorong semangat bersaing dan membangun budaya pengembangan SDM pada perusahaan pemasok, dalam rangka mencapai terbentuknya SDM berkualitas terbaik dengan standar global.

SDM yang mumpuni, yang memiliki keahlian dan keterampilan tinggi merupakan kunci untuk mendorong daya saing perusahaan dan industri pada umumnya. “Melalui MASIF ini, kami berupaya lebih memperluas cakupan kegiatan pengembangan SDM ke rantai bisnis Toyota. Kedepannya, kami berharap MASIF dapat berkembang dan memiliki efek domino ke semua lapis pemasok lokal sehingga lebih memberikan nilai tambah pada industri automotif menyongsong kompetisi global yang semakin ketat,” tutup Warih.

Untuk memacu pertumbuhan ekspor, menurut Warih, TMMIN akan terus berupaya menjaga kualitas produk dengan meningkatkan sumber daya manusia (SDM) sesuai dengan semangat “We Make People Before We Make Products”, baik di kalangan internal maupun di pemasok, mulai dari tier 1 sampai tier 3 yang kini berjumlah sekitar 300 perusahaan.

Selain melakukan transfer teknologi lewat berbagai pelatihan, TMMIN juga mengadakan kompetisi sesama perusahaan pemasok melalui Manufacturing Skill Interchange Festival (MASIF), yang diselenggarakan untuk pertama kali pada 21 Februari 2017 lalu di Karawang.

Sedangkan untuk ekspor CBU Toyota model lain seperti Avanza, Lite Ace, dan Agya mencapai total 19.100 unit. Untuk ekspor CKD tercatat 12.300 unit, dan ekspor komponen di kisaran 24 juta unit.

Sementara ekspor untuk mesin bensin tipe TR mencapai 8.800 unit, mesin ethanol tipe TR sebesar 1.200 unit. Ekspor mesin bensin tipe NR mencapai 20.300 unit dan mesin ethanol tipe NR mencapai 1.000 unit.

Ekspor Toyota Fortuner naik pesat dari 5.700unit menjadi 16.600 unit dengan pasar terbesar adalah negara di kawasan Asia Tenggara, Timur Tengah, dan Amerika Latin.

Toyota Innova tercatat mengalami pertumbuhan ekspor dari 1.900 menjadi 3.500 unit. Sementara itu, ekspor Toyota Vios relatif stabil yaitu 7.900 unit, kemudian Sienta sebagai pendatang baru sebesar 2.200 unit.

Kami berharap kembali dapat mencapai target pertumbuhan ekspor seperti tahun-tahun sebelumnya,” ujar Presiden Direktur TMMIN Warih Andang Tjahjono di Jakarta, Selasa (2/5/2017).

Angka pencapaian di Kuartal I 2017 yang jauh lebih positif dari periode yang sama tahun lalu ini, dikarenakan pada pengujung 2016 merupakan waktu diperkenalkannya serangkaian model-model baru TMMIN. Secara keseluruhan, tahun 2017 ini, TMMIN menargetkan ekspor naik sekitar 10% dibandingkan 2016.

Kontribusi pertumbuhan terbesar berasal dari ekspor andalan TMMIN, yaitu Fortuner, Vios, Innova dan Sienta yang mengalami pertumbuhan dari 15.700 unit pada periode Januari-Maret 2016 menjadi 30.200 unit pada periode Januari-Maret 2017.

PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) berhasil mencatat pertumbuhan ekspor dalam bentuk completely built up (CBU) yang signifikan sepanjang kuartal I 2017, dengan angka 49.300 unit dibandingkan periode yang sama pada 2016 sebesar 34.700 unit.

Capaian ini tidak terlepas dari dukungan rantai bisnis TMMIN, termasuk perusahaan pemasok, dan dukungan pemerintah Indonesia yang telah memberikan fasilitas dan kemudahan sehingga ekspor dari Indonesia menjadi semakin kompetitif.

Ekspor Toyota Fortuner Meroket di Kuartal I 2017 | PT Solid Gold Berjangka Cabang Makassar

“Capaian ini tidak dapat dilepaskan dari dukungan pemerintah Indonesia yang telah memberikan fasilitas dan kemudahan sehingga ekspor dari Indonesia menjadi semakin kompetitif. Kami berharap kembali dapat mencapai target pertumbuhan ekspor seperti tahun-tahun sebelumnya,” kata Presiden Direktur Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) Warih Andang Tjahjono.

Toyota sendiri pada akhir tahun ini berambisi mengekspor 185.000 unit kendaraan CBU. Angka ini naik 10 persen ketimbang tahun lalu.

Tiga model lain yang turut menjadi penyumbang utama ekspor CBU Toyota setelah Fortuner ialah Innova, Sienta, dan Vios. Tiga model ini, bersama-sama dengan Fortuner, dikirim sebanyak 30.200 unit atau 61,26 persen dari total ekspor Toyota di Januari-Maret 2017.

Selanjutnya ada Avanza, Lite Ace, dan Agya yang terkirim 19.100 unit atau 38,74 dari total ekspor Toyota Januari-Maret.

Fortuner, menurut keterangan resmi Toyota pada Selasa (2/5/2017), dikapalkan sebanyak 16.600 unit selama Januari-Maret kemarin. Jumlah ini melonjak dibanding tiga bulan pertama 2016 yang hanya 5.700 unit.

Pasar terbesar sport utility vehicle (SUV) pesaing Mitsubishi Pajero Sport ini ialah Asia Tenggara, Timur Tengah, dan Amerika Latin.

Adapun total ekspor mobil Toyota dari Indonesia di kuartal I tahun ini ialah 49.300. Tahun lalu, di periode ini, Toyota cuma mengirim 34.700 mobil ke luar negeri.

Toyota Indonesia Catat Ekspor CBU 49.300 Unit di Kuartal 1 2017 | PT Solid Gold Berjangka Cabang Makassar

Sementara itu, jika dirinci ekspor Toyota Fortuner naik dari 5.700 unit tahun lalu, menjadi 16.600 unit tahun ini. Pasar terbesar Toyota Fortuner terbesar berada di kawasan Asia Tenggara, Timur Tengah, dan Amerika Latin. Sedangkan untuk Toyota Innova mengalami pertumbuhan dari 1.900 menjadi 3.500 unit.

Kemudian, ekspor Toyota Vios relatif stabil, sebesar 7.900 unit, dan Toyota Sienta sebesar 2.200 unit. Sedangkan ekspor CBU Toyota lain, seperti Avanza, Lite Ace, dan Agya mencapai total 19.100 unit.

Untuk ekspor CKD tercatat 12.300 unit, dan ekspor komponen sekira 24 juta unit. Sedangkan untuk ekspor mesin bensin tipe TR mencapai 8.800 unit, mesin ethanol tipe TR 1.200 unit, ekspor mesin bensin tipe NR 20.300 unit, serta mesin Ethanol tipe NR 1.000 unit.

Capaian ini tidak terlepas dari dukungan rantai bisnis kami, termasuk perusahaan pemasok, dan tentunya tidak dapat dilepaskan dari dukungan pemerintah Indonesia,” jelas Presiden Direktur PT TMMIN, Warih Andang Tjahjono, dalam siaran pers yang diterima Liputan6.com, Selasa (2/5/2017).

Kontribusi pertumbuhan ekspor terbesar Toyota pada kuartal pertama, datang dari Toyota Fortuner, Innova, dan Sienta, sebesar 30.200 unit. Jumlah ini, meningkat dibanding periode yang sama hanya sebesar 15.700 unit.

Sepanjang kuartal pertama (Januari-Maret) 2017, PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), mencatatkan pertumbuhan ekspor secara completly built up (CBU) yang signifikan.

Tercatat, raksasa asal jepang ini mampu mengkapalkan sebanyak 49.300 unit. Jumlah ini meningkat, dari periode yang sama pada periode yang sama tahun lalu sebesar 34.700 unit.

 
PT Solid Gold Berjangka

 

Advertisements
This entry was posted in PT Solid Gold Berjangka Cabang Makassar and tagged , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s