OJK Blokir Ribuan Rekening terkait SMS Penipuan

(OJK) mengaku telah memblokir ribuan rekening yang terkait dengan penipuan melalui pesan singkat | PT Solid Gold Berjangka Pusat

 

PT Solid Gold Berjangka Pusat

Kami langsung melakukan koordinasi dengan kelompok kerja Kemenkominfo dan langsung memblokir nomor itu selama lima hari untuk dianalisa. Pagi ini sudah ada 11 ribu laporan dan itu langsung diblokir di pokja,” pungkasnya.

Untuk memberantas SMS penipuan ini OJK meminta masyarakat yang menerima pesan singkat dari orang yang tidak dikenal dengan modus penipuan untuk mengadukan melalui surat elektronik di konsumen@ojk.go.id atau melalui nomor 1-500-655.

Akhir bulan lalu gencar SMS penipuan, coverage-nya macam-macam ada transfer, togel, dan lain-lain. Kita minta masyarakat yang menerima SMS itu untuk screen capture sebagai bukti kemudian dilaporkan ke kami,” jelas dia.

Dirinya menambahkan, jika masyarakat lebih aktif untuk melapor maka akan lebih sedikit orang yang bisa tertipu. Karenanya OJK juga bekerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) untuk memberantas aksi yang tidak bertanggung jawab seperti ini.

Sementara itu, Anggota Dewan Komisioner (DK) Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK Kusumaningtuti S Soetiono menambahkan, masih banyak modus penipuan serupa. Untuk itu, masyarakat diminta untuk lebih aktif ketika mendapati permintaan transfer ke rekening tertentu.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengaku telah memblokir ribuan rekening yang terkait dengan penipuan melalui pesan singkat atau SMS. Pemblokiran ini dilakukan usai investigasi OJK menemukan adanya laporan penipuan dengan SMS.

“Ada 3.194 rekening terkait (SMS penipuan) di 13 bank yang diblokir,” kata Kepala Departemen Perlindungan Konsumen OJK Anto Prabowo, di Nusa Dua, Bali, Jumat 6 Mei 2017.

Pelapor Kasus Penipuan Kembali Datangi Propam Mabes Polri | PT Solid Gold Berjangka Pusat

Total kerugian saya Rp 650 juta,” katanya. Asep mengaku mulai curiga terhadap Imam setelah dia kembali meminta menanamkan modal sebesar Rp 800 juta, padahal yang pertama pun belum jelas.

Melihat gelagat tersebut, Asep langsung melaporkannya ke polisi. “Dengan laporan ke Propam ini maka kami berharap terduga penipu bisa diproses. Karena korban dari Imam juga banyak di antaranya ada anggota militer dan DPRD juga,” ujarnya.

Terlebih pelaku menjanjikan keuntungan 10% seperti yang dilakukan terhadap Asep, Dewi, dan Ayi jika mau menyetorkan modal. Bahkan, Imam akan membayar Rp 1,5 milyar jika telat membayar keuntungan yang diperolehnya setiap bulan.
Imam juga menyebut memiliki saham atau aset di Bank Mahkota yang sahamnya bisa beralih ke Asep.

Atas laporan tersebut, polisi sempat memeriksa saksi dan ahli termasuk adik terlapor. Karena itu, Asep dan dua korban lainya selaku pelapor mendesak polisi segera menangani kasus yang telah dilaporkan tersebut agar tidak ada korban-korban lainya.

“Pelaku kejahatan tidak menjalani proses yang benar sehingga bebas berkeliaran untuk mencari korban-korban baru yang tidak menutup kemungkinan korban akan terus bertambah,” kata Asep.

Asep, satu dari tiga pelapor di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (5/5), didampingi kuasa
LBH Barisan Relawan Jalan Perubahan (Bara JP), mengatakan, pihaknya sudah melaporkan kasus ini ke Divisi Propam Mabes Polri dua hari lalu dengan nomor: SPDP2/1616/V/2017/Bagyanduan.

Asep dan dua pelapor lainnya, yakni Dewi Harti dan Ayi Linda Sutriyani, selain membuat laporan, juga memberikan keterangan kepada Propam Mabes Polri tentang mandeknya laporan di Polda Metro Jaya dan Polres Karawang.

“Waktu itu kami melapor kasus dugaan penipuan dengan modus trading yang dikoordinatori Imam Sugiarto dengan nama lain RM David Kusumo Haryadingrat,” kata Asep.

Tiga pelapor kembali mendatangi Divisi Propam Mabes Polri karena merasa kasus dugaan penipuan milyaran rupiah yang sudah dilaporkannya tahun 2015 lalu tidak ditindaklanjuti pihak Polda Metro Jaya dan Polres Karawang

Ditipu, Warga Ngemplak Kehilangan 2 Sapi Limosin | PT Solid Gold Berjangka Pusat

Sepekan lalu, polisi menangkap Marlan atas tuduhan penipuan dan atau penggelapan. Barang bukti yang disita berupa sisa uang penjualan sapi senilai Rp226.000. “Padahal, dua ekor sapi limosin itu jika dijual nilainya sekitar Rp25 juta,” paparnya.

Pelaku dijerat Pasal 378 jo 373 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dengan hukuman maksimal empat tahun penjara.

Jimin mulai gusar dan waswas lantaran alamat pemuda yang telah membawa dua ekor sapinya itu ada di Magelang. “Korban merasa telah ditipu, akhirnya gencar mencari keberadaan Marlan. Dia juga lapor ke polisi,” terang Kanitreskrim Polsek Ngemplak, Ipda Basori.

Upaya pencarian Marlan membuahkan hasil. Namun, sapi milik Jimin sudah tak terlihat lagi di rumah Marlan. “Usut punya usut, sapi limosin milik korban sudah dijual oleh pelaku. Uangnya sudah habis, tinggal tersisa Rp226.000,” terangnya.

Jimin pun sama sekali tak menaruh curiga kepada Marlan yang mengaku sebagai belantik itu. Keesokan harinya, Jimin menanti Marlan di rumahnya. Harapannya, Marlan datang dan membawa segepok uang.

Namum, penantian Jimin berujung kekecewaan. Marlan tak kunjung datang hari itu. Jimin lantas menelepon Marlan. Namun, lagi-lagi ia dikecewakan. Nomor telepon Marlan sudah tak aktif.

Hubungan kedua orang itu mulai terjalin dan akhirnya sudah saling mengenal. Suatu hari, Jimin tak berada di rumah. Sementara Marlan si calon pembeli sapi itu sudah berada rumah Jimin di Desa Manggung.

Melihat dua ekor sapi jenis limosin milik Jimin, Marlan pun tertarik. Ia berniat meminta izin kepada Jimin untuk membelinya. Namun, lantaran Jimin tak berada di rumah, uang pembayaran itu disepakati bakal dibayar keesokan harinya.
Seorang warga Dukuh Manggung, Desa Manggung, Ngemplak, Boyolali, Jimin, 57, menjadi korban penipuan pria yang mengaku sebagai belantik sapi. Akibatnya, pria yang tinggal di RT 002/ RW 005 Desa Manggung itu menderita kerugian hingga Rp25 juta.

Informasi yang dihimpun Solopos.com di Mapolsek Ngemplak, Rabu (19/4/2017), kasus penipuan itu bermula ketika Jimin hendak menjual dua ekor sapi jenis limosin miliknya belum lama ini. Singkat cerita, terjadilah pertemuan antara Jimin dengan Marlan, 34, warga Desa Wonolelo, Sawangan, Magelang.

 

 

Solid Gold

About Tia Ratna

24 yrs old Executive Secretary Benetta Ramelet, hailing from Lakefield enjoys watching movies like Death at a Funeral and Netball. Took a trip to Archaeological Site of Cyrene and drives a McLaren M16C.
This entry was posted in PT. Solid Gold Berjangka Pusat and tagged , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s