BI Harap Tidak Ada Penimbunan Bahan Pokok Jelang Puasa

Bank Indonesia (BI) berharap tidak ada penimbunan stok bahan pokok yang dilakukan produsen‎ | PT Solid Gold Berjangka Cabang Palembang

 

PT Solid Gold Berjangka Cabang Palembang
Sumber inflasi adalah kenaikan harga tarif dasar listrik serta daging ayam. Sementara itu, komoditas bawang merah dan sayur-sayuran mengalami deflasi pada pekan terakhir bulan ini. Tapi secara umum yang lain ada deflasi ini yang terus dikelola dan BI berkoordinasi dengan pemerintah pusat dan pemda.

Untuk itu, BI berharap jika inflasi dari harga pangan bergejolak (volatile food) bisa dikelola berada di bawah empat persen. Sedangkan secara keseluruhan inflasi diharapkan mencapai target yang ditetapkan yaitu empat plus minus satu persen untuk tahun ini.

Lebih lanjut, ia berharap, saat bulan suci masyarakat bisa menahan hawa nafsu dalam artian tidak berlebihan ketika mengkonsumsi sesuatu. “Puasa kan harus bisa tahan hawa nafsu kita. Kalau puasa makannya jangan lebih banyak dari saat tidak puasa. Karena itu akan pengaruhi inflasi,” ujar Sugeng.

Seperti diberitakan sebelumnya, BI memperkirakan Indeks Harga Konsumen (IHK) hingga minggu keempat April mengalami inflasi sebesar 0,08 persen. Secara year on year (yoy) bank sentral menyebut inflasi bisa mencapai level 4,17 persen.

Selain itu, lanjut Sugeng, guna meredam tingkat inflasi di Ramdan tahun ini maka BI sudah membentuk Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID). Tujuannya agar bisa mengantisipasi lonjakan harga kebutuhan pokok dan nantinya tidak ada kenaikan harga agar masyarakat tidak merasa terbebani.

‎”Ada k‎esiapan dari kerja sama dengan daerah untuk mencukupi suplai operasi pasar. Kita imbau semua berbagai pihak ke pemuka daerah untuk bagaimana melakukan konsumsi dengan benar dan baik,” jelas Sugeng.

Bank Indonesia (BI) berharap tidak ada penimbunan stok bahan pokok yang dilakukan produsen‎ pada saat bulan puasa di tahun ini. Kondisi itu penting agar tingkat inflasi tidak terlalu tinggi geliatnya hingga perayaan Lebaran 1438 Hijriah.

“Kita harapkan siap beberapa waktu ini dan jangan ada penimbunan yang dilakukan. Mudah-mudahan (bisa dikendalikan),” ungkap Deputi Gubernur BI Sugeng, di kompleks perkantoran BI, Jakarta Pusat, Senin 8 Mei 2017.

BI antisipasi lonjakan harga saat Ramadhan | PT Solid Gold Berjangka Cabang Palembang

Selain itu, Sugeng juga mengimbau masyarakat yang menjalankan ibadah puasa untuk melakukan konsumsi secara lebih bijak selama Ramadhan.

“Kalau makan ketika puasa ya jangan lebih banyak dari ketika tidak puasa. Itu akan memengaruhi inflasi juga pada akhirnya,” ucap dia.

Sugeng optimistis lonjakan harga bahan-bahan pokok di Ramadhan tahun ini akan bisa lebih terkendali.

Kami juga bekerja sama dengan pemerintah daerah untuk mencukupi pasokan dan melakukan operasi pasar,” kata Deputi Gubernur Bank Indonesia Sugeng di Gedung BI Institute, Jakarta, Senin.

Ia mengatakan BI juga menggandeng kepolisian untuk memantau potensi penimbunan bahan-bahan pokok menjelang Ramadhan.

Bank Indonesia menginstruksikan Tim Pemantauan dan Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) untuk menjaga stabilitas harga di daerah guna mengantisipasi lonjakan harga bahan kebutuhan pokok pada saat Ramadhan.

Mantap! Transaksi Nontunai Berhasil Tahan Laju Inflasi | PT Solid Gold Berjangka Cabang Palembang

 

Data Bank Indonesia mencatat dalam tiga tahun terakhir transaksi elektronik melonjak tajam. Pada 2016, transaksi elektronik tercatat 683,13 juta transaksi dengan nilai Rp7,06 triliun. Jumlah tersebut naik tajam dibandingkan 2015 sebanyak 535,58 juta transaksi senilai Rp5,28 triliun dan tahun 2014 sebanyak 203,37 juta transaksi senilai Rp3,32 triliun.

Sebaliknya, inflasi dalam tiga tahun terakhir terus turun. Data Badan Pusat Statistik menunjukkan inflasi Indonesia pada 2016 tercatat 3,02%, lebih rendah dibandingkan tahun 2015 dan 2014 sebesar 3,35% dan 8,36%.

Kodrat mengatakan, semakin sedikitnya uang beredar secara tidak langsung akan memengaruhi inflasi. Sebab, salah satu penyebab kenaikan inflasi adalah tingginya peredaran uang.

“Kalau dia tidak pegang uang tentu keinginan membelanjakan uang lebih kecil ketimbang terbiasa menyimpan uang dalam bentuk tunai,” ujar Kodrat.

“Keuntungan yang paling terasa adalah efisiensi waktu dan fisik,” ujar dia saat dalam keterangannya, Minggu (7/5/2017). Efisiensi tersebut berupa pemangkasan waktu transaksi oleh masyarakat, sehingga mempercepat pelayanan dan penghematan waktu.

Keberadaan para pengguna transaksi elektronik juga mempercepat pembentukan komunitas non-tunai (cashless society) yang bisa mengurangi peredaran uang di masyarakat.

Maraknya transaksi secara elektronik (e-payment) mendorong efisiensi ekonomi sekaligus menahan inflasi. Dalam tiga tahun terakhir peningkatan jumlah transaksi elektronik sejalan dengan penurunan inflasi.

Ekonom Kodrat Wibowo, menyatakan makin maraknya penggunaan transaksi elektronik di Indonesia harus terus didukung secara positif.

 

 

 

Solid Gold

Advertisements
This entry was posted in PT Solid Gold Berjangka Cabang Palembang and tagged , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s