Freeport dan Moral Pemerintah

Freeport sempat memutuskan untuk menghentikan kegiatan penambangan | PT Solid Gold Berjangka

 

PT Solid Gold Berjangka
Dilihat dengan asas utilitarianism yaitu perbandingan antara pengorbanan dan manfaat yang diterima, terdapat ketidakseimbangan antara pengorbanan yang diberikan Indonesia dan hasil yang diterima dari Freeport.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral menyampaikan bahwa dana transfer dari APBN 2017 ke Papua Rp 54,7 triliun terdapat kenaikan dari Rp 47 triliun di tahun 2016. Kontribusi Freeport terhadap APBN di tahun 2016 kurang lebih Rp 8 triliun atau kurang dari 1 persen penerimaan negara, yang terdiri dari pembayaran royalti, pajak penghasilan, pajak pihak ketiga yang disetorkan oleh Freeport. Sementara, pendapatan Freeport di tahun 2016 sebesar Rp 44 triliun dengan laba Rp 13,6 triliun dan nilai aset tambang di Grasberg Rp 146 triliun.

Rakyat Indonesia hanya menerima manfaat yang kecil dari kekayaan alam yang diambil oleh perusahaan asing itu, yakni di Papua dan Papua Barat.

Data BPS 2016 menyatakan bahwa sekitar 20 persen penduduk Papua masih berada di bawah garis kemiskinan dan gini ratio di Papua hampir sama dengan tingkat nasional yaitu berada di angka 0,39.

Pasal 33 UUD 1945 mengatur bahwa kekayaan alam dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.

Sehingga sudah menjadi tugas atau kewajiban negara untuk meyakinkan bahwa kekayaan alam dipergunakan semaksimal mungkin untuk memenuhi positive right rakyat Indonesia akan kemakmuran.

Sebagaimana diketahui bersama bahwa keputusan tersebut diambil Freeport dikarenakan belum bisa melakukan pemurnian di dalam negeri akibat belum memiliki pabrik pemurnian.

Keputusan menghentikan kegiatan penambangan tersebut membawa dampak dirumahkannya sebagian karyawan Freeport, meskipun sebagian besar karyawan tersebut adalah karyawan kontrak.
Pengaturan tersebut menyebabkan beberapa pemegang IUP tidak dapat mengekspor hasil penambangan mereka, salah satunya adalah PT Freeport Indonesia. Freeport sempat memutuskan untuk menghentikan kegiatan penambangan karena tidak dapat melakukan ekspor produk.

Undang-undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara yang mengatur pemilik Izin Usaha Pertambangan (IUP) agar melakukan kegiatan pengolahan dan pemurnian di dalam negeri sebelum menjual mineral ke luar negeri (ekspor).

Berapa Banyak Emas yang Ditambang Freeport Selama Ini? | PT Solid Gold Berjangka

“Jadi, jika kantong tidak kuat jangan coba-coba pakai metode block caving. Jangan sampai pakai blok caving terus berhenti.

Ini hanya Freeport,” imbuh dia. Menurutnya, hasil tambang yang akan diperoleh Freeport dari dana fantastis tersebut pun sangat kecil.

Untuk ukuran 5,5 ton bijih, emas yang terkandung hanya sekitar 5 gram, kemudian tembaga 55 kilogram (kg), dan perak sekitar 22 kg. “Hasil tambang Freeport yang di dapat kecil.

Dari 5,5 ton bijih yang didapat Freeport hasinya hanya 5 gram emasnya. Kadar 1 ton hanya 0,1 gram,” tandasnya.

Dengan menggunakan metode ini, kata dia, penambang butuh waktu 15 tahun hanya untuk membuat terowongan sekitar 1,6 kilometer (km) di bawah tanah.

Hanya untuk membuat terowongan tersebut, dana yang digelontorkan sudah 70% dari total modal yang dikeluarkan. Belum lagi, jika sudah mulai menambang dengan metode tersebut maka penambang tidak boleh berhenti. Sebab, alat-alat yang digunakan akan langsung rusak dalam waktu yang tidak lama.

Pakar Tambang Bawah Tanah Institut Teknologi Bandung (ITB) Ridho Kresna Wattimena mengungkapkan, Freeport mengeruk tambang di Papua dengan metode block caving yang merupakan metode pengerukan tambang bawah tanah (underground mining) yang paling murah yaitu sekitar USD2 miliar hingga USD10 miliar.

“Tapi untuk mendapatkan hasilnya butuh waktu cukup lama. Block caving biaya produksi paling murah sekitar USD2-10 miliar,” katanya di Hotel JS Luwansa, Jakarta, Senin (8/5/2017).

Lantas, berapa besar bongkahan emas yang akan diperoleh raksasa tambang Amerika Serikat (AS) tersebut dari sisa cadangan tersebut?

Isu tentang PT Freeport Indonesia selalu menjadi perhatian di Indonesia. Hal ini mengingat perusahaan tersebut telah cukup lama mengeruk tambang emas di Bumi Cendrawasih, Papua.

Total cadangan emas, perak dan tembaga yang ada di tambang Grasberg, Papua sekira 3,8 miliar ton. Freeport sendiri sejak era 1990-an telah mengeruk sekitar 1,7 miliar ton dan kini bersisa 2,1 miliar ton.

Biaya Reparasi Freeport Indonesia US$30 Juta | PT Solid Gold Berjangka

 

Ada pun “block caving” adalah metode penambangan yang bertujuan untuk memotong bagian bawah dari blok bijih sehingga blok bijih tersebut mengalami keruntuhan.

Karakteristik metode ini memakan biaya produksi per ton termurah, biaya operasi padat modal mencapai US$2 miliar – US$10 miliar, pengembangan memakan waktu 15-20 tahun dan umumnya hanya perusahaan dengan modal besar yang tertarik serta membutuhkan keterampilan tenaga kerja.

Metode “block caving” yang digunakan di tambang bawah tanah Indonesia hanya di Freeport. Metode tersebut dinilai cocok karena kedalaman lokasi tambang lebih dari 100 meter.

Waktu Freeport berhenti sebulan, sekitar US$15 juta untuk mulai tambang lagi. Itu belum mulai nambang, baru membetulkan terowongannya yang terbebani deposit itu,” kata Ridho.

Ia menambahkan jika keadaan terburuknya Freeport tidak lagi melanjutkan kegiatannya, perusahaan yang meneruskan operasi harus memiliki insinyur yang mengerti metode “block caving”, yaitu yang berpengalaman melakukan penambangan di Freeport.

Ia menjelaskan kerusakan jika kegiatan penambangan berhenti dapat timbul karena deposit tambang yang telah dihancurkan tidak segera dikeluarkan dari terowongan endapan sehingga terowongan akan terbebani jika dalam waktu lama hasil tambang tidak segera ditarik.

Ia mencontohkan sebelumnya Freeport menghentikan kegiatan tambang selama sebulan. Untuk memulai operasinya lagi, perusahaan harus mengeluarkan biaya reparasi sekitar US$15 juta.

“Cadangan tembaga dan emasnya masih banyak, sebaiknya penambangan tetap dilakukan. Sifat metode ‘block caving’ sekali kita mulai, harus sampai habis.

Kalau kemudian berhenti, begitu mulai lagi biayanya bisa US$20 juta – US$30 juta untuk mereparasi kerusakan karena kita enggak nambang,” kata Ridho dalam Forum Pakar Indonesia Mining Association di Jakarta, Senin (8/5/2017).

Ridho menjelaskan PT Freeport Indonesia, sebagai satu-satunya perusahaan tambang emas yang menggunakan metode “block caving”, tidak boleh menghentikan kegiatan penambangan karena perusahaan selanjutnya yang meneruskan operasi akan mengeluarkan biaya kerugian yang besar.

Pakar tambang bawah tanah dari Institut Teknologi Bandung (ITB) Prof. Ridho Kresna Wattimena mengatakan biaya reparasi untuk melanjutkan operasional tambang yang sempat berhenti, seperti PT Freeport Indonesia bisa mencapai US$30 juta.

 

 

Solid Gold Berjangka

About Tia Ratna

24 yrs old Executive Secretary Benetta Ramelet, hailing from Lakefield enjoys watching movies like Death at a Funeral and Netball. Took a trip to Archaeological Site of Cyrene and drives a McLaren M16C.
This entry was posted in PT Solid Gold Berjangka and tagged , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s