Kapolres Kampar Ungkap Kasus Penipuan Penggandaan Uang

Jajaran Polres Kampar berhasil ungkap penipuan dengan modus penggandaan uang | PT Solid Gold Berjangka

PT Solid Gold Berjangka

Menindaklanjuti laporan tersebut, Kapolsek Tapung Hilir AKP Rengga Puspo Saputro yang baru beberapa hari menjabat sebagai Kapolsek Tapung Hilir ini memerintahkan anggotanya melakukan penyelidikan dan pencarian terhadap pelaku, kerja keras Jajaran Polsek Tapung ini akhirnya membuahkan hasil saat kedua tersangka berhasil diringkus.

Beberapa hari kemudian korban mulai curiga dan merasa telah tertipu sehingga dia membuka kotak kayu tempat penyimpanan uang tersebut, saat dibuka kotak tersebut hanya berikan bunga dan tanah. Merasa telah tertipu akhirnya korban melaporkan kejadian ini ke Polsek Tapung Hilir.

Beberapa hari kemudian ritual diulangi dan korban kembali menyerahkan uang sejumlah Rp 25 juta dan pada ritual berikutnya diserahkan lagi sebesar Rp 77 juta, sehingga total uang yang diserahkan kepada pelaku lebih dari Rp. 150 juta, uang korban ini kemudian dibagi rata oleh kedua pelaku dan dihabiskan untuk berfoya-foya.

Setelah itu korban disuruh masuk kembali untuk menyimpan kotak kayu tersebut kedalam lemari kamarnya, pelaku menjanjikan dalam waktu 41 hari uang tersebut akan berlipat ganda, namun sebelum waktu yang dijanjikan tidak boleh membuka kotak tersebut.

Pada saat ritual penggandaan uang ini, pelaku menyuruh korban untuk keluar sesaat dari ruangan, kesempatan ini digunakan pelaku untuk menyembunyikan uang tersebut dan diselipkan dipinggangnya.

Karena sudah terpengaruh dengan trik pelaku, akhirnya korban menyediakan uang sebesar Rp 50 juta yang disuruh tempatkan didalam kotak kayu.

Karena korban telah percaya kepadanya, pelaku mulai membuat siasat baru akan mengeluarkan harta karun berupa emas batangan, namun dengan persyaratan harus memiliki sejumlah uang sebagai pemancing.

Setelah korban berwudu’ disuruh berdo’a oleh pelaku baru kemudian membuka amplop tersebut, saat dibuka korban takjub mendapati uangnya sudah menjadi 4 kali lipat (Rp 400 ribu) sehingga korban yakin kepada pelaku yang mengaku sebagai habib ini dan memiliki kesaktian.

Untuk meyakinkan korbannya, pelaku membuat skenario seperti teknik sulap, dengan cara menyuruh korban memasukkan uang sebesar Rp 100 ribu kedalam amplop lalu ditaruh dibawah sajadah, selanjutnya korban disuruh berwudu’ dan pada saat korban pergi pelaku menambahkan 3 lembar uang Rp 100 ribu.

Dijelaskan Kapolres bahwa modus pelaku penipuan ini adalah dengan mempengaruhi korban, bahwa mereka sanggup mendatangkan harta karun berupa emas batangan sekaligus menggandakan uang.

Sejumlah barang bukti juga digelar antara lain 3 kotak kayu lengkap dengan engsel gembok, 4 buah kartu ATM, 5 buah logam kuningan persegi empat yang disepuh emas, 3 helai kain panjang, uang tunai sebesar Rp 177 ribu dan Rp 789 ribu serta sejumlah barang bukti lainnya.

Pada saat expos ini juga dihadirkan dua orang yang telah ditetapkan sebagai tersangka, yaitu BU alias CP (43) tahun warga Cianjur Jawa Barat dan AS alias AR (40) tahun warga Gerbang Sari Kecamatan Tapung Hilir Kabupaten Kampar.

Kapolres Kampar AKBP Edy Sumardi Priadinata didampingi Kapolsek Tapung Hilir AKP Rengga Puspo Saputro, mengadakan Expos pengungkapan kasus penipuan dengan modus penggandaan uang Selasa (9/5/17).

Kegiatan ini digelar di teras depan Mapolres Kampar yang dihadiri sejumlah wartawan media cetak, televisi dan online Daerah Riau. Juga hadir beberapa Pejabat Polres Kampar antara lain Kabag Ops Kompol Suratman, Kasat Sabhara AKP Hermawan, Kaur Bin Ops Sabhara Iptu Ikhwan serta Paur Humas Iptu Deni Yusra.

Trik Penggandaan Uang ‘Kanjeng Dimas’ Asal Kampar ini Tipu Korbannya | PT Solid Gold Berjangka

Tersangka mengaku bisa menarik harta karun dan menggandakan uang,” kata Edy.

Guna meraup uang dari korban, pelaku menyiapkan skenario dengan matang. Kedua tersangka kemudian kembali membuktikan kesaktian palsu mereka setelah korban mulai percaya dengan jimat.

Korban akhirnya percaya dengan jimat itu karena memenangkan lomba memancing di Kandis.

Kapolres Kampar AKBP Edy Sumardi Priadinata didampingi Kepala Polsek Tapung Hilir AKP Rengga Puspo Saputro dalam keterangan persnya mengungkapkan, korban mulai terperdaya setelah tersangka Arif memberinya jimat pada 13 April lalu.

Pada 5 Mei 2017 lalu, Atun, sapaan akrab korban, melapor ke Polsek Tapung Hilir. Kedua pelaku langsung ditangkap pada hari itu juga.

Trik tipu mereka cukup berhasil. Nurhayatun (54), pria RT 006 RW 002 Desa Beringin Lestari, Kecamatan Tapung Hilir, sampai terperdaya oleh trik pelaku.

Sepintas seperti sulap profesional. Namun hanya olah trik untuk memunculkan kesan gaib terhadap korbannya.

Keduanya mendekam di balik jeruji sel tahanan Polres Kampar. Cecep sempat memperagakan trik tipunya dalam ekspose perkara pada Selasa (9/5/2017).

Budi Iswara alias Cecep (43) dan Asep Saripudin alias Arif (40) ditetapkan sebagai tersangka. Cecep warga Desa Hegarmana, Cianjur, Jawa Barat. Sedangkan Arif tinggal di RT 11 RW 003 Desa Gerbang Sari, Kecamatan Tapung Hilir, Kabupaten Kampar, Sulawesi Selatan.

Heboh penggandaan uang ala Kanjeng Dimas Taat Pribadi, tak hanya di Jawa Timur. Polres Kampar mengungkap praktik penipuan bermodus serupa yang menjerat dua pelakunya.

Keduanya memanfaatkan mitos yang berkembang di desa itu. Di mana di dekat Masjid tua di Beringin Lestari terdapat harta karun.

Sekitar satu pekan kemudian pelaku kembali memainkan skenario untuk membuat korban lebih yakin. Kali ini mengaku bisa mendatangkan harta karun.

Korban terkejut dan terkagum-kagum melihat isi amplop sudah bertambah,” ujar Edy.

Usai berwudu tersangka menyuruh korban mengambil amplop tadi yang jelas telah berisi empat lembar uang kertas. Pelaku membuat trik itu seakan begitu relijius. Korban disuruh berdoa sebelum membuka amplop itu.

Sebagai percobaan pelaku meminta korban memasukkan uang Rp 100.000 untuk pancingan ke amplop putih. Lalu korban disuruh berwudu dan saat itulah tersangka memasukkan tiga lembar pecahan Rp 100.000 ke amplop itu.

Diawali pelaku dengan trik penggandaan uang, bertempat di rumah korban. Pelaku menggandakan uang kertas Rp 100.000 menjadi Rp. 400.000.

Pelaku Penggandaan Uang di Kampar Ini Ngaku Uangnya untuk ‘Main Perempuan’ di Pekanbaru dan Batam | PT Solid Gold Berjangka

 

Mengenai tiga kotak kayu yang digunakan untuk menggandakan yang itu dibikin oleh korban sendiri atas anjuran pelaku. Kemudian besi kuningan yang menyerupai batangan emas yang digunakan untuk menipu korban ia beli di sebuah toko di Jawa Barat.

Ia juga mengaku awal pertemuannya dengan AS alias AR bisbis bambu petuk. CC mampir di Desa Beringin Lestari. Tak lama setelah itu ia dapat ide untuk melakukan penipuan ini. Ide penipuan karena dulu CC pernah membaca buku panduan bermain sulap dan belajar dari you tube. “Sebelum ke sini (Riau red) saya belajar dari buku dan you tube,” beber CC yang juga memelihara jenggotnya itu.

“Pertama saya jalan-jalan ke Belilas, ada semacam orang tua saya tinggal di ladang. Saya kasih dia untuk membeli beras dan pakaian. Cuma tidak saya pakai untuk perempuan,” beber AR yang juga tercatat sebagai warga Desa Gerbang Sari, Kecamatan Tapung Hilir.
CC yang berasal dari Cianjur, Jawa Barat mengaku baru sekali ini melakukan penipuan penggandaan uang. Ia datang ke Riau pertama kali menjual barang-barang antik dan harta karun.

Lain CC lain pula dengan tersangka kedua AS alias AR. Pria 46 tahun ini mengaku tidak menggunakan uangnya untuk main perempuan tetapi ia lebih banyak gunakan untuk berfoya-foya seperti membeli pakaian.

”Saya gunakan untuk nginap di sana bayar perempuan,” ujar CC kepada wartawan saat ekspos di hadapan wartawan, Kapolres Kampar AKBP Edy Rusmadi Priadinata, Kapolsek Tapung Hilir AKP Rengga Puspo Saputra dan perwira lainnya di Teras Mapolres Kampar, Selasa (9/5/2017).

Pelaku yang berhasil menggondol uang korban Nurhayatun alias Atun (54 tahun) sebesar Rp 152 juta mengakui uang itu banyak digunakan untuk foya-foya bahkan digunakan beberapa kali untuk bermain perempuan di beberapa hotel di Kota Pekanbaru dan Batam.

BI alias CC yang berpenampilan agamis saat melakukan ritual penggandaan uang dengan memakai peci putih, baju dan kain sarung putih mengaku banyak menghabiskan uangnya dengan perempuan di Kota Pekanbaru di sebuah hotel ‘S’. Meski mengaku telah punya istri di Palembang, namun pria berjenggot berusia 43 tahun juga menikmati hasil uang penipuannya di Kota Batam sebelum ia pulang ke Jawa.

Kasus penipuan dengan modus penggandaan uang mirip cerita Dimas Kanjeng Taat Pribadi yang dilakukan BI alias CC warga Cianjur Jawa Barat dengan rekannya AS alias Ar di Desa Beringin Lestari, Kecamatan Tapung Hilir, Kabupaten Kampar yang berhasil diungkap Polsek Tapung Hilir makin menarik untuk disimak.

 

 
Solid Gold Berjangka

 

Advertisements
This entry was posted in PT Solid Gold Berjangka and tagged , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s