Mentan Harap Wilayah Penyangga Mampu Pasok Bahan Pangan untuk Ibu Kota

Solusi permanen untuk mengamankan kebutuhan pasokan pangan Jakarta | PT Solid Gold Berjangka

PT Solid Gold Berjangka
Menurutnya, apabila program pemenuhan pangan berhasil memenuhi kebutuhan masyarakat Jakarta, maka komoditas lain seperti cabai, bawang merah, bawang putih dan lainya diharapkan dapat segera menyusul.

“Kalau ini berhasil, saya pastikan tidak ada impor lagi, ini adalah solusi permanen untuk Jakarta agar harga pangan tidak mengalami fluktulasi harga,” tegas Mentan.

Untuk mendukung pemenuhan pangan pemerintah akan membangun embung desa bersinergi dengan Kementerian Desa dan untuk penyediaan alat mesin pertanian, benih unggul dan pompa, Kementerian Pertanian siap untuk berikan secara gratis kepada Kabupaten yang mendukung pemenuhan kebutuhan pangan Jakarta,” kata Amran.

Selain itu, untuk penyediaan akses pembiayaan atau kredit, pihaknya telah bekerja sama dengan Bank Mandiri, BTN, BRI dan BNI, lalu untuk penyerapan hasil produksi petani Kementan bersinergi dengan Bulog dan Gapungan Pengusaha Makan Ternak.

Menurut Amran, selain penyediaan lahan tambahan, dan akses pembiayaan, yang perlu dibangun adalah infrastuktur perairan dalam bentuk embung desa.

ia mengatakan, sebagai tindak lanjut terlaksananya pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat Jakarta, pihaknga telah berkerja sama dengan kementerian dan lembaga terkait lainnya.

“Untuk penyediaan lahan Kementan bersinergi dengan Kementerian Kehutanan dan BUMN dalam hal ini Perhutani,” ungkap Mentan Amran.

Selain itu, untuk penyediaan akses pembiayaan atau kredit, pihaknya

Mentan Amran menuturkan, 10 kabupaten yang ditunjuk untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat Jabodetabek adalah Kabupaten Serang, Lebak, Pandeglang, Sukabumi, Lampung Selatan, Lampung Timur, Cianjur, Purwakarta, Subang dan Karawang.

“Saat ini kita harapkan 200.000 hingga 300.000 hektar dapat disiapkan untuk penuhi kebutuhan,” ujar Mentan.

Kita harus memanfaatkan daerah perbatasan kota yang memiliki sumber daya dan lahan yang subur, untuk menyangga kebutuhan pangan masyarakat di kota besar,” kata Mentan melalui keterangan resmi, Rabu (10/5/2017).

Terkait dengan pasokan pangan dan gejolak harga yang sering kali terjadi di kota besar khususnya Jakarta, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memaparkan ada solusi permanen untuk mengamankan kebutuhan pasokan pangan Jakarta.

Menurut Amran, kebutuhan pangan pokok masyarakat kota Jakarta dipenuhi dari 10 kabupaten yang berbatasan dengan kota Jakarta.

10 Kabupaten Siap Amankan Pasokan Pangan di Jabodetabek | PT Solid Gold Berjangka

Amran dalam kesempatan tersebut juga meminta keseriusan dari seluruh kabupaten yang ditunjuk untuk menangani kebutuhan pangan Jabodetabek. Apabila Jagung berhasil memenuhi kebutuhan kota besar, maka komoditas lain seperti cabai, bawang merah, bawang putih, dan lainya diharapkan dapat menyusul.

“Kondisi ini adalah pertama dalam sejarah, dulu 2 bulan sebelum ramadan harga sudah bergejolak, saat ini 2 minggu sebelum ramadan belum ada gejolak harga yang berarti,” jelasnya.

Selain itu untuk pemenuhan embung di desa Kementan bersinergi dengan Kementerian Desa dan PDT, sedangkan untuk penyediaan Alsintan, benih dan pompa Kementan siap untuk berikan secara gratis kepada Kabupaten yang siap mendukung pemenuhan kebutuhan Jabodetabek.

“Kalau ini berhasil, saya pastikan tidak ada impor lagi, ini adalah solusi permanen untuk Jabodetabek agar harga pangan tidak mengalami fluktulasi, ” tegas Amran.

Sebagai tindak lanjut terlaksananya pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat Jabodetabek, Amran menegaskan Kementerian Pertanian juga akan berkerjasama dengan Kementerian dan lembaga lain. Untuk penyediaan lahan Kementan bersinergi dengan Kementerian Kehutanan dan BUMN dalam hal ini Perhutani.

Untuk kreditnya bekerjasama dengan Bank Mandiri, BTN, BRI dan BNI. Sementara untuk penyerapan hasil produksi petani bersinergi dengan Bulog dan GPMT.

Sehingga selama 2 tahun ini impor Jagung berkurang dan tidak ada lagi permintaan dari para importir Jagung. Keberhasilan ini diapresiasi oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang disampaikan saat mengadiri perhelatan Penas XV 2017 pada 6 Mei 2017.

“Saya juga ucapkan terimakasih kepada teman-teman GPMT (Gapungan Pengusaha Makan Ternak) atas kontribusi yang luar biasa dalam menyerap produksi jagung petani dalam negeri, sehingga impor jagung berkurang,” ungkap Amran.

“Saat ini kita harapkan 250.000 hektar dapat disiapkan untuk penuhi kebutuhan Jagung di Jabodetabek,” kata Amran.

Amran dalam Rakorgab tersebut menyatakan untuk tahap awal akan penuhi kebutuhan Jagung Jabodetabek. Jagung hasil produksi dalam negeri memiliki kualitas yang lebih baik dari jagung impor.

Amran mengatakan hal itu dalam Rapat Kordinasi Gabungan di Kantor Badan Litbang Pertanian, Kementan, Jakarta.

Adapun 10 kabupaten yang ditunjuk memenuhi kebutuhan masyarakat Jabodetabek adalah Serang,Lebak, Pandeglang, Sukabumi, Lampung Selatan, Lampung Timur, Cianjur, Purwakarta, Subang, dan Karawang.

Sepuluh kabupaten siap memenuhi kebutuhan pangan pokok di kota besar khususnya Jabodetabek. Kebijakan ini diambil agar pasokan pangan dapat terus terpenuhi dan menghindari adanya gejolak harga pangan pokok masyarakat di Jabodetabek.

“Kita harus memanfaatkan daerah perbatasan kota yang memiliki sumberdaya dan lahan yang subur, untuk menyangga kebutuhan pangan masyarakat di kota besar, ” jelas Mentan Amran Sulaiman dalam keterangan tertulis, Selasa (9/5/2017).

RI akan Ekspor Jagung ke Malaysia dan Filipina | PT Solid Gold Berjangka

 

Selain Jagung komoditas lain yang memiliki peluang untuk dapat di ekspor ke Negara tetangga adalah beras organik. Kebutuhan beras di Negara Malaysia adalah 1,5 juta ton/tahun.

“Kita harus rebut pasar tersebut, jangan kalah dengan Negara Amerika, Argentina, Vietnama dan Pastikan yang berhasil mengekspor ke Negara Malaysia,” pungkas Amran.

Mentan menambahkan bahwa setiap daerah perbatasan juga harus mempelajari dan menjajaki lagi kebutuhan pangan yang dibutuhkan oleh negara tetangga.

“Kita akan siapkan benih apa saja yang dibutuhkan, tetapi harus sesuai dengan kebutuhan masyarakatnya,” ucap Amran

Untuk mendukung hal tersebut Kementerian Pertanian telah menganggarkan bantuan benih unggul sebesar Rp 2 triliun. Nantinya benih tersebut dapat digunakan untuk meningkatkan produksi.

“Ke depan untuk benih unggul kita siapkan anggaran 2 triliun agar daerah perbatasan dapat meningkatkan produksinya, ” jelas Amran

Sekitar 1 juta hektar lahan pertanian dibutuhkan untuk pengembangan lumbung pangan di daerah perbatasan.

“Malaysia dan Filipina senang dengan produksi jagung kita, sekitar 6-7 juta ton Jagung/tahun kebutuhan dari Negara tersebut, 5 kabupaten tersebut harus bisa mengisinya,” kata Amran, dalam keterangan tertulis, Selasa (9/5/2017).

Lewat lumbung pangan ini, pemerintah berharap ada ekspor ke negara tetangga. Saat ini Menteri pertanian (Mentan), Amran Sulaiman, fokus melakukan ekspor beras organik dan jagung ke negara tetangga. Malaysia dan Filipina membutuhkan bahan pokok pangan dari Indonesia.

Sebagai informasi, Malaysia tiap tahunya mengimpor 3 Juta ton Jagung/tahun setara dengan Rp 20 triliun. Hal ini tentunya menjadi peluang besar bagi 5 kabupaten yang berbatasan langsung dengan Malaysia yaitu Kabupaten Sanggau (Entikong), Sambas, Nunukan dan Bengkayang untuk dapat mengekspor hasil produksinya.

Pemerintah membangun lumbung pangan di daerah-daerah perbatasan. Lumbung pangan ini tersebar di 5 Kabupaten yang berbatasan dengan negara tetangga Malaysia, Papua New Guinea, dan Timor Leste, yaitu Kabupaten Karimun, Lingga, Sanggau (Entikong), Sambas, Belu, dan Malaka.

 
PT Solid Gold Berjangka

Advertisements
This entry was posted in PT Solid Gold Berjangka and tagged , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s