Anggota Dewan ‘Gerah’ Harga Bawang Putih Capai Rp 70 Ribu per Kg

Lonjakan harga bawang putih membuat anggota DPRD Kabupaten Semarang ‘gerah’ | PT Solid Gold Berjangka

PT Solid Gold Berjangka

Ribut (53), salah seorang pedagang di pasar Bandarjo Ungaran menuturkan, sejak menjelang Ramadhan, harga sejumlah kebutuhan pokok sudah mengalami kenaikan yang cukup signifikan.

Yang paling terasa komoditas bawang putih. Pada hari biasa komoditas bawang putih ini hanya dijual seharga Rp 20 ribu per kilogram. “Sekarang sudah naik menjadi Rp 70 ribu per kilogram,” jelasnya.

Apalagi sekarang ini sudah ada Satgas Pangan yang diberi kewenangan oleh Pemerintah. “Saya kira ini momentum yang tepat untuk mengungkap praktik- praktik nakal dan permainan harga tersebut,” tandasnya.

Apa yang diungkapkan Asof ini bukan tanpa alasan. Di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Semarang harga komoditas bawang putih terpantau terus merangkak naik.

Lihat saja, habis bawang putih nanti pasti diikuti kenaikan harga beras, daging sapi, telor ayam dan harga sejumlah ‘kepokmas’ (Red; kebutuhan pokok masyarakat),” tegasnya.

Untuk itu, Asof meminta pemerintah segera turun tangan, baik dalam mengendalikan harga di tengah masyarakat maupun mengungkap praktik permainan dalam tata niaga komoditas bawang putih ini.

Ia menegarai adanya permainan spekulan atau mafia perniagaan bawang putih, pada saat Ramadhan hingga jelang Lebaran nanti. Sehingga harga bawang putih terus melonjak.

Bahkan tidak hanya komoditas bawang putih saja. Setiap memasuki Ramadhan hingga puncaknya jelang Lebaran harga sejumlah komoditas strategis juga ikut melonjak.

“Yang membuat kami semakin gerah, belum ada upaya dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Semarang soal lonjakan harga ini,” ungkap Anggota DPRD Kabupaten Semarang, M Asof, Senin (29/5).

Kenaikan harga komoditas bawang putih hingga Rp 70 ribu per kilogram ini, disebutnya sudah tak wajar dan harus segera disikapi oleh Pemkab Semarang melalui stakeholder yang berkepentingan.

Harga bawang putih di pasaran di wilayah Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, telah menembus angka Rp 70 ribu per kilogram (kg). Lonjakan harga bawang putih ini membuat anggota DPRD Kabupaten Semarang ‘gerah’.

Harga Bawang Putih Meroket, Anggota DPRD Kabupaten Semarang Sebut Ada Penimbunan | PT Solid Gold Berjangka

Tindakan yang dapat dilakukan oleh Pemkab Semarang diutarakan Asof, yakni segera melakukan operasi pasar serta razia kepada para tengkulak.

Hal tersebut, lanjutnya, supaya budaya menaikkan harga kebutuhan saat memasuki bulan puasa tidak terus-terusan terjadi.

“Operasi pasar hanya bagian turun tangan dari pemerintah. Tentu ada mekanisme yang lain untuk menekan para tengkulak agar tidak menaikkan harga semaunya,” ujarnya.

Asof menjelaskan komoditi yang selalu naik saat memasuki bulan puasa yaitu beras, bawang putih, bawang merah, gula, dan telur.

“Tidak boleh, komoditas yang menjadi kebutuhan rakyat kecil dipermainkan oleh tengkulak. Itu menyangkut hajat hidup orang banyak,” tegasnya.

Tengkulak, menurutnya, sengaja melakukan penimbunan.

Setelah memasuki bulan puasa, timbunan tersebut mulai dikeluarkan dan dijual dengan standar harga mereka sendiri.

“Penimbunan itu pasti ada. Karena ini bukan hanya bawang putih saja, setiap memasuki puasa harga kebutuhan pokok pasti naik,” sambungnya.

Dari pengecekan sudah mencapai Rp 70 ribu perkilogram itu merupakan hal yang tidak wajar, dan Pemkab Seamarang harus segera bertindak. Kasihan rakyat kecil,” kata anggota DPRD dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini, Minggu (26/5/2017).

Asof menduga tingginya harga bawang putih dipasaran disinyalir karena ada permainan dari para tengkulak.

Menurutnya, kenaikan harga bawang putih yang terjadi menjelang bulan Ramadan hingga kini, sangat tidak wajar.

Anggota DPRD Kabupaten Semarang, Asof ingin Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Semarang bertindak terkait kenaikan harga bawang putih.

Belum Ada Daerah di Kabupaten Semarang yang Ideal untuk Cocok Tanam Bawang Putih | PT Solid Gold Berjangka

Kami ingin Pemkab melakukan kajian wilayah mana yang bisa dijadikan penghasil bawang putih. Saya yakin pasti ada karena bawang merah saja bisa tumbuh subur di Kabupaten Semarang,” papar anggota DPRD Kabupaten Semarang, Asof

Sebelumnya diberitakan bahwa anggota DPRD Kabupaten Semarang ingin Pemkab Semarang melakukan tindakan seperti razia pasar untuk menekan harga bahan pokok termasuk bawang putih yang melonjak memasuki bulan ramadan.

“Kalau bisa menanam dan memproduksi sendiri, otomatis kami tidak khawatir dan harganya pasti juga akan stabil,” katanya.

Urip menambahkan apabila ada wilayah di Kabupaten Semarang yang bisa digunakan untuk penanaman bawang putih, maka bisa membantu untuk menurunkan harga yang komoditi kebutuhan pokok ini di pasaran.

“Selama ini yang kami tahu memang belum ada wilayah di Kabupaten Semarang yang cocok untuk ditanami bawang putih. Namun kami masih terus mengkaji,” tuturnya, Minggu (28/5/2017).

Pihaknya masih melakukan pendataan wilayah yang bisa digunakan untuk penanaman atau daerah penghasil bawang putih.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Semarang, Urip Triyogo mengatakan kenaikan harga bahan pokok khususnya bawang putih dikarenakan kabupaten berslogan Bumi Serasi ini belum memiliki daerah khusus penghasil bawang putih.

 

 

 

Solid Gold

Advertisements
This entry was posted in PT Solid Gold Berjangka and tagged , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s