Kereta Cepat Belum Ada Fisik

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyinggung tentang proyek kereta cepat Jakarta-Bandung | PT Solid Gold Berjangka Cabang Semarang

 

PT Solid Gold Berjangka Cabang Semarang

Seperti diketahui, pemerintah telah melakukan peletakan batu pertama atau groundbreaking kereta cepat pada Januari 2016. Hanya saja, hingga saat ini belum ada perkembangan signifikan dari pembangunan proyek ini.

Hal ini pun turut menjadi sorotan dari Presiden Joko Widodo. Menurutnya, sudah dua tahun perdebatan pembangunan kereta cepat sepanjang 148 kilometer (km) ini tak kunjung usai.

Untuk itu, saat ini pemerintah tengah menunggu RTRW pada tingkat daerah. Hal inilah yang turut berdampak pada lambannya progres kereta cepat Jakarta-Bandung. “RTRW nasional sudah terbit sebulan yang lalu, sekarang sedang proses di provinsi, di provinsi pun harus diselesaikan Jabar, soal jalurnya,” jelasnya.

Sudah ada, maksudnya itu belum ada fisik seperti LRT, tapi kita sudah ada land clearing, karena kita kan waktu itu menunggu sampai RTRW nasional sudah selesai, setelah RTRW nasional selesai kita memproses di Provinsi Jawa Barat sama DKI, nah sekarang sedang diproses,” kata Rini di Kompleks Istana Bogor, Senin (29/5/2017).

Menanggapi hal ini, Menteri BUMN Rini Soemarno mengatakan bahwa selama ini pembangunan memang telah dilakukan. Namun, pembangunan fisik belum dapat dilakukan karena kendala rencana tata ruang wilayah (RTRW) nasional yang baru saja diterbitkan.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) beberapa waktu lalu sempat menyinggung tentang proyek kereta cepat Jakarta-Bandung yang masih saja menuai pro dan kontra selama dua tahun terakhir. Padahal, kereta cepat ini hanya berjarak 148 km.

Ditegor Jokowi soal Kereta Cepat | PT Solid Gold Berjangka Cabang Semarang

Seperti diketahui, pemerintah telah menerbitkan telah menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 13 Tahun 2017 tentang perubahan atas PP Nomor 26 Tahun 2008 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional. Dalam aturan ini, salah satunya turut mencantumkan tentang RTRW pada proyek kereta cepat.

RTRW ini memang sangat dinantikan oleh pemerintah. Pasalnya, pencairan dana pada proyek kereta cepat Jakarta-Bandung dari China Development Bank (CDB) sangat bergantung dengan terbitnya RTRW ini.

Namun, pembangunan fisik masih belum dapat dilakukan. Pasalnya, masih dibutuhkan rencana tata ruang wilayah (RTRW) pada tingkat daerah setelah RTRW nasional terbit beberapa waktu lalu.

“Kita kalau RTRW di provinsi sudah disesuaikan, langsung bisa mulai bangun, kalau sudah mulai bangun cair,” jelasnya.

Saat ini, pengembangan proyek kereta cepat telah masuk pada tahap pembebasan lahan.

Menurut Rini, dalam waktu dekat pembebasan lahan ini nantinya dapat segera terselesaikan. “Iya, Insya Allah sebentar lagi,” jelasnya.

Sudah menandatangani pinjaman sudah selesai,” kata Menteri BUMN Rini Soemarno di Istana Kepresidenan Bogor, Senin (29/5/2017).

Komitmen pinjaman dari China Development Bank senilai USD4,5 miliar telah disepakati oleh Direktur Utama PT Kereta Cepat Indonesia China Hanggoro Budi Wiryawan dan Direktur Utama China Development Bank Hu Huaibang beberapa waktu lalu. Jumlah dana yang diraih ini merupakan 75% dari total biaya yang dibutuhkan.

Menhub Usulkan Pembangunan Fisik Kereta Cepat Tak Tunggu Pembebasan Lahan | PT Solid Gold Berjangka Cabang Semarang

Seperti diketahui, Komitmen pinjaman dari China Development Bank senilai USD4,5 miliar telah disepakati oleh Direktur Utama PT Kereta Cepat Indonesia China Hanggoro Budi Wiryawan dan Direktur Utama China Development Bank Hu Huaibang beberapa waktu lalu. Jumlah dana yang diraih ini merupakan 75% dari total biaya yang dibutuhkan.

Namun, menurut Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Sumber Daya Luhut Binsar Pandjaitan, masih terdapat potensi penambahan dana dari China.

“Iya tanah kan di mana-mana memang begitu, di jalan Tol Bintaro kan lama juga. Makanya kita ngomong jangan jadi syarat, diupayakan tidak,” jelasnya.

Kemarin saya sudah ngomong, ya soal tanah saja, saya usulkan tanahnya itu enggak usah nunggu selesai baru bangun, saya usulkan ke PT Kereta Cepat Indonesia China, usul ke China kita mulai tanpa harus tanah selesai,” kata Budi Karya di Istana Kepresidenan Bogor, Selasa (26/5/2017).

Menurutnya, saat ini persoalan lahan masih menjadi kendala utama dalam pembangunan fisik kereta cepat Jakarta-Bandung. Untuk itu, diharapkan pembebasan lahan tak lagi menjadi salah satu hal yang dipersoalkan.

Menteri Perhubungan Budi Karya pun mengusulkan bahwa pembangunan fisik dapat segera dilakukan tanpa menunggu pembahasan lahan selesai 100%. Pasalnya, butuh waktu yang cukup lama apabila pembangunan dilakukan setelah pembebasan lahan selesai.

Pembangunan fisik kereta cepat Jakarta-Bandung masih belum dilakukan. Saat ini, pembebasan lahan masih terus diupayakan setelah cairnya dana dari Bank Pembangunan China.

 

 

Solid Gold Berjangka

Advertisements
This entry was posted in PT Solid Gold Berjangka Cabang Semarang and tagged , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s