Polisi Temukan 300 Kilogram Daging Ayam Oplos Babi di Bogor

Daging oplosan dijual kepada pedagang bakso | PT Solid Gold Berjangka Cabang Lampung

PT Solid Gold Berjangka Cabang Lampung

Setelah membongkar penjualan daging babi, polisi langsung mengembangkan penyelidikan ke beberapa pedagang bakso. Ternyata beberapa pedagang bakso positif menggunakan daging babi.

Bahan baku bakso yang mengandung daging babi disita di Markas Polres Bogor dan para pedagangnya diperingatkan agar tidak mengulangi perbuatan itu.
Delapan orang yang ditetapkan tersangka dijerat Pasal 62 ayat 1 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Mereka diancam hukuman pidana penjara selama lima tahun.

Pengungkapan penjualan daging itu berdasarkan hasil operasi aparat di beberapa pasar tradisional di Kabupaten Bogor. Awalnya petugas menemukan pedagang yang menjual daging babi yang dicampur aduk dengan daging ayam.

“Daging yang sudah dicampur ini dijual kepada pedagang tukang bakso dengan harga yang lebih murah, yakni sebesar lima puluh ribu per kilogram,” kata Dicky.

“Modus yang dilakukan para tersangka dengan cara mencampuradukkan daging babi dengan daging ayam kemudian dijual kepada pedagang bakso,” kata Kepala Polres Bogor, Ajun Komisaris Besar Polisi Andi Muhammad Dicky, kepada wartawan pada Selasa, 30 Mei 2017.

Aparat menangkap seorang penjual daging oplosan itu di Pasar Citeureup, Bogor, dan menetapkan delapan tersangka pengoplos dan penjual. Total barang bukti daging ayam dicampur babi yang disita dari pengungkapan kasus itu sebanyak 300 kilogram.

Kepolisian Resor Bogor di Jawa Barat menemukan penjualan daging ayam yang dicampur daging babi. Sebagian daging oplosan itu dijual kepada pedagang bakso.

Polres Bogor Tangkap Pemasok, Pedagang dan Penjual Bakso Celeng | PT Solid Gold Berjangka Cabang Lampung

AKBP Dicky menjelaskan penjualan bakso celeng ini sudah lama terjadi dan ada indikasi penjualan bakso daging celeng ini juga beredar di pasar tradisional lainnya di Kabupaten Bogor.

“Kami sudah berupaya menangkap pelaku pedagang bakso celeng lainnya di tempat lainnya, namun karena mungkin sudah bocor, para pelaku itu lolos dari sergapan anggota Satreskrim,” jelasnya.

Ia melanjutkan para pelaku dijerat dengan pasal 62 ayat 1 junto pasal 8 ayat 1 Undang-undang RI nomor 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen yang diperkuat Surat Keputusan Menteri Agama RI nomor 518 tahun 2001 tentang pedoman tatacara pemeriksaan dan penetapan pangan halal.

“Dengan dasar UU Perlindungan Komsumen para pelaku pemasok, pedagang dan penjual bakso celeng ini terancam hukuman 5 tahun penjara. Polres Bogor siap berkoordinasi dengan dinas terkait demi upaya menjamin konsumsi pangan yang layak,” pungkasnya.

Di Pasar Citeureup kami menangkap dua pedagang dan 4 pekerjanya, lalu kita menangkap dua orang pemasok dan tiga orang penjual bakso kios atau keliling pada Minggu, (28/5) dan Senin, (29/5). Dari pengakuan pemasok daging celeng didatangkan dari Pulau Sumatera,”tambahnya.

Dari penangkapan pemasok, pedagang dan penjual bakso celeng ini, Polres Bogor juga menyita satu unit mobil, dua unit penggiling daging, 346 kg daging celeng, 60 Kg daging ayam dan ratusan Kg bakso celeng yang sudah dicampur daging ayam.

“Bakso celeng ini dijual secara kamuflase dengan mengatakan bahwa ini campuran daging sapi dan daging ayam. Karena dijual di bawah harga pasaran maka daging celeng ini menarik perhatian pembeli. Agak sulit membedakan daging celeng tapi secara umum dari warna ia agak pucat dan beda dengan bakso daging sapi yang kemerahan,” papar mantan Kapolres Kerawang ini.

Astaga! Ada Bakso Oplosan Daging Babi Hutan di Bogor | PT Solid Gold Berjangka Cabang Lampung

Selain itu, polisi juga mengamankan barang bukti berupa 46 kilogram daging babi hutan, 60 kilogram daging ayam, 4 kilogram daging campuran, 2 unit penggilingan daging dan 1 buah freezer.

Saat ini, keenam orang tersebut sudah diamankan polisi di Mapolres Bogor bersama barang buktinya untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

“Sekarang masih kita periksa, belum ada yang kami tetapkan jadi tersangka karena masih kita dalami,” tutupnya.

Penggerebekannya Minggu kemarin. Kami amankan satu orang pemilik inisial PN, pekerjanya empat orang dan pembeli inisial HS,” katanya, Senin (29/5/2017).

Sebuah ruko pembuat bakso oplosan menggunakan daging babi hutan di Pasar Citeureup, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, digerebek polisi.

Kasat Reskrim Polres Bogor, AKP Bimantoro Kurniawan mengatakan dari penggerebekan itu, polisi mengamankan 6 orang yang berinisial PN (43), AI (35), UJ (24), IM (30), MA (31) dan HS (38).

PT Solid Gold Berjangka

Advertisements
This entry was posted in PT. Solid Gold Berjangka Cabang Lampung and tagged , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s