Semester I 2017, Pertumbuhan Kredit Diprediksi capai 10 Persen

(BI) meyakini petumbuhan kredit dapat mencapai 10 persen secara tahunan | PT Solid Gold Berjangka Cabang Lampung

 

PT Solid Gold Berjangka Cabang Lampung
“BI memonitor kondisi korporat-korporat itu sudah terlihat. Kita lihat semuanya itu sudah mulai menunjukkan peningkatan,” tutur Erwin.

Perbaikan kredit juga terlihat dari peningkatan return on asset (ROA) dan return on equity (ROE). Beberapa waktu terakhir permintaan kredit juga meningkat.

“Bulan-bulan ini sudah terjadi suatu kenaikan. Ini merupakan suatu yang positif, tapi masih terlalu dini untuk kita mengambil kesimpulan,” ungkap Erwin.

“Kalau 10 persen itu sampai, karena memang sekarang saja sudah mendekati 10 persen, dengan didorong oleh kondisi permintaan yang membaik. Memang itu harapannya sampai,” kata Erwin di kantornya di Jakarta, Senin (29/5/2017) malam.

Erwin menjelaskan, salah satu sektor kredit yang mengalami peningkatan hingga bulan Mei 2017 adalah sektor korporasi. Ini sejalan dengan geliat proyek infrastruktur pemerintah.

Menurut Deputi Gubernur BI Erwin Rijanto, bank sentral memprediksi pertumbuhan kredit pada semester I 2017 mencapai dua digit. Ini didorong peningkatan permintaan kredit dari berbagai sektor.

Salah satu faktor pendorong derasnya permintaan kredit adalah peningkatan peringkat Indonesia menjadi layak investasi dari lembaga pemeringkat internasional Standard & Poor’s (S&P).

Bank Indonesia (BI) meyakini petumbuhan kredit dapat mencapai 10 persen secara tahunan (yoy) pada semester I 2017.

Adapun per Mei 2017, pertumbuhan kredit mencapai 9,8 persen (yoy), lebih tinggi dibandingkan angka per Maret 2017 yang mencapai 9,2 persen (yoy).

Kredit Berpeluang Tumbuh 10 Persen di Semester I-2017 | PT Solid Gold Berjangka Cabang Lampung

 

“Bank Sentral melihat kondisi dari korporasi-korporasi itu sudah terlihat pemulihan, hampir seluruhnya,” ujar dia.

Profabilitas bank juga menunjukkan peningkatan hingga Mei 2017 ini, kata Erwin, yang terlihat dari indikasi keuntungan dari investasi di aset atau “return on asset/ROA” dan juga “return on equity/ROE.

“Ini satu indikasi bahwa penjualan kredit meningkat. Tapi masih terlalu dini untuk kami ambil kesimpulan,” ujarnya.

Dengan naiknya permintaan kredit, BI meminta perbankan juga menjaga kualitas kredit. Per April 2017, rasio kredit bermasalah (Non-Performing Loan/NPL) bank masih berkisar 3,07 persen secara gross. Namun, Erwin sebelumnya meyakini dengan mulai pulihnya kondisi ekonomi domestik, NPL dapat ditekan hingga 2,5 persen (gross) di akhir tahun.

“Sekarang saja sudah mendekati 10 persen, dengan tren biasanya permintaan kredit naik di tengah tahun, bisa mencapai 10 persen,” ujar Erwin.

Erwin merinci penopang pertumbuhan kredit perbankan adalah debitur korporasi, menyusul maraknya pembangunan infrastruktur yang sedang dijalankan pemerintah dan swasta.

Deputi Gubernur BI Erwin Rijanto di Jakarta, Senin (29/5) malam, mengatakan keyakinan tersebut juga berdasarkan tren penyaluran kredit perbankan yang terus menanjak sejak Januari 2017.

Per April, kredit perbankan tumbuh 9,47 persen secara tahunan (year on year/yoy), melanjutkan kinerja positif setelah Maret 2017 tumbuh 9,2 persen (yoy).

Bank Indonesia meyakini penyaluran kredit perbankan pada semester I-2017 dapat mencapai 10 persen karena menggeliatnya permintaan pembiayaan dan sentimen positif akibat peringkat layak investasi dari Standard and Poor’s (S&P).

BI Proyeksi Kredit Perbankan Tumbuh 10% di Semester I-2017 | PT Solid Gold Berjangka Cabang Lampung

 

“BI melihat korporat sudah mulai ada peningkatan,” imbuh Erwin.

Menurut Erwin, perbaikan kredit terlihat dari adanya peningkatan return on asset (ROA) dan return on equity (ROE) perbankan.

Sampai akhir tahun, BI memproyeksikan pertumbuhan kredit perbankan bisa mencapai 12%, sedangkan untuk dana pihak ketiga (DPK) mencapai 11%. Target ini lebih tinggi dari realisasi pertumbuhan kredit pada 2016 yang hanya mencapai 7,87% dan DPK 9,6%.

Erwin menyebutkan, pertumbuhan kredit perbankan per Mei 2017 tercatat naik 9,8% dibandingkan periode April 2017 yang sebesar 9,7%.

Kredit sektor korporasi terus mengalami peningkatan hingga Mei 2017, sejalan dengan pembangunan infrastruktur yang sedang gencar dilakukan pemerintah.

Deputi Gubernur BI, Erwin Rijanto, mengatakan pertumbuhan ini didorong oleh mulai meningkatnya permintaan pembiayaan karena predikat investment grade yang diterima Indonesia dari Standard & Poor’s (S&P) beberapa lalu.

“Sekarang kan sudah dekati 10%, dengan didorong oleh permintaan yang membaik ya harapannya bisa sampai,” ujar Erwin di Gedung BI, Jakarta, Senin (29/5/2017).

Bank Indonesia (Bank Indonesia) memproyeksikan pertumbuhan kredit perbankan di semester I-2017 bakal mencapai 10%.

 

 
Solid Gold Berjangka

Advertisements
This entry was posted in PT. Solid Gold Berjangka Cabang Lampung and tagged , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s