Utang RI Rp 3.667 Triliun Tidak Termasuk Tinggi

Utang Indonesia tidak termasuk tinggi | PT Solid Gold Berjangka Cabang Palembang

PT Solid Gold Berjangka Cabang Palembang
Berbeda dengan beberapa tahun lalu, ketika dana ratusan triliun habis untuk subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) yang memang lebih banyak dinikmati oleh kalangan menengah ke atas. Atas kebijakan itu, utang memiliki peran besar untuk mendorong perekonomian dalam dua tahun terakhir.

“(Ekonomi) tumbuh cepat karena kita memang mendorong betul pembangunan,” tandasnya.

Negara-negara lain, seperti negara maju memiliki rasio utang di atas PDB negara tersebut. Sebut saja Jepang, Amerika Serikat (AS) dan negara-negara di kawasan Eropa yang rasio utangnya sampai di atas 100%.

Utang juga masih dalam kategori produktif, sebab setiap rupiah yang kemudian masuk ke Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) digunakan cukup besar untuk pembangunan infrastruktur hingga program sosial.

Negara-negara lain, seperti negara maju memiliki rasio utang di atas PDB negara tersebut. Sebut saja Jepang, Amerika Serikat (AS) dan negara-negara di kawasan Eropa yang rasio utangnya sampai di atas 100%.

Utang juga masih dalam kategori produktif, sebab setiap rupiah yang kemudian masuk ke Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) digunakan cukup besar untuk pembangunan infrastruktur hingga program sosial.

Hingga akhir April 2017, total utang pemerintah pusat tercatat mencapai Rp 3.667,41 triliun. Dalam sebulan, utang pemerintah naik Rp 17 triliun, dibandingkan jumlah di Maret 2017 yang sebesar Rp 3.649,75 triliun.

Meskipun terus mengalami kenaikan, rasio utang terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) masih dalam batas aman, yaitu di bawah 30%.

Demi Pembangunan, Menko Darmin tak Khawatir Utang Pemerintah Naik| PT Solid Gold Berjangka Cabang Palembang

 

Contohnya saja, dia menyebutkan, jumlah proyek strategis bertambah dari 225 menjadi lebih dari 240. Pendanaan proyek tersebut rata-rata bukan berasal dari APBN. Pemerintah mengupayakan 60 persen pembiayaan didanai dari swasta atau BUMN.

“Jadi pemerintah memang berusaha supaya jangan sampai pembangunan infrastruktur membebani APBN terlalu besar. Kalau anda melihat sekarang banyak pembangunan, air minum, jalan tol dengan KPBU, ya itu sebenarnya tujuannya supaya jangan terlalu mmbebani APBN,” jelas dia.

Darmin menyebutkan, utang pemerintah Indonesia masih dalam batas rasio 30 persen dari produk domestik bruto (PDB) atau masih di bawah kebanyakan negara.

“Utang Indonesia kalau dibandingkan dengan berbagai negara tidak termasuk tinggi,” kata Darmin, ditemui di Museum Kebangkitan Nasional, Jakarta Pusat, Selasa 30 Mei 2017.

Dia mengakui pertumbuhan utang pemerintah relatif cepat demi mendorong pembangunan. Sebab, sejak tahun lalu, pemerintah berupaya mengubah skema agar tak tergantung pada APBN dalam mendanai pembangunan.

Menko Perekonomian Darmin Nasution tak menghawatirkan peningkatan utang pemerintah. Sebab meskipun naik, namun utang Indonesia terbilang kecil.

Catatan Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (Ditjen PPR) Kementerian Keuangan, sepanjang April 2017, utang pemerintah mengalami peningkatan sebesar Rp17 triliun sehingga totalnya menjadi Rp3.667,41 triliun dari bulan sebelumnya Rp3.649,75 triliun.

Utang Indonesia Rp3.600 Triliun | PT Solid Gold Berjangka Cabang Palembang

 

Pemerintah pun saat ini terus berupaya agar utang pemerintah tak selalu mengalami peningkatan. Salah satunya adalah dengan menggunakan skema Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU). Menurut Darmin, dampak dari skema ini telah mulai dirasakan oleh pemerintah.

“Walau pun pemerintah sejak tahun lalu berupaya betul mengubah skema-skema, melengkapi pembiayaan agar jangan tergantung kepada APBN saja. Supaya jangan pinjam terus. Maka kelihatannya perkembangan skema itu sudah mulai berjalan,” tutupnya.

Tetapi tentu kita tidak bisa hanya sekadar mengatakan pokoknya kita masih rendah, memang pertumbuhannya relatif cepat. Tumbuh cepat karena kita memang mendorong betul pembangunan,” imbuhnya.

Utang Indonesia kalau dibandingkan dengan berbagai negara, utang Indonesia tidak termasuk tinggi. Dia masih ada di rasio 30%. Malah sedikit di bawah dari GDP (Gross Domestic Bruto), dan itu masih di bawah kebanyakan negara,” kata Darmin saat ditemui di Museum Kebangkitan Nasional, Jakarta, Selasa (30/5/2017).

Namun, Darmin menyatakan bahwa utang Indonesia ini memang tumbuh relatif cepat. Pasalnya, pemerintah memang tengah melakukan pembangunan dalam skala besar sehingga membutuhkan biaya yang besar.

Menurut Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution, utang Indonesia hingga saat ini tidak lebih tinggi dibandingkan beberapa negara lainnya. Adapun rasio utang terhadap PDB Indonesia hanya mencapai 30%.

Kementerian Keuangan mencatat utang pemerintah pusat hingga akhir April 2017 mencapai Rp3.667,41 triliun. Utang ini terdiri dari Surat Berharga Negara (SBN) sebesar Rp2.932,69 triliun (80%) dan pinjaman sebesar Rp734,71 triliun (20%).

 
Solid Gold Berjangka

Advertisements
This entry was posted in PT Solid Gold Berjangka Cabang Palembang and tagged , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s