Bawang Putih Jadi Biang Kerok Terjadinya Inflasi Mei

Bawang putih berkontribusi terhadap inflasi Mei sebesar 0,08 persen | PT Solid Gold Berjangka

PT Solid Gold Berjangka

Selain komoditas pangan, beberapa komponen lain pun di bulan lalu mengalami inflasi.

Dari kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar mengalami inflasi sebesar 0,35 persen.

Sementara itu, kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau mencatatkan inflasi 0,38 persen. Bahkan, kelompok sandang pun mengalami inflasi 0,23 persen.

“Kelompok sandang memang kecil andilnya hanya 0,01 persen. Ini karena naiknya harga baju muslim wanita jelang Lebaran,” katanya.

Selain bawang putih, posisi kedua penyumbang terbesar inflasi Mei adalah telur ayam ras dengan persentase sebesar 0,05 persen. Sementara posisi ketiga adalah daging ayam ras dengan persentase sebesar 0,04 persen. Sedangkan komoditas lainnya, seperti beras, daging sapi, dan cabai merah, masing-masing hanya memberikan kontribusi sebesar 0,01 persen.

Di sisi lain, otoritas statistik mencatat adanya penurunan harga beberapa komoditas pangan seperti cabai rawit, bawang merah, maupun tomat sayur. Namun, penurunan harga tersebut tidak mampu mengkompensasi. Ketiga komoditas tersebut, tercatat masih memberikan sumbangan terhadap inflasi Mei 2017.

“Sebetulnya minggu keempat sudah turun, karena ada intervensi. Tetapi (pekan sebelumnya yaitu pekan) kedua dan ketiga naik,” katanya.

Kecuk, sapaan akrab Suhariyanto, mengungkapkan, ada tiga komoditas pangan yang memberikan andil atas inflasi Mei 2017. Bawang putih menjadi komoditas pangan yang memberikan kontribusi terbesar pada inflasi bulan lalu, dengan persentase sebesar 0,08 persen. Kenaikan harga bawang putih di Mei, terjadi pada pekan kedua dan ketiga.

Berdasarkan data otoritas statistik dari 82 kota yang tersebar di seluruh Indonesia, 70 kota mencatatkan inflasi, sementara 12 kota lainnya mengalami deflasi. Inflasi tertinggi di wilayah Tual, Maluku, sebesar 0,96 persen, sementara inflasi terendah berada di Sampit dan Bulukumba sebesar 0,02 persen. Untuk deflasi tertinggi berada di Manado, dan deflasi terendah di Pematang Siantar.

Berdasarkan data otoritas statistik dari 82 kota yang tersebar di seluruh Indonesia, 70 kota mencatatkan inflasi, sementara 12 kota lainnya mengalami deflasi. Inflasi tertinggi di wilayah Tual, Maluku, sebesar 0,96 persen, sementara inflasi terendah berada di Sampit dan Bulukumba sebesar 0,02 persen. Untuk deflasi tertinggi berada di Manado, dan deflasi terendah di Pematang Siantar.

Berdasarkan data otoritas statistik dari 82 kota yang tersebar di seluruh Indonesia, 70 kota mencatatkan inflasi, sementara 12 kota lainnya mengalami deflasi. Inflasi tertinggi di wilayah Tual, Maluku, sebesar 0,96 persen, sementara inflasi terendah berada di Sampit dan Bulukumba sebesar 0,02 persen. Untuk deflasi tertinggi berada di Manado, dan deflasi terendah di Pematang Siantar.

Sesuai prediksi, inflasi Mei 2017 0,39% | PT Solid Gold Berjangka

 

Lebih lanjut menurut Suhariyanto, inflasi Mei 2017 memang lebih tinggi dibanding Mei 2016 yang tercatat sebesar 0,24%. Namun angka itu masih lebih rendah dibanding Mei 2015 yang sebesar 0,5%.

“Perlu dicatat bahwa Mei 2017 kita sudah memasuki Ramadan 27 Mei. Sementara 2016 ramadan mulai 6 Juni. Demikian juga 2015,” kata Suhariyanto, Jumat (2/6).

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, dari 82 kota indeks harga konsumen (IHK), 70 kota diantaranya mengalami inflasi. Sementara 12 kota lainnya mengalami deflasi.

Inflasi tertinggi terjadi di Tual sebesar 0,96% dan inflasi terendah terjadi di Sampit dan Bulukumba masing-masing sebesar 0,02%. Sedangkan deflasi tertinggi terjadi di Manado sebesra 1,13% dan deflasi terendah terjadi di Pematang Siantar sebesar 0,01%.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi Mei 2017 sebesar 0,39%, lebih tinggi dari bulan sebelumnya yang sebesar 0,09%. Namun angka ini sesuai dengan proyeksi sejumlah ekonom yang sekitar 0,3%-0,4%.

Dengan perkembangan tersebut maka inflasi tahun kalender Januari hingga Mei 2017 mencapai 1,67%. Sementara inflasi tahunan Mei 2017 mencapai 4,33%.

 

( Baca : Bawang Putih Hingga Jengkol Dongkrak Inflasi Mei Jadi 0,39 Persen )

 

Komoditas Pangan Sumbang Inflasi Mei Naik jadi 0,39% | PT Solid Gold Berjangka

 

“Jadi kesimpulannya inflasi Mei ini terjadi karena komoditas bawang putih, kedua naiknya tarif listrik, kemudian ada beberapa komoditas lain seperti telur ayam, daging ayam, bensin, dan angkutan udara,” jelas Suhariyanto.

Kemudian kelompok sandang inflasinya 0,23 persen dengan andil 0,01 persen. Lalu kelompok kesehatan 0,37 persen dengan andil 0,02 persen. Setelah itu kelompok pendidikan, rekreasi dan olah raga 0,03 persen dengan andil 0,00 persen dan kelompok transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,23 persen dengan andil 0,04 persen.

Suhariyanto menjelaskan, inflasi kali ini terdapat tujuh bahan pengeluaran penyumbang, yang terbesar yakni kelompok bahan pangan yang inflasinya 0,86 persen dengan sumbangan 0,17 persen. Ditenggarai karena naiknya harga beberapa komoditas pangan terutama bawang putih yang menyumbang inflasi terbesar 0,08 persen, lalu telur ayam ras sebesar 0,05 persen, daging ayam ras 0,04 persen, beras dan daging sapi masing masing sebesar 0,01 persen.

Lalu penyumbang kedua dalam inflasi Mei ini adalah kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar inflasinya 0,35 persen dengan sumbangan 0,09 persen. Disusul kelompok makanan jadi, minuman, rokok , dan tembakau inflasinya 0,38 persen dengan andil 0,06 persen.

“Inflasi Mei menunjukkan kenaikan 0,39 persen berarti tahun kalender yakni 1,67 persen dan inflasi tahun ke tahun sebesar 4,33 persen,” kata Kepala BPS Suhariyanto dalam konferensi pers rutin di Kantor Pusar BPS, Jakarta Pusat, Jumat 2 Juni 2017.

Badan Pusat Statistik (BPS) merilis capaian inflasi sepanjang Mei 2017 yakni sebesar 0,39 persen. Dari 82 kota Indeks Harga Konsumen (IHK), 70 kota mengalami inflasi dan 12 kota mengalami deflasi.

Inflasi tertinggi terjadi di Tual sebesar 0,92 persen dan terendah di Sampit dan Bulukumba sebesar 0,2 persen. Sementara deflasi tertinggi terjadi di Manado sebesar -1,13 persen dan terendah di Pematangsiantar sebesar -0,01 persen.

 

 

Solid Gold

 

 

Advertisements
This entry was posted in PT Solid Gold Berjangka and tagged , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s