Kementan untuk Pertama Kalinya Dapat Opini WTP

(Kementan) untuk pertama kalinya mendapat opini Wajar Tanpa Pengecualian | PT Solid Gold Berjangka Cabang Semarang

 

PT Solid Gold Berjangka Cabang Semarang

Prestasi buruk tersebut membuat Amran meminta seluruh pihak di jajarannya untuk menggenjot dan berupaya mendapatkan WTP. Ia menambahkan, penilaian tersebut bukan main-main karena tekanan luar biasa oleh BPK untuk melakukan pemeriksaan hingga ke lapisan bawah.

Dalam kesempatan tersebut Anggota IV BPK Rizal Djalil mengatakan, WTP tersebut diperoleh dengan proses kerja keras yang cukup alot. Sebab adanya pertukaran data dari seluruh lapisan dan pengecekan di lapangan.

Seperti diketahui, sejak 2006, Kementerian Pertanian mendapat opini disclaimer (2006, 2007), opini Wajar Dengan Pengecualian (2008, 2009, 2010, 2011, 2012, 2015), opini Wajar Dengan Penjelasan (2013, 2014) dan WTP tahun ini.

Kementerian Pertanian (Kementan) untuk pertama kalinya mendapat opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pengawas Keuangan (BPK). Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman pun menyambut baik prestasi tersebut.

“Ini suatu hasil yang luar biasa,” ujar dia saat ditemui di Auditorium Kementerian Pertanian, Senin (5/6).

Mendobrak Mitos Audit BPK Dan Opini WTP | PT Solid Gold Berjangka Cabang Semarang

 

Mengacu kepada konsep mythologies dalam buku yang ditulis oleh Roland Barthes, mitos mengenal tiga unsur, yaitu penanda, petanda, dan tanda. Laporan audit sebagai penanda, sedangkan opini sebagai petanda. Adapun, tanda adalah hubungan antara penanda dan petanda yang mempunyai arti khusus, yang bisa jadi arti tersebut adalah tata kelola keuangan yang baik.

Dalam hal ini, mitos yang dibangun terhadap opini laporan audit keuangan adalah tata kelola keuangan yang baik. Pemaknaan ‘baik’ pun dapat mengalami reduksi di sana sini.

‘Baik’ menurut auditor adalah sesuai dengan standar. ‘Baik’ menurut instansi bisa jadi adalah telah tertib dan bebas kesalahan administrasi. ‘Baik’ menurut masyarakat bisa jadi adalah tata kelola yang bersih dari penyimpangan.

Banyaknya pergeseran makna karena interpretasi yang berbeda ini lah yang kemudian melahirkan mitos. Sebuah kebenaran yang dianggap nyata, tetapi belum tentu dapat dibuktikan.

Ketidakpahaman pemangku kepentingan, masyarakat, maupun sebagian birokrat ini dapat dimaklumi mengingat berbagai pihak telah membangun dan membentuk sendiri mitos ritual audit keuangan ini. Ya, audit keuangan sebenarnya tidak lebih dari sebuah ritual yang dilakukan jika sebuah instansi memiliki laporan keuangan. Ritual yang harus dijaga agar mitos pengelolaaan keuangan yang baik mampu diraih.

Mitos tidak dapat terbangun dengan sendirinya. Ada upaya tertentu dari berbagai pihak untuk membuat sebuah penanda menjadi makna tertentu yang mengakar kuat di masyarakat. Mitos bukan konsep atau ide, tetapi merupakan suatu cara pemberian arti.

Begitu pula terkait pemanfaatannya. Laporan keuangan yang telah diaudit dianggap mampu diandalkan dan bermanfaaat menjadi bahan pengambilan keputusan yang baik.

Padahal, pengambilan keputusan ternyata belum banyak memanfaatkan laporan hasil audit keuangan ini. Bahkan, pemangku kepentingan tertentu masih kesulitan melakukan interpretasi terhadap arti dari laporan keuangan. Kebanyakan para pemangku kepentingan hanya membaca judul dari pernyataan opini, apakah WTP atau tidak. WTP kesannya adalah auditor telah memberikan stempel “approved”.

Secara teoritis seharusnya audit keuangan tidak mencekam seperti yang dibayangkan selama ini. Sayangnya, praktik audit ini di Indonesia, terutama yang dilakukan oleh BPK, telah berubah menjadi sangat ‘mencekam’.

Hal ini karena beberapa auditor BPK telah berimprovisasi dalam melakukan pemeriksaan di lapangan sehingga akhirnya memberi kesan menakutkan bagi instansi yang diaudit. Karena itulah, lalu masyarakat awam berharap lebih banyak dari audit laporan keuangan. Semacam gayung bersambut, terjalinnya improvisasi auditor dengan ekspektasi masyarakat.

Jika menilik arti dan manfaat sebenarnya dari kegiatan audit keuangan, maka pengertian audit keuangan tidak akan ‘semencekam’ yang banyak dibayangkan masyarakat.

Audit keuangan adalah kegiatan pemeriksaan yang berfungsi memberikan pendapat atas kewajaran suatu penyajian informasi laporan keuangan. Artinya, pemeriksaan ditujukan untuk melihat kualitas informasi akuntansi yang dibandingkan dengan prinsip-prinsip akuntansi dan standar yang berlaku.

Meski telah dijelaskan oleh Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), banyak yang belum memahami bahwa tujuan audit keuangan hanyalah untuk memeriksa penyajian angka-angka di laporan keuangan. Pemeriksaan itu terutama terkait kesesuaian penyajiannya dengan standar akuntansi, kepatuhan terhadap peraturan dan kelemahan sistem pengendalian internal.

Jadi, audit keuangan itu bukan untuk menentukan bersih-tidaknya dari penyimpangan, apalagi kinerja sebuah instansi pemerintah.

Masyarakat umum dan banyak birokrat juga belum paham betul dengan kebenaran sifat audit keuangan. Mereka mempersepsikan jika opini hasil audit Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) maka pengelolaan keuangan telah dinyatakan bersih dari penyimpangan.

Alhasil, masih banyak yang terpana ketika sebuah instansi pemerintah mendapatkan opini WTP, tetapi tiga bulan kemudian beberapa pejabat di instansi tersebut tertangkap tangan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

level diskursus birokrasi pemerintahan, audit keuangan atau audit atas laporan keuangan banyak dipersepsikan sebagai kegiatan pemeriksaan keuangan yang komprehensif untuk menemukan penyimpangan dan identifikasi tindakan koruptif.

Pertama Kalinya Laporan Keuangan Kementan Dapat Opini WTP | PT Solid Gold Berjangka Cabang Semarang

 

Amran juga menjelaskan, evaluasi selama ini yang masih jadi persoalan dalam laporan keuangan di kantornya harus diperbaiki.

“Dan yang banyak itu sepele, banyak tahun lalu itu berita acara serah terima barang, yang menjadikan kita WDP, tahun ini tinggal sedikit dan itu kita tindak lanjuti itu membuat WTP,” tambahnya.

Irjen mata kuliah wajib itu WTP, kalau merah dia tidak naik kelas, nah itu yang Irjen ngejar, apalagi kekurangan yang diminta BPK apa lagi surat surat dan lainnya,” jelas Amran.

( Baca : Kementan Raih Opini WTP Pertama Setelah 11 Tahun )

“Kami terima laporan katanya ini periode yang paling sulit kita layani datanya, karena harus dicari 10 tahun 20 tahun yang lalu dan harus ada. Tapi kami yakin teman satker (satuan kerja) sudah terlatih di medan yang berat,” ujar Amran Sulaiman di Kementerian Pertanian, Ragunan Jakarta Selatan, Senin (5/6).

Menteri Pertanian, Amran Sulaiman mengatakan, opini yang didapatkan oleh Kementeriannya berasal dari usaha para jajarannya.

Semenjak didirikan sejak tahun 2006, Kementerian Pertanian baru bisa meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) melalui laporan keuangan tahun 2016.

Sebelumnya, Kementerian Pertanian mendapat opini Disclaimer atau tidak mendapatkan tanggapan atas laporan keuangannya di tahun 2006 dan 2007, serta Wajar Dengan Pengecualian (WDP) di tahun sebelumnya.

 

Solid Gold

 

Solid Gold

 

Advertisements
This entry was posted in PT Solid Gold Berjangka Cabang Semarang and tagged , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s